33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Blangkon untuk Ganjar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, CILACAP – Sekitar 12 ribu massa yang tergabung dalam Paguyuban Resik Kubur Jerotengah (PRKJ) Kabupten Cilacap memberikan blangkon kepada calon Gubernur Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo. Blangkon tersebut merupakan simbol penghormatan tertinggi dari adat Cilacap. Hadiah itu sekaligus doa yang tulus agar Ganjar tetap menduduki kursi tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.
Ketua PRKJ di Desa Pekuncen, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Agus Sugiarto, menjelaskan, masyarakat adat yang ada di Cilacap saat ini merasa kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal, mereka menjadi pelestari adat dan kearifan lokal yang semakin tergerus modernisasi.
Satu hal yang menjadi keprihatinan adalah penyereotipan kaum adat sebagai warga yang lekat dengan klenik dan cenderung berbuat negatif. Stereotip ini berkembang di masyarakat karena pengaruh televisi. “Apalagi kalau di sinetron-sinetron televisi biasa digambarkan kalau kaum orang memakai blangkon itu sebagai sosok orang yang jahat,” ucapnya, kemarin.
Dialog berlangsung gayeng penuh canda. Warga merasa senang karena baru kali pertama sepanjang sejarah desa tersebut dikunjungi gubernur. “Kami senang akhirnya ada gubernur yang datang ke sini dan Pak Ganjar satu-satunya gubernur yang pernah berkunjung di sini. Pak Ganjar orangnya merakyat, kami senang punya pemimpin seperti beliau,” ucapnya.
Agus Sugiarto menceritakan, anggotanya di Kabupaten Cilacap saat ini sebanyak 12 ribu orang. Menurut Agus, di sejumlah kabupaten lain di Jawa Tengah juga terdapat PRKJ. “PRKJ terbentuk sekitar tahun 1970. Meski demikian, kami belum terdaftar secara resmi di pemerintah,” terangnya.
Ganjar menanggapi laporan masyarakat tersebut dengan bahasa “ngapak’. Dia menerangkan bila dirinya selalu memperhatikan tentang masyarakat adat dan seluruh budaya yang beragam di Jawa Tengah. Ketika masih aktif menjadi Gubernur Jateng ada kebijakan memakai busana adat setiap tanggal 15 dan pemakaian bahasa Jawa di lingkungan Provinsi Jateng.
Politikus PDI Perjuangan ini bahkan sempat membuka handphonenya kemudian menunjukan sebuah foto ketika dirinya memakai baju adat Jawa dan memakai blangkon saat upacara resmi di lingkungan Pemprov. Pak Presiden Jokowi berpesan supaya seluruh masyarakat adat harus tetap dijaga keberadaannya dan diberi dukungan sepenuhnya oleh pemerintah,” jelasnya.  (amh/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jual Beli Rusunawa Marak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Praktik jual beli rumah susun sewa (rusunawa) masih terjadi di Kota Semarang. Kabarnya, satu unit rusunawa dijual mulai Rp 7 juta hingga Rp...

Antisipasi DBD

PETUGAS melakukan fogging di kawasan Kenconowungu Selatan, Kota Semarang, Minggu (11/6). Angka penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kota Semarang masih cukup tinggi. Fogging...

Irit Dana, Dijamin Tetap Meriah

PEKALONGAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-111 pada 1 April mendatang. Beragam acara akan diselenggarakan dalam rangkaian peringatan tersebut. Walaupun...

Mengunjungi Kampoeng Djadhoel Rejomulyo Semarang

Kampung Batik Tengah, Rejomulyo, Semarang Timur melakukan rebranding. Warga setempat menjadikan wilayahnya sebagai Kampoeng Djadhoel. Di sini, warga memvisualisasikan sejarah Semarang dalam lukisan mural...

Tak Henti Berinovasi demi Tertib Berlalu Lintas

RADARSEMARANG.COM - Kerja keras Satuan Lalu Lintas Polres Magelang Kota dalam menyadarkan masyarakat untuk tertib berlalu lintas berbuah penghargaan. Anugerah Jawa Pos Radar Semarang...

Brother Fokus Bidik Market Corporate

SEMARANG – Brother kini fokus untuk meningkatkan penjualan printer dengan membidik market corporate. Ppasar corporate di Jawa Tengah dianggap masih sangat potensial. Presiden Direktur PT...