33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Awalnya Hanya Diikuti 3 Orang, Kini Libatkan 60 Mahasiswa

Su’ud at-Tasdiq, Mahasiswa S2 UIN Walisongo yang Ajari Ngaji di Tiongkok

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM – Su’ud at-Tasdiq tercatat sebagai mahasiswa S2 UIN Walisongo Semarang. Namun di tengah perjalanannya, ia mendapatkan beasiswa S2 di Tiongkok. Di Negeri Tirai Bambu, ia tak hanya kuliah, tapi juga mendirikan sebuah organisasi mahasiswa Islam. Ia juga mengakomodasi warga Indonesia yang ingin kuliah di Tiongkok.
MUHAMMAD ISMAIL LUTFI
BISA kuliah  di luar negeri adalah kebanggaan yang luar biasa. Bagi yang punya duit banyak, rasanya tidak sulit menempuh pendidikan di negeri orang. Namun bagi yang ekonominya menengah ke bawah, rasanya mustahil bisa kuliah di luar negeri kalau hanya mengandalkan kantong sendiri. Satu-satunya cara ya dengan mencari beasiswa.
Seperti Su’ud at Tasdiq. Sebenarnya dia tidak punya keinginan kuliah ke luar negeri. Namun rupanya alumnus S1 Hukum Pidana UIN Walisongo ini bernasib mujur. Ia justru mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Tiongkok.
Di negeri orang itu, Su’ud – sapaan akrabnya–  tak melulu kuliah. Dia juga aktif di organisasi. Salah satu organisasi yang didirikannya adalah Permusim atau Perhimpunan Mahasiswa Muslim Indonesia. Ia mendirikan organisasi tersebut pada 2015 dengan mengajak seorang mahasiswa asal Indonesia.  “Bersama seorang teman itu, saya mengadakan kegiatan ngaji dan sharing rohani dari masjid ke masjid,” ceritanya.
Awalnya, peminat organisasi ini hanya tiga orang. Namun ia yakin, sesuatu yang dilakukan secara konsisten, pasti akan berhasil. Sekarang organisasi ini diikuti 60 mahasiswa muslim di Shanghai.  “Saya mendirikan Permusim guna mengakomodir kegiatan intelektual, sosial, dan keagamaan. Baik bagi mahasiswa maupun masyarakat muslim Indonesia di Shanghai,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dikatakan, organisasi tersebut mempunyai aktivitas rutin setiap seminggu sekali, yakni  mengaji Alquran, sharing dan membahas permasalahan sosial dan keagamaan di negara yang jumlah warga muslimnya minoritas tersebut.
Setelah kajian, biasanya Su’ud menulis hasil sharing tersebut lalu dipublikasikan di internet. “Setiap minggunya kami rutin melakukan kajian. Kami juga mengadakan pendampingan kepada masyarakat Indonesia  yang membutuhkan, baik pendampingan belajar ngaji maupun pendampingan bagi yang membutuhkan bantuan apapun,” ujar pemuda kelahiran Jepara ini.
Diakui, sebelum mendirikan Permusim, di Tiongkok sudah ada organisasi mahasiswa Kristen, organisasi mahasiswa Budhis, serta organisasi mahasiswa Katolik, yang semuanya warga Indonesia. “Jadi saat itu belum ada organisasi muslim. Saya juga ingin mengajarkan kepada mahasiswa Indonesia akan pentingnya keterampilan berorganisasi. Sebab, di Tiongkok mereka tidak bisa merasakan dinamika organisasi seperti di Indonesia” ujar kader HMI Cabang Semarang ini.
Dari organisasi ini, Su’ud berharap agar bisa melahirkan agent-agent muslim yang canggih dan responsif pada  kondisi sekitar. “Saya berharap dari sini muncul agent-agent yang canggih agar bisa mengenalkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin, dan agar mampu mempererat silaturrahmi seluruh masyarakat Muslim Indonesia di Shanghai yang dipelopori oleh teman-teman mahasiswa,” katanya.
“Kami juga memberikan pendampingan sekaligus informasi bagi teman-teman Indonesia yang ingin kuliah di Tiongkok,” tambah mahasiswa S2  Shanghai University og Finance and Economic ini.
Su’ud mengatakan, dengan organisasi tersebut, ia mendapatkan banyak manfaatnya, meskipun ada juga kendalanya. Seperti jarak yang jauh dari masjid dengan waktu tempuh 1-2 jam, dan adanya larangan melakukan aktivitas agama di ruang publik oleh pemerintah. Akan tetapi, semua itu tidak menjadi masalah yang rumit. “Alhamdulillah semua itu tidak menjadi masalah yang rumit, karena intinya selama kita berusaha untuk melakukan kebaikan, pasti Allah akan menunjukkan jalan terbaik dan memberikan kemudahan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Agung Merapat ke Bali United

SEMARANG – Sukses membawa tim PSIS Semarang finish di tempat ketiga yang sekaligus mengantarkan tim Mahesa Jenar promosi ke Liga 1 musim depan membuat...

KPID Harus Menjaga Netralitas

SEMARANG  - Anggota Komisi A DPRD Jateng, Amir Darmanto meminta Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) menjadi pengawas lembaga penyiaran publik agar selalu mengedepankan bahasa...

Akan Ingatkan Birokrat agar Tidak Korupsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Bakal Calon (balon) Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menandaskan bahwa jika dirinya terpilih sebagai gubernur, setiap hari akan mengingatkan para pejabat di Jateng...

Jadi Ujian yang Sebenarnya

SEMARANG - PSIS akan melakoni laga uji coba kedua di masa libur Ramadan. Tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut akan menjalani laga tandang versus PSS...

Tangkal Hoax, Pendam Bentuk Tim Khusus

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Penerangan Angkatan Darat (Pendam) IV Diponegoro membentuk tim khusus, dalam menghadapi berita hoax dan menjaga netralitas anggota di tahun politik 2018...

Modal Tiket Promo, Pernah Kehabisan Uang di Perjalanan

Fafan Suryo memiliki hobi plesiran seorang diri atau single travelling. Sejumlah destinasi wisata di Indonesia dan sejumlah negara pernah dikunjungi. Semuanya dilakukan dengan uang...