33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Diminta Tak Andalkan Twitter

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov Jateng diminta tak hanya mengandalkan media internal dan medsos dalam menyebarkan informasi terkait kebijakan. Sebab adakalanya kanal internal seperti twitter dan medsos lainnya kurang efektif menjangkau kelompok masyarakat tertentu. Sebagian masyarakat justru lebih menyukai komunikasi secara tatap muka.
Hal tersebut dikatakan Galih Wibowo S.Sos MA saat paparan disertasinya dengan judul “Kebijakan Diseminasi Informasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah”. Galih ditetapkan lulus dalam ujian promosi doktor, Program Studi Doktor Administrasi Publik FISIP Undip. Ujian digelar di Ruang Sidang Utama Gedung Pasca Sarjana Undip, Selasa (27/3). Staf Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinkominfo Jateng itu disebut-sebut sebagai doktor termuda di Pemprov Jateng. Dia lulus berpredikat cumlaude dengan IPK 3,89 dan lama studi 3 tahun 25 hari.
Menurut dia, dalam penelitian yang dilakukan, ada peran kelompok informasi masyarakat yang penting dalam diseminasi informasi. Kelompok ini dipimpin para tokoh masyarakat. Di beberapa daerah, kelompok informasi ini melakukan penyebaran informasi melalui kegiatan layar tancap hingga jagongan manten. “Yang lebih maju lagi ada di Purbalingga. Mereka membuat radio. Isu apapun dibahas. Seperti pembuatan SIM dan STNK. Mereka tak segan mengundang polisi sebagai narasumber,” ungkap Galih yang mengambil sejumlah media cetak, televisi, dan radio sebagai informan penelitian.
Dikatakannya, ada beberapa kelompok masyarakat yang lebih menyukai komunikasi tatap muka seperti itu. Sebagai orang Jawa, mereka menganggap cara tersebut lebih nguwongke. Selain itu, pengguna internet di Jateng tak lebih dari 30 persen karena infrastruktur yang kurang. Maka, internet hanya menjangkau kalangan menengah keatas.
Dikatakannya, media internal seperti twitter juga punya kelemahan. Ketika masyarakat melapor, respon pemerintah adalah melempar keluhan tersebut ke dinas terkait. Sehingga pertanyaan atau keluhan tak bisa dijawab seketika. “Masyarakat juga bingung, akun twitter nya banyak karena seluruh dinas punya akun. Begitu juga nomor SMS. Mereka bingung mau melapor kemana,” papar pria 37 tahun tersebut.
Dia menyarankan Pemprov Jateng menggunakan kolaborasi sumber daya, dan kerjasama dengan media massa dalam diseminasi informasi. Sebab, dalam penyebaran informasi, ada 4 aktor yaitu
birokrasi, kelompok informasi, media massa, dan publik selaku subjek dan penerima kebijakan.
Dia menilai implementasi kebijakan diseminasi informasi pada Pemprov Jateng kurang optimal. Permenkominfo No 17/2009 tentang Diseminasi Informasi Pemda sebagai acuan tak terlaksana dengan baik karena beberapa sebab. Diantaranya istilah diseminasi informasi menjadi hal asing dan tidak populer di mata pemangku kepentingan. Selain itu, SDM pelaku diseminasi informasi jumlahnya terbatas dan tidak didukung kompetensi formal yang linear dengan pekerjaan.
Dalam ujian promosi tersebut, tampil sebagai promotor utama Prof Drs Y Warella MPA PhD dan co promotor Prof Dr Dra Sri Suwitri MSi serta Dr Kismartini MSi. Sementara penguji adalah DR. Drs Sunarto MSi, DR Hedi Pudjo Santoso MSi, DR Retno Kusumaningrum SSi MKom, Dr Ida Widianingsih SIP MA PhD, dan Dr Hj Lishapsari Prihartini MSi. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

SMPN 1 Magelang Terbaik se-Jateng

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – SMPN 1 Kota Magelang berhasil meraih hasil terbaik dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) se-Provinsi Jawa Tengah. SMPN 1 Kota Magelang...

Dinas Kesehatan Jateng Tingkatkan Kualitas Pelayan Kesehatan Dinas Kesehatan Jateng Tingkatkan Kualitas Pelayan Kesehatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Tenaga pelayan kesehatan merupakan salah satu ujung tombak, meningkatnya kesehatan masyarakat, karena itu peningkatan kualitas pelayan kesehatan harus terus menerus dilakukan. Hal itu...

Perlintasan Arus Suporter Diketati

RADARSEMARANG.COM - RIBUAN suporter PSIS dan Arema Malang akan hadir pada pertandingan di Stadion Moch Soebroto, Minggu (7/1) mendatang. PSIS menjamu tamunya di Kota...

Minta Moratorium Pertambangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Maraknya pertambangan di kawasan karst daerah Kendeng menjadi perhatian Komunitas Ahli Waris Kendeng Sukolilo, Pati. Mereka pun mengadu ke Komisi D...

Dijerat Pasal Pemerasan terhadap WNA

KEBUMEN—Empat oknum petugas kantor Imigrasi Kelas II Cilacap dijerat pasal pemerasan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kebumen, belum lama ini.  Keempatnya ditangkap Satgas Saber...

Jalan Berlubang semakin Meluas

SEMARANG - Jalan rusak tak hanya di jalur Pantura. Di Gunungpati, Semarang pun sejumlah ruas jalan mulai berlubang. Seperti di Jalan Raya Gunungpati, Kelurahan...