33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Langgar Aturan, Ratusan APK Diturunkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ratusan alat peraga kampanye (APK) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun 2018 di Kota Salatiga diturunkan paksa. Penindakan terhadap APK yang melanggar aturan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bawaslu Kota Salatiga, TNI, Polri dan instansi lainnya, Kamis (29/3).
Sebelum penindakan dilaksanakan, Kepala Satpol PP Kota Salatiga, Yayat Nurhayat menyampaikan kepada tim bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga tim sukses kedua pasangan calon Gubernur sehari sebelumnya, atau pada Rabu (28/3) di Kantor KPU Kota Salatiga.
“Dari koordinasi tersebut disepakati bahwa waktu yang diberikan untuk menurunkan sendiri APK adalah sampai pada hari Kamis (29/3) pukul 09.00, selebihnya akan ditertibkan oleh tim gabungan,” jelasnya.
Ratusan APK seperti bendera, baliho yang melanggar seperti dipasang di pohon, tiang listrik, tiang telepon, dan yang melintang di sudut-sudut jalan ditertibkan oleh tim gabungan. Barang bukti pelanggaran tersebut kemudian diserahkan kepada Bawaslu Kota Salatiga. “Selanjutnya tetap akan dilakukan patroli dari Satpol PP Kota Salatiga untuk menyisir APK yang melanggar,” pungkasnya.
Terkait pencopotan APK tersebut, DPC PDIP menilai KPU Kota Salatiga terlalu arogan dan belum mengedepankan persuasif dalam penataan alat peraga kampanye (APK). Salah satu indikasinya, surat yang dikirimkan kepada tim kampanye calon Pilgub ada deadline penurunan APK yang dinilai melanggar.
Surat yang dimaksud, dikirimkan dari KPU kota Salatiga tertanggal 26 Maret 2018 kepada dua tim kampanye. Dalam surat itu disebutkan jika berkait dengan rekomendasi yang dikirimkan panitia pengawas, ada sejumlah APK yang dinilai melanggar administrasi.
“Alangkah indahnya kalau masing–masing tim kampanye diundang baik–baik dan diberitahu dengan lebih bersahabat tentu lebih enak. Tidak seperti surat itu, yang isinya memerintahkan dan ada deadline 1 x 24 jam. Itu bukan persuasif,” tandas ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Teddy Sulistyo.
Saat dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut, Ketua KPU Salatiga, Putnawati menampiknya. Menurut Putnawati, pihaknya hanya menindaklanjuti surat dari Panwas Kota Salatiga terkait pelanggaran pemasangan APK kepada tim kampanye pasangan calon. “Temuan atau rekomendasi panwas harus ditindaklanjuti oleh KPU,” jelasnya.
Terpisah, ketua Panwas Agung Ari Mursito membenarkan jika pihaknya mengirimkan surat rekomendasi pelanggaran pemasangan APK ke KPU. Pelaggaran yang dimaksud mulai dari sisi desain berbeda dengan yang diserahkan ke KPU, melanggar pemasangan  yakni melintang di jalan, di tiang listrik atau telepon, di rambu lalu lintas maupun jembatan. (sas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Bocah Suspect Difteri

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Dua bocah di Purworejo saat ini intens dipantau Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, karena suspect difteri. Dua bocah yang dimaksud berasal dari...

Peduli Pendidikan Anak Pinggiran

GIOVANIA Kartika dosen muda yang saat ini mengampu  program  studi Akuntansi  di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga  merupakan  pendiri...

Mulai dari Upacara Berbahasa Jawa

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Upaya Pemkab Magelang melestarikan tradisi kekhasan Kota Mungkid sebagai ibu kota berkonsep pedesaan, terus dilakukan. Salah satunya tercermin dari peringatan HUT ke-34 Mungkid...

Dibedah, Bidadari Bermata Bening

MAGELANG– Perhelatan Untidar Islamic Fair (UIF) di auditorium Untidar, Sabtu (18/11) pekan lalu, dimeriahkan kehadiran novelis Habiburrahman El Shirazy. Pria yang intim disapa Kang...

Bisnis Hijab dari Tugas Kuliah

RADARSEMARANG.COM - DI balik parasnya yang cantik dan anggun, Uswatul Khoeriyah memiliki jiwa wirausaha yang luar biasa. Perempuan kelahiran Kendal, 2 Oktober 1995 ini...

Pengembangan Bandara Terkendala Cuaca

SEMARANG - Pengerjaan proyek Bandara Internasional New Ahmad Yani Semarang diharapkan dapat dipercepat. Sebab, pengembangan bandara yang ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018 mendatang terbentur...