33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Gigi Bisa Jadi Sumber Penyebaran Infeksi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Diampu oleh : Drg Muhammad Reza Pahlevi Sp.BM
Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut dan Maksilofasial Kelompok Staff Medik Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut RSUP Dr Kariadi Semarang
RADARSEMARANG.COM – KELUHAN pada gigi dan rongga mulut seringkali dianggap hal yang ringan oleh sebagian masyarakat. Selain itu, banyak yang menganggap bahwa infeksi yang terjadi pada gigi hanya sebagai masalah biasa dan bisa sembuh dengan sendirinya.
Drg Muhammad Reza Pahlevi Sp.BM mengatakan berawal dari infeksi di rongga mulut dapat menyebabkan penyakit lain di tubuh kita. Penyakit gigi dan rongga mulut merupakan salah satu penyakit yang banyak dijumpai pada masyarakat Indonesia. Sayangnya banyak masyarakat yang menganggap jika infeksi pada gigi dianggap masalah sepele. “Tanpa disadari, keluhan penyakit gigi juga berdampak pada merosotnya produktivitas dari penderita,” katanya kemarin.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan yang dirilis pada 2014, jumlah penduduk Indonesia yang mengalami masalah pada gigi dan mulut meningkat dari 23 persen pada 2007, menjadi 26 persen pada 2013. Kelompok usia yang paling rentan dengan penyakit gigi dan mulut adalah usia lima hingga sembilan tahun, dan 45 hingga 54 tahun.
Muhammad Reza menjelaskan, fokus infeksi atau sumber infeksi dapat berupa gigi yang berlubang, sisa akar gigi, gusi yang sering berdarah dan juga gigi bungsu tertanam sebagian atau penuh yang kemudian dapat menyebabkan penyebaran suatu infeksi pada bagian tubuh yang lain. Infeksi di rongga mulut merupakan salah satu fokus infeksi yang dapat memperberat berbagai macam penyakit sistemik seperti penyakit kelainan katup jantung atau endokardititis, kencing manis, radang paru, stroke dan lain sebagainya.
“Rongga mulut sendiri memiliki banyak mikroorganisme, misalkan bakteri streptococcus mutans yang terdapat pada karies gigi. Bakteri ini akan berkembang apabila karies gigi tidak dirawat dengan baik dan akan menimbulkan penyakit lain dengan berbagai cara. Antara lain terjadinya kontaminasi dari fokus infeksi dengan jaringan sekitarnya, kuman dari fokus infeksi juga bisa masuk ke dalam aliran darah menyebabkan bakterimia dan dapat terjadi infeksi di tempat lain, misalnya pada jantung (subacute bacterial endikarditis) dan pada rongga hidung berupa sinusitiskronis,” tuturnya.
Adanya bakteri pada aliran darah, lanjut dia, akan menyebabkan terjadi penempelan bakteri pada permukaan endotel katup jantung. Bakteri ini dengan mudah menyerang katup jantung maupun otot jantung yang telah melemah. Katup akan menjadi rentan terhadap perlekatan koloni bakteri sehingga mudah terjadi peradangan.
“Selain melalui aliran darah, mikroorganisme dan toksin juga dapat menyebar melalui aliran kelenjar limfe. Penyebaran juga dapat melalui proses autoimun sehingga dapat menyebabkan kelainan di tempat lain. Misalnya di ginjal disebut glomerulonefritis, pada sendi disebut rheumatoid arthritis serta demam rheumatik,” ucapnya.
Rongga mulut merupakan cermin dari tubuh kita sehingga setiap perubahan di dalamnya dapat dipakai sebagai indikator akan kesehatan tubuh kita. Beberapa pencegahan terjadinya infeksi pada gigi dan mulut dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan mulut, seperti menggosok gigi secara teratur sesudah sarapan dan sebelum tidur dengan menggunakan pasta gigi.
Lalu membersihkan gigi dengan cara yang aman, seperti dengan dental floss untuk membersihkan daerah-daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi dan juga mengurangi konsumsi gula yang tinggi karena dapat membuat kondisi mulut menjadi asam sehingga gigi berlubang dan memudahkan terjadinya infeksi.
“Pemeriksaan rutin untuk mengecek kondisi gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali dilakukan untuk pencegahan dan deteksi dini kerusakan gigi dan mulut. Hal tersebut bermanfaat guna mencegah penyebaran infeksi menjadi penyakit yang lebih berbahaya,” paparnya.
Diharapkan dengan memelihara kesehatan gigi dan mulut dengan baik, bukan hanya mencegah masyarakat dari penyakit gigi dan mulut. Melainkan dapat pula menghindarkan masyarakat dari risiko memperberat penyakit sistemik. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siswa Berprestasi dapat Apresiasi

WONOSOBO—Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo memberikan apresiasi pada para siswa yang berprestasi. Tak hanya untuk siswa MAN, tapi juga calon siswa yang memiliki prestasi...

Dorong Masyarakat Awasi Dana Desa

RADARSEMARANG.COM - AWAL pengembangan TI Desa, diakui Bupati Junaedi berawal dari implementasi UU Desa tahun 2015 bahwa desa wajib menggunakan TI. Padahal, masyarakat desa...

Siapkan Empat Jalur Alternatif

WONOSOBO–Menghadapi arus mudik dan libur Lebaran, Polres Wonosobo akan mengalihkan sejumlah jalur utama ke jalur alternatif. Langkah ini untuk memecah kepadatan lalu lintas yang...

Rumah Dandim Dibobol Maling

SALATIGA – Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di kota Salatiga. Tidak tanggung – tanggung, kali ini sasarannya adalah kediaman Letkol Inf Hendy Yustian...

Sekolahku, Rumah Keduaku

RADARSEMARANG.COM - MENGAPA sekolah bisa menjadi rumah kedua setelah rumah dalam arti yang sebenarnya? Tentu saja, karena waktu yang dihabiskan di sekolah sangatlah panjang....

Hari Pertama UNBK, Server Ngadat  

UNGARAN–Hari pertama ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMK di Kabupaten Semarang, ditemukan beberapa permasalahan. Seperti halnya pada pelaksanaan UNBK di SMK N 1...