33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Perlu Pengembangan Makan Pokok Alternatif

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Untuk mengurangi konsumsi beras yang saat ini menjadi sumber pangan pokok masyarakat, Pemerintah Kota Pekalongan merasa perlu dilakukan pengembangan makanan pokok alternatif. Salah satunya dengan mengonsumsi menu makanan beragam, bergizi, sehat dan aman (B2SA).

“Saya rasa perlu dilakukan pengembangan sumber daya pangan lokal, sebab keberadaannya sangat melimpah di sekitar kita, selain itu juga membantu perekonomian para petani,” ucap Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz saat membuka lomba cipta menu B2SA dan cipta kudapan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-112 Kota Pekalongan Kamis (29/3/2018).

Bahan makanan ini sebut wali kota seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, pisang, talas, sukun, dan menu sejenis lain. Kesemuanya bisa diolah sedemikian rupa, sehingga enak untuk dikonsumsi masyarakat.

Menurut dia,  saat ini tidak ada satupun bahan pangan yang mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap. Sehingga untuk dapat hidup sehat, aktif, cerdas dan produktif setiap orang harus mengonsumsi aneka ragam pangan secara seimbang. Baik berasal dari pangan sumber karbohidrat, protein (nabati maupun hewani) serta vitamin dan mineral.

“Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, dengan cara memenuhi unsur menu makan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) agar kebutuhan gizi keluarga benar-benar terpenuhi,” terang Saelany.

Untuk itu pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi aneka makanan tersebut agar gizi terpenuhhi. Untuk itu, diharapkan cipta menu B2SA ini tidak hanya untuk lomba saja, tetapi diaplikasikan di masyarakat seterusnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Agus Jati Waluyo menambahkan, lomba cipta menu B2SA dan cipta kudapan ini  diikuti oleh anggota tim penggerak PKK kelurahan se-Kota Pekalongan, sebanyak 27 tim ini. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi B2SA agar meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Karsiti salah satu tim juri dari SMK N 1 Pekalongan menambahkan untuk kriteria penilaian dilakukan berdasarkan aspek kualitatif dan kuantitatif penggunaan bahan pangan lokal yang ada di wilayah setempat dalam menu yang disajikan. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mayat Bayi Tersangkut di Saluran Irigasi Desa

PURWOREJO—Warga Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jumat (6/10) pagi, dikejutkan dengan temuan mayat bayi laki-laki di saluran irigasi desa setempat. Saat ditemukan, mayat...

Jalur Trayek Dirombak

SLAWI-Menjelang pengoperasian Terminal Dukuhsalam akhir tahun 2017, Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal berencana merombak total jalur trayek angkutan pedesaan (angkudes) yang melintasi...

Pungli, Oknum Satpol PP Terancam Dipecat

SEMARANG - Buntut penyegelan bangunan semipermanen warung swike di Jalan Jolotundo, Gayamsari, Semarang oleh penyidik Perda Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang,...

Cara Membangun Karakter Anak

RADARSEMARANG.COM, PERAN keluarga dalam pembentukkan karakter anak merupakan hal yang terpenting. Seperti kata mutiara yang berbunyi “Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya” yang bermakna...

Kantor Gudang Garam Dirampok

KENDAL - Kawanan perampok bersenjata api (senpi) beraksi di kantor distributor rokok Gudang Garam di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Senin (1/5) dini hari....

Bisnis Pertanian, Bawa Kesuksesan

RADARSEMARANG.COM - SIAPA sangka, jika Hermansyah Bakri pernah mengalami hidup sulit, tak ada uang untuk membeli susu anak, apalagi untuk makan. Pernah pada posisi...