30 C
Semarang
Kamis, 10 Juni 2021

Sita Puluhan Kaleng Ikan Sarden Makarel

BPOM Sisir Produk Mengandung Parasit Cacing

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menindaklanjuti adanya penemuan produk ikan sarden makarel yang mengandung parasit cacing, petugas gabungan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan Balai Karantina Ikan dan Pengembangan Mutu (BKIPM) menggelar inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (29/3) kemarin. Sidak menyasar sejumlah pasar swalayan di Kota Semarang.
Salah satunya, Swalayan Gori di Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Disana, petugas menyita puluhan kaleng ikan makarel termasuk dalam 27 merek ikan sarden kaleng mengandung parasit cacing.
Staf BPOM Kota Semarang, Elisa Kesumaesti mengatakan bahwa sidak digelar untuk mengantisipasi beredarnya produk ikan sarden yang mengandung cacing tersebut. “Kami mulai menelusuri produk-produk ikan makarel yang dijual di Semarang. Ini langkah kami mengantisipasi beredarnya kandungan cacing pada produk ikan sarden,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela sidak.
Di Swalayan Gori, petugas menyita empat merek ikan makarel yang seharusnya telah ditarik dari peredaran. Empat produk tersebut di antaranya, Pronas, Ikan Makarel King Fusher, Ikan Makarel ABC, dan Botan Makarel ukuran 425 gram dan 155 gram. Selanjutnya, produk makanan yang disita akan diuji di laboratorium BPOM. “Di sini, kami mengambil sampelnya untuk diuji di laboratorium. Sejauh ini, di Semarang belum ditemukan kandungan cacing pada ikan makarel,” terangnya.
Terpisah, Asisten Store Manager Swalayan Goori Ngaliyan, Hendro Priyastono menuturkan bahwa penarikan empat merek makarel ini dilakukan atas perintah pimpinan store di kantor pusat, Jakarta. Penarikan langsung dilakukan setelah pengelola Swalayan Goori mendapati kabar beredarnya kandungan cacing pada ikan sarden.
“Informasinya beredar kencang di media massa. Ditambah adanya perintah langsung dari pengelola swalayan di Jakarta. Maka dari itu, dilakukan penarikan produk sarden yang dijual di sini,” jelas Hendro.
Selama ini, sambungnya, produk ikan kaleng sarden banyak diminati pembeli. Selain mudah diolah, ikan sarden dapat disimpan dalam waktu lama. Hampir setiap hari, pihaknya mendapat distribusi dua dus sarden dari berbagai jenis. Dengan kondisi ini, pihaknya memilih menunda penjualan produk makarel sampai ada pembenahan kualitas sesuai aturan BPOM. “Supliyer harus mengklarifikasi terkait kandungan cacing di dalam sarden guna menghindari komplain para pembeli,” tandasnya. (tsa/ida)
 

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here