33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Tebar Perdamaian, Guru Agama Islam Kunjungi Gereja

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Sebanyak 30 guru agama Islam se-eks Karesidenan Semarang melakukan kunjungan ke Gereja Santa Theresiana, Bongsari. Kunjungan tersebut untuk membicarakan tentang kegelisahan guru agama Islam terkait dengan model pendidikan yang dapat menguatkan perdamaian. Mereka diterima oleh Pastur Kepala Paroki Santa Theresia Bongsari, Romo Eduargus Didik Cahyono, Sabtu (31/3). Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Officer Capacity Building Wahid Foundation dengan Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA).

Senior Officer Capacity Building Wahid Foundation, Hafizen, mengatakan, kegiatan ini berawal dari kegelisahan orangtua, karena anak muda yang rentan kemudian ditambah dengan kegelisahan guru agama Islam terkait dengan model pendidikan kita yang bisa melakukan penguatan perdamaian.

“Ini merupakan bagian dari kita untuk penguatan dengan melakukan perjumpaan dengan orang-orang yang memiliki identitas berbeda. Sebab, yang membuat kita saling curiga karena kita mengalami krisis perjumpaan, krisis saling mengenal, sehingga pertemuan ini memungkinkan untuk saling berinteraksi, saling mengenal lalu ke depan memungkinkan untuk bekerja secara kolaboratif melakukan kerja-kerja perdamaian, di khusunya di Semarang dan Jateng,” katanya.

Dikatakan, pertemuan tersebut tidak untuk mencari titik temu teologis, tetapi untuk menjalin silaturahmi dan kerja sama untuk mencapai cita-cita perdamaian antaragama dan antaridentitas yang berbeda.

Pastur Kepala Paroki Santa Theresia Bongsari, Romo Eduargus Didik Cahyono, mengaku sangat mendukung Wahid Foundation dan eLSA yang bisa memahami agama dengan cara pandang yang berbeda. Selain itu, dalam pertemuan itu bukan untuk mencari titik temu dan tidak saling untuk merendahkan, tetapi saling memahami dan kekayaan tradisi keagamaan masing-masing. “Untuk itu, agama lain ikut melanjutkan apa yang telah dilakukan saat ini guna terciptanya kedamaian,” paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, para guru agama Islam banyak menanyakan hal-hal keagamaan mulai dari apakah romo itu boleh menikah atau menikah diam-diam serta masalah kristenisasi. Semuanya dijawab oleh Romo Eduargus Didik Cahyono dengan terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. “Artinya semuanya mengalir bagaikan air, sehingga semuanya dapat berjalan lancar,” katanya. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

AKBP Titi Serahkan Tongkat Komando

KEBUMEN— Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Arief Bahtiar, Senin (11/12) resmi menerima tongkat komando sebagai Kapolres Kebumen. Tongkat komando berpindah tangan dari AKBP Titi...

PKK Kota Semarang Juara I Nasional

SEMARANG- Berbagai inovasi, kreativitas dan program-program kegiatan yang dilaksanakan PKK Kota Semarang di dalam membantu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berbuah manis. Dalam peringatan hari Kesatuan...

Pemeriksaan Pengunjung Diperketat

TEMANGGUNG- Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Temanggung memperketat pemeriksaan barang bawaan para pengunjung yang ingin membesuk tahanan dan narapidana. Pemeriksaan untuk mengantisipasi...

Akal Sehat Bikin Tamat Kereta Cepat

Akhirnya akal sehat yang menang: Mahathir Muhamad membatalkan proyek kereta cepat Kuala Lumpur ke Singapura. Itu akan membuat Malaysia hemat 36 miliar dolar. Mahathir...

Siapkan Lahan Rest Area di Pantai Celong

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Setelah rencana penambahan lokasi rest area disetujui oleh Presiden Joko Widodo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang dengan sigap langsung menyiapkan lahan untuk...

Menanamkan Karakter Siswa Melalui Kemitraan

RADARSEMARANG.COM - MEMBENTUK siswa yang berkarakter bukan sesuatu yang mudah dan cepat untuk diupayakan. Butuh kegigihan dan ketelatenan serta refleksi mendalam untuk membuat rentetan...