Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa dengan Kunjungan Industri

spot_img

RADARSEMARANG.COM – BANYAKNYA pekerja asing yang masuk ke Indonesia akhir-akhir ini membuat resah beberapa pihak. Baik kalangan pendidik, pemerintah maupun masyarakat. Pekerjaan anak lulusan SMK mayoritas sebagai pekerja atau buruh. Sekolah menengah kejuruan berperan dalam mencetak generasi terampil yang mampu menciptakan produk maupun jasa yang sesuai standar dunia usaha atau dunia industri.

Keterampilan wirausaha alumni SMK termandulkan oleh sistem kerja perusahaan yang membuat pekerja melakukan rutinitas terus menerus tanpa inovasi dan tantangan untuk berkembang. Kemampuan pekerja lokal yang kurang handal membuat mereka tergeser. Keharusan berinovasi dan semangat menggelar lapak sendiri bagi lulusan SMK adalah tantangan ke depan yang tidak bisa disepelekan.

Sikap mau bekerja keras, pantang menyerah, berpikir kreatif bagi siswa harus ada dan terasah, baik di masa sekolah maupun setelah lulus. Program kunjungan industri yang dilaksanakan setiap sekolah menengah kejuruan umumnya dilaksanakan satu kali pada kelas XI. Hal ini mestinya harus ditingkatkan dan dilakukan di setiap tingkatan kelas yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha yang berkelanjutan dari awal masuk sekolah sampai tingkat terakhir pendidikan SMK.

Baca juga:   Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Segitiga melalui NHT

Dalam kunjungan industri siswa mampu mempelajari perjuangan awal berdiri sebuah perusahaan, pengolahan produk, management perusahaan, dan pemasaran produk. Pembelajaran saat kunjungan industri memberikan kesan yang mendalam pada siswa karena mereka melihat secara riil di lapangan sehingga mampu mensinergikan ilmu yang telah dipelajari di sekolah. Hal ini memberikan pencerahan pada siswa dan menumbuhkan keinginan untuk maju dan berwirausaha.

Kemampuan siswa dalam semangat berwirausaha didukung oleh lingkungan yang kondusif. Sekolah industri mampu menjadi solusi internal dan mampu memberikan pembiasaan bagi siswa. Kunjungan industri menjadi solusi eksternal untuk memberikan gambaran perjuangan awal berdirinya dan berkembangnya suatu usaha. Faktor eksternal ini tidak bisa dikesampingkan karena memberikan efek yang tidak sedikit dalam memberikan semangat bagi siswa dalam berwirausaha. Rangsangan yang diberikan kepada siswa secara terus menerus mampu menumbuhkan aksi nyata yang memberikan pengalaman siswa dan mampu menumbuhkan jiwa wirausaha yang melekat sehingga terbentuk karakter wirausaha yang kuat.

Pembentukan karakter wirausaha siswa seharusnya ditanamkan sejak awal masuk SMK. Tujuannya untuk menumbuhkan kemampuan siswa SMK dalam menciptakan ide, mengelola, memasarkan dan menghadapi tantangan berwirausaha. Hal tersebut dapat ditindaklanjuti dengan program kelas industri maupun market project pada setiap sekolah menengah kejuruan.

Baca juga:   Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

Keberanian berwirausaha seorang siswa merupakan titik awal pembentukan karakter yang harus dimunculkan. Impian memiliki sebuah perusahaan besar bagi siswa harus dibangun dengan tidak mengesampingkan target-target usaha yang harus dirancang dan direalisasikan. Hal tersebut mampu dipelajari dengan melakukan kunjungan industri.

Kunjungan industri mampu menumbuhkan jiwa wirausaha sehingga terbentuk karakter wirausaha, membangun impian dan mampu mempelajari seluk beluk perjuangan berdirinya sebuah perusahaan. Program kunjungan industri ini seyogyanya dilakukan pada setiap tingkatan kelas untuk menjaga konsistensi jiwa wirausaha sehingga terbentuk karakter wirausaha yang menjadi harapan sekolah menengah kejuruan. Ke depannya lulusan SMK diharapkan mampu menjadi seorang enterprenuer handal, mampu bersaing di era sekarang maupun yang akan datang. (*/ton)

Guru SMK Negeri 2 Sukoharjo

Author

Populer

Lainnya