33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

150 KK ‘Dipaksa’ Pindah ke Rusunawa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang memastikan segera memindah kurang lebih 150 kepala keluarga (KK), warga Kampung Tambakrejo RT 5 RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara.

Dari jumlah tersebut diketahui ada separo lebih yang menolak. Sedangkan  yang setuju kurang lebih 73 KK. Mereka memang menempati bantaran sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di kawasan tersebut.

Adanya penolakan tersebut tentu saja menjadi salah satu kendala yang menghambat berlangsungnya pembangunan normalisasi sungai. “Kalau pemindahan itu pasti, mengingat pembangunan normalisasi BKT sedang berjalan,” kata Kepala Disperkim, Muthohar, Minggu (1/4).

Pihaknya menyatakan, segera memindah warga Tambakrejo ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kudu. Tetapi, saat ini masih ada sedikit kendala, yakni menunggu pemasangan jaringan listrik. “Sudah kami koordinasikan, awal bulan ini dikerjakan,” ujarnya.

Sehingga setelah fasilitas listrik tersebut selesai, segera bisa ditempati warga Tambakrejo. Berkaitan dengan kemandirian, Pemkot Semarang akan melakukan pendampingan dengan memberikan pendidikan keterampilan.

“Sehingga warga Tambakrejo diharapkan bisa mandiri. Yang namanya rumah susun itu dipersiapkan untuk sementara. Dalam arti, kalau warga tersebut telah mampu, ya harus diisi oleh warga yang tidak mampu,” katanya.

Kalau misalnya dalam kurun waktu satu tahun warga tersebut mampu menaikkan taraf ekonomi, bisa membeli tanah maupun rumah, maka harus pindah. “Rusunawa bersifat sementara,” ujarnya.

Lebih lanjut  Muthohar mengatakan, Pemkot Semarang berencana membangun rusunawa di wilayah Tambakrejo. Namun saat ini baru tahap mencari lokasi yang tepat.

“Yang jelas untuk tahun ini (2018), kami membangun dua twin block bantuan dari pemerintah pusat. Kalau yang di Tambakrejo baru diusulkan, kami masih mencari tanahnya,” katanya.

Pemindahan warga Tambakrejo mestinya bulan ini sudah dilakukan, mengingat pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur telah berjalan. “Tapi sementara ini belum, maka akan segera kami lakukan pemindahan. Tadi pagi (kemarin), perwakilan warga Tambakrejo ada yang menelepon saya ‘Pak, saya akan melihat di Rusunawa Kudu’. Kami persilakan,” ujarnya.

Sedangkan warga lain yang berada di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, kata dia, ternyata jumlah 612 warga tidak hanya rumah. Tetapi sebagian ada bangunan toko yang saat ini telah ditampung oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Saya akan koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Jangan sampai ada yang dobel. Kalau informasi data sementara lebih dari 20 warga telah masuk di data Dinas Perdagangan,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hadapi Lebaran, Proyek Infrastruktur Dikebut

MENGHADAPI Lebaran mendatang, sejumlah proyek peningkatan jalan terus dikebut. Salah satunya betonisasi Jalan Kaligawe. Diharapkan bisa selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri, sehingga pengendara...

Siapkan Solusi Alternatif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menanggapi keluhan masyarakat tentang beberapa jalan protokol yang mengalami kerusakan. Selasa (6/3), Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama beberapa Kepala Organisasi...

Bupati Minta Mahasiswa Viralkan Wisata Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Potensi wisata di Kabupaten Batang cukup banyak. Butuh pengelolaan yang tepat untuk mengembangkan potensi. Namun yang tak kalah penting segi promosi...

Atletik Ditutup

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang (GOR TLJ) telah dibuka untuk umum. Namun, khusus lapangan atletik memang masih belum bisa dimanfaatkan secara...

Progres Proyek Jembatan Tlogosari Minus 5 Persen

SEMARANG- Progres pembangunan jembatan di Tlogosari mengalami keterlambatan 5 persen dari target yang ditentukan. Hanya saja, kontraktor tetap optimistis bisa merampungkan pembangunan lima jembatan...

Didominasi Petani Tembakau

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Sebanyak 1.168 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Temanggung siap untuk diberangkatkan dalam waktu dekat ini. Jumlah 1.168 calhaj tersebut terdiri...