33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Pernah Amankan 16 Ekor Ular dalam 2 Malam

Wisnu Aji, Warga Tembalang, Semarang yang Hobi Menjinakkan Ular Liar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Sejatinya, ular adalah hewan liar. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan, hewan berbisa ini bisa dijinakkan. Asal tahu chemistry-nya, ular bisa digendong layaknya hewan peliharaan. Seperti apa?
AJIE MAHENDRA
ADALAH Wisnu Aji warga Tembalang. Dia hobi menjinakkan ular liar untuk dijadikan hewan peliharaan. Bahkan, saat peralihan musim seperti sekarang, dia berburu di tempat-tempat yang biasanya dijadikan markas ular.
“Kalau pas peralihan musim, biasanya banyak kemunculan ular gadung luwuk. Itu ular ekor merah yang punya gigitan berbisa. Jumlahnya sangat banyak terutama di Perumahan Bukit Kencana Tembalang dan BSB Mijen,” ungkapnya.
Beberapa waktu lalu, lanjutnya, ada laporan warga terkait penemuan ular semakin marak. Ada ular yang meneror warga RT 03/RW V Jalan Sumbing. Seekor ular berukuran besar dilaporkan muncul di sebuah rumah kosong pada malam hari. Bahkan, diduga sempat memakan ayam milik warga.
Dia pun mengimbau kepada warga setempat agar tidak panik saat menghadapi kemunculan ular. Sebab, menurutnya ular berbisa biasanya hanya keluar dari sarangnya saat malam hari untuk berkembangbiak. Jika melihat ada ular, sebaiknya melapor ada penemuan ular kepada dirinya. “Saya selalu bawa grapstik untuk menjinakan ular berbisa,” cetusnya.
Wisnu menuturkan aktivitasnya menjinakan ular sudah dilakukannya sejak kecil. Kemudian 2015 silam, dia bergabung di komunitas pecinta alam dan satwa (Kapas) untuk mempelajari seluk-beluk penanganan ular berbagai jenis. Sejak itulah, aktivitasnya selalu bersinggungan dengan hewan melata tersebut.
Hingga sekarang, sudah ratusan ular yang dia jinakkan. Dari pengalamannya, dia mampu mengamankan 16 ekor hanya dalam dua malam. “Saya pernah menangkap piton sepanjang 6 meter yang saat itu melintas di jalan raya depan Akpol,” ujarnya.
Dia pun memberi tips kepada warga supaya tidak panik saat menangkap ular. Jika ukurannya besar, seekor ular harus ditangkap pada bagian ekornya. “Kami mainkan dulu ekornya, kalau sudah mulai tenang, baru tangkap kepalanya, ditutup lakban lalu dilepas lilitannya. Makanya, setiap kali beraksi, saya selalu bawa karung, lakban, grapstick. Satu lagi yang patut diperhatikan, pakai sepatu sebagai pelindung kaki saat di semak belukar,” imbuhnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bangun Kebersamaan di Segala Kegiatan

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Desa Beji Lor memiliki warga yang sangat guyub dalam segala kegiatan bersama. Salah satunnya dapat disaksikan pada kegiatan merti Desa yang  rutin digelar...

Sambut Ramadan dengan Paket Serba Gratis

PEKALONGAN-Sudah menjadi tradisi bagi setiap hotel untuk mengemas dan melakukan inovasi dalam meningkatkan revenue, khususnya dari Department Food & Beverage (F&B). Meski begitu, tetap ada nuansa...

Wali Kota dan DPRD Terancam Tidak Gajian

SALATIGA – Rapat paripurna penandatangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga yang digelar DPRD kembali gagal dilaksanakan, Senin (20/11). Penyebabnya masih sama,...

Usai Diganti, Sekda Kota Semarang Menangis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Para pejabat maupun pegawai di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendadak terhenyak, mendengar kabar mengejutkan. Ibarat tidak ada angin tidak ada...

Krisis Berbahasa Indonesia

“KID Zaman Now”, “Duh, gue tercyduk guru BK”, “Kamu kok sok alay”, Laper tapi mager”, adalah sederetan kalimat yang sedang populer saat ini. Dari...

Ditemukan BRT Berasap Pekat dan Knalpot Hilang

SEMARANG - Sebanyak delapan armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor II, jurusan Terboyo-Sisemut Ungaran, dinyatakan tidak laik jalan alias tidak memenuhi persyaratan sebagai...