Keinginan GTT dan PTT Belum Direspons

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sekolah negeri se-Kabupaten Semarang saat ini masih harap-harap cemas menunggu hasil dari audiensi mereka dengan DPRD Kabupaten Semarang Kamis (29/3).
Seperti diketahui, semua GTT dan PTT se-Kabupaten Semarang menggeruduk gedung dewan tersebut untuk mempertanyakan nasib. Yuliandhini Nur Rahmah, 26, salah satu GTT di SDN Gedhanganak 03 Kecamatan Ungaran Timur megungkapkan jika selama ini honor yang diterima oleh GTT dan PTT sangat memperihatinkan.“Ada guru honorer yang di gaji Rp 250 ribu perbulan, padahal kewajiban kami juga sama dengan guru yang sudah PNS,” katanya, Jumat (30/3).
Adapun tuntutan dari para GTT dan PTT tersebut yaitu terbitnya Surat Kerja (SK) dari Bupati Semarang. Dikatakan Andien, sapaan akrabnya, belum adanya SK Bupati membuat keberadaan GTT dan PTT ini rawan dihilangkan serta diabaikan kesejahteraannya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Forum GTT dan PTT SD Negeri Kabupaten Semarang Tri Mulyanto. Dikatakan Tri, legalitas GTT dan PTT se-Kabupaten Semarang benar-benar harus dipertegas.“Dengan dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati atau Kepala Dinas, diharapkan kesejahteraan GTT dan PTT akan lebih baik,” katanya.
Secara mandiri pihaknya sudah melakukan pendataan dan menelusuri di lapangan dan memastikan sekolah benar-benar membutuhkan guru dan pegawai honorer. “Kami sudah mendata secara valid, berdasarkan data dari Dapodik (data pokok pendidikan),” katanya.
Dari pendataan mandiri yang dilakukan oleh pihaknya, terungkap bahwa kebutuhan SD Negeri untuk guru kelas yang linier 748 orang, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) kebutuhan 236 orang, untuk PJOK 68 orang. Kemudian guru agama nonmuslim 20 orang. “Kami ada dokumennya semua,” ujarnya.
Dalam hal ini, GTT dan PTT se-Kabupaten Semarang tidak menuntut untuk diangkat menjadi PNS. Namun pengakuan sebagai GTT dan PTT dari Pemkab Semarang yang dibuktikan dengan SK Bupati maupun Kepala Dinas.
Menurutnya, selembar SK Bupati ini sangat penting bagi GTT sebab bisa menjadi modal pembinaan peningkatan kompetensi. “Kami tidak menuntut diangkat menjadi PNS tapi kami hanya minta SK ini bahwa keberadaan kami legal. Soal honor sesuai UMK itu kami serahkan ke kemampuan daearah,” katanya. (ewb/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -