Syukuran HUT Ke-112 Digelar di 4 Kecamatan

524
KHIDMAT – Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz saat merayakan syukuran HUT ke- 112 Pekalongan di kantor Kecamatan Pekalongan Utara Sabtu malam (31/3/2018). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
KHIDMAT – Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz saat merayakan syukuran HUT ke- 112 Pekalongan di kantor Kecamatan Pekalongan Utara Sabtu malam (31/3/2018). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Ada yang unik dalam syukuran hari ulang tahun (HUT) ke-112 Kota Pekalongan. Perayaan yang digelar pada 1 April, biasanya  dipusatkan  satu tempat, tahun ini gelar di seluruh kantor kecamatan, pada satu malam secara bersamaan Sabtu (31/03/2018) lalu.

Semua acara digelar serupa, yang berisi dengan doa bersama, pentas seni daerah seperti rebana, kuntulan, tari dan pertunjukan seni bela diri. Selain itu juga dilakukan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Pekalongan, H Moch Saelany Machfudz. Sehingga pada malam tersebut Wali Kota Pekalongan road show ke masing-masing kecamatan untuk menyaksikan pertunjukan serta membuka secara simbolis dengan pemotongan tumpeng.

Saelany mengatakan perayaan diadakan di tiap kecamatan tersebut mengandung maksud hari jadi bukanlah hajat Pemkot semata, melainkan semua masyarakat Kota Pekalongan.

“Dengan konsep ini, masyarakat benar-benar memiliki ruang untuk merayakannya. Mereka merencanakan sendiri, hingga pelaksanaannya pun mereka yang menjalankan. Dari pemerintah memberikan sedikit anggaran untuk penyelenggaraan. Selebihnya mereka diperkenankan mencari sponsor yang tidak mengikat untuk mendukung sukses acara yang mereka rencanakan,” jelasnya.

Dalam road shownya, Saelany mengenakan sarung khas Kota Pekalongan, sebagai bentuk kebanggaan terhadap tradisi yang hingga kini masih terus bertahan. Ia mengatakan bahwa sarung batik Kota Pekalongan sangat anggun dan elegan saat dipakai untuk acara apapun.

“Saya sengaja memakai sarung batik ini, soalnya saya sangat bangga. Dan saya ingin menunjukkan bahwa dengan bersarung batik tidak harus disandingkan dengan baju koko dan peci saja tetapi dengan bersepatu pun macthing. Seperti yang saya kenakan malam ini, sarung batik disandingkan dengan baju batik cocok juga. Ditambah sepatu pun ternyata masih terlihat trendi,” katanya panjang lebar.

Dalam setiap acara tersebut, wali kota juga menyerahkan bantuan sosial. Di Kecamatan Pekalongan Barat diserahkan 54 bantuan sosial kematian, dan di Kecamatan Pekalongan Selatan menyerahkan 22 bantuan sosial kematian dan 2 bantuan korban rumah roboh. (han/lis)