Langgar Aturan, Ratusan APK Diturunkan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ratusan alat peraga kampanye (APK) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah tahun 2018 di Kota Salatiga diturunkan paksa. Penindakan terhadap APK yang melanggar aturan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bawaslu Kota Salatiga, TNI, Polri dan instansi lainnya, Kamis (29/3).
Sebelum penindakan dilaksanakan, Kepala Satpol PP Kota Salatiga, Yayat Nurhayat menyampaikan kepada tim bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan juga tim sukses kedua pasangan calon Gubernur sehari sebelumnya, atau pada Rabu (28/3) di Kantor KPU Kota Salatiga.
“Dari koordinasi tersebut disepakati bahwa waktu yang diberikan untuk menurunkan sendiri APK adalah sampai pada hari Kamis (29/3) pukul 09.00, selebihnya akan ditertibkan oleh tim gabungan,” jelasnya.
Ratusan APK seperti bendera, baliho yang melanggar seperti dipasang di pohon, tiang listrik, tiang telepon, dan yang melintang di sudut-sudut jalan ditertibkan oleh tim gabungan. Barang bukti pelanggaran tersebut kemudian diserahkan kepada Bawaslu Kota Salatiga. “Selanjutnya tetap akan dilakukan patroli dari Satpol PP Kota Salatiga untuk menyisir APK yang melanggar,” pungkasnya.
Terkait pencopotan APK tersebut, DPC PDIP menilai KPU Kota Salatiga terlalu arogan dan belum mengedepankan persuasif dalam penataan alat peraga kampanye (APK). Salah satu indikasinya, surat yang dikirimkan kepada tim kampanye calon Pilgub ada deadline penurunan APK yang dinilai melanggar.
Surat yang dimaksud, dikirimkan dari KPU kota Salatiga tertanggal 26 Maret 2018 kepada dua tim kampanye. Dalam surat itu disebutkan jika berkait dengan rekomendasi yang dikirimkan panitia pengawas, ada sejumlah APK yang dinilai melanggar administrasi.
“Alangkah indahnya kalau masing–masing tim kampanye diundang baik–baik dan diberitahu dengan lebih bersahabat tentu lebih enak. Tidak seperti surat itu, yang isinya memerintahkan dan ada deadline 1 x 24 jam. Itu bukan persuasif,” tandas ketua DPC PDIP Kota Salatiga, Teddy Sulistyo.
Saat dikonfirmasi mengenai tudingan tersebut, Ketua KPU Salatiga, Putnawati menampiknya. Menurut Putnawati, pihaknya hanya menindaklanjuti surat dari Panwas Kota Salatiga terkait pelanggaran pemasangan APK kepada tim kampanye pasangan calon. “Temuan atau rekomendasi panwas harus ditindaklanjuti oleh KPU,” jelasnya.
Terpisah, ketua Panwas Agung Ari Mursito membenarkan jika pihaknya mengirimkan surat rekomendasi pelanggaran pemasangan APK ke KPU. Pelaggaran yang dimaksud mulai dari sisi desain berbeda dengan yang diserahkan ke KPU, melanggar pemasangan  yakni melintang di jalan, di tiang listrik atau telepon, di rambu lalu lintas maupun jembatan. (sas/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -