Jadikan Keberagaman Sebagai Kekuatan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Generasi muda saat ini terus diingatkan untuk memegang teguh keluhuran nilai Pancasila dan cita-cita kemerdekaan. Pancasila memiliki spirit yang kuat untuk menyatukan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Termasuk dalam menjawab tantangan kebangsaan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan di hadapan ratusan mahasiswa Univesitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Kamis (29/3). Menurutnya, bangsa Indonesia tengah menghadapi tantangan kebangsaan baik dari dalam maupun luar yang diakibatkan pengaruh tatanan global dan kapitalisme.
“Oleh karena itu anak muda mengenali jati diri bangsanya, falsafah bangsanya, cita-cita Indonesia merdeka, Pancasila dan nilai keluhuran lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, tantangan kebangsaan dari dalam antara lain tercermin dari masih lemahnya penghayatan agama dan munculnya pemahaman terhadap ajaran agama yang keliru dan sempit. Selain itu, kurang berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebhinekaan dan kemajemukan, kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagaimana pemimpindan tokoh bangsa serta tidak optimalnya penegakan hukum.
“Selain itu masih ada pengabaian terhadap kepentingan daerah dan munculnya fanatisme kedaerahan,” imbuhnya.
Sementara, pengaruh globalisasi ditandai dengan kian meluasnya pengaruh globalisasi kehidupan dan persaingan antar bangsa yang semakin tajam. Sedangkan pengaruh dari kapitalisme ditandai oleh kian kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan berbagaikebijakan nasional.
Oleh karena itu, jelas Zulkifli, Indonesia harus kembali kepada cita-cita Indonesia merdeka. Meluruskan kembali kepada apa yang pernah diingatkan Bung Karno sebagai salah satu pendiri negara ini. Menurutnya, bangsa ini harus merdeka agar bersatu, bersatu agar berdaulat, berdaulat agar bisa berlaku adil dan adil agar Indonesia menjadi sejahtera.
“Anak muda kalau mau berhasil harus kuat siapa jati dirinya, darimana ia berasal, kuat rasa kebangsaannya, karena dia memahami sejarah indonesia. Harus punya ilmu, teknologi, harus menguasai, dan harus punya jaringan, berteman jangan bermusuhan,” tandasnya. (tsa/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -