33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Jaring 20.669 Pelanggar

Operasi Keselamatan Candi 2018

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang menilai kesadaran masyarakat dalam tertib berlalulintas masih rendah. Hal ini terlihat, selama 14 hari digelarnya Operasi Keselamatan Candi 2018 menemukan sebanyak 20.669 pelanggaran, baik pengendara roda dua maupun roda empat. Pelanggaran ini didominasi usia produktif, 16 sampai 20 tahun.

Satlantas Polrestabes Semarang mencatat 20.669 pelanggaran tersebut sebanyak 3.404 dilakukan penilangan, dan sisanya 17.265 pelanggaran diberikan teguran. Penilangan ini, paling banyak dilakukan oleh pengendara roda dua mencapai 2.382 pelanggar, sedangkan roda empat sebanyak 1.019 pelanggar.

“Bila dilihat jumlah tersebut, kami menyimpulkan, taraf ketertiban masyarakat Kota Semarang terhadap berlalu lintas masih kurang, dan harus ditingkatkan kembali,” ujar Kasat Lantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi, saat ditemui di Pos Patwal, Simpang Lima, kemarin.

Ardi menjelaskan, penilangan terhadap pengendara roda dua ini didominasi usia produktif, 16-20 tahun. Kasus pelanggaran terbanyak adalah melawan arus. “Total ada 17 jenis pelanggaran, yang paling banyak dilanggar adalah melawan arus, dan itu dilakukan malam hari, seperti di Jalan MH Thamrin, Jalan Gajahmada, dan Jalan Woltermonginsidi,” bebernya.

Dari jumlah temuan pelanggaran roda empat sebanyak 1.019 pelanggar, penindakan penilangan sebanyak 175 kendaraan yang menerobos traffic light. Perilaku atau pelanggaran ini paling banyak dilakukan di daerah pinggiran Kota Semarang.

“Kalau lampu sedang merah ya harus berhenti, bukan berarti tanpa pengawasan petugas, pengendara bisa menerobosnya, ini perilaku yang sangat membahayakan, dan bisa menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.

Menurut Ardi, pelanggaran menerobos lampu traffic light sangat membahayakan dengan alasan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu patuh berlalulintas di jalan raya, karena ini menyangkut keselamatan jiwa baik diri sendiri maupun orang lain. “Inilah yang menjadi persiapan kami sebelum melaksankan Operasi Patuh Candi 2018,” katanya.

Wakasatlantas Polrestabes Semarang, Kompol Sumiarta, menambahkan operasi tersebut dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, dilaksanakan mulai 5 – 25 Maret 2018. Kegiatan dilakukan sebagai upaya penekanan jumlah angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Semarang.

“Hasil rata-rata setiap hari di Kota Semarang kita jaring 250 sampai 350 pelanggaran. Kalau yang sifatnya pelangaran-pelanggaran kecil itu kita hanya lakukan imbauan,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada pengendara motor, utamanya orangtua yang memboncengkan anak kecil, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Menurut Sumiarta, mengenakan helm adalah hukumnya wajib ditaati oleh pengendara motor maupun pembonceng. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMAN 11 Menang Tipis Atas Smaga

SEMARANG - Tim basket SMA N 11 Semarang ungguli SMA N 3 Semarang pada pertandingan Ganesha Cup 2017. SMAN 11 mampu meraih kemenangan setelah...

Hoax Formasi #2019GantiPresiden di UMM, Rektor: Kami Upayakan Hukum

JawaPos.com - Jagat dunia maya belakangan ini dihebohkan dengan foto formasi mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang bermuatan politis. Dengan latar belakang putih,...

Ikatan Keluarga Lemhanas Jateng Dilantik

SEMARANG--Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP resmi dilantik menjadi Ketua Ikatan Keluarga Lemhanas (Ikal) Komisariat Provinsi Jawa Tengah periode 2017-2022. Pelantikan dan...

Targetkan Poin Maksimal

SEMARANG – PSIS Semarang akan melakoni laga perdana Grup 4 gelaran Liga 2 musim 2017 versus Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Sabtu...

Kapasitas 6 Juta Penumpang, Kejar Lebaran Bisa Fungsional

RADARSEMARANG.COM - Pengerjaan Bandara New Ahmad Yani Semarang terus dikebut. Bandara berkonsep unik yang mengusung tema ecogreen ini digadang-gadang bisa difungsionalkan untuk mudik Lebaran...

Copot Sendiri Baliho di Kawasan Taman KB

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Hari pertama masuk kerja setelah cuti kampanye habis, Gubernur Ganjar Pranowo, langsung menggelar apel upacara dan halalbihalal di kantor Gubernuran Jalan Pahlawan,...