31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Dies Natalis ke-53 UNNES Mendunia dengan Prestasi dan Karya

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM – SEIRING bertambahnya umur, Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus berkembang dan maju. Bahkan, kampusnya semakin hijau dan budaya akademiknya semakin unggul. Hal itu mendorong universitas berwawasan konservasi ini menetapkan target besar untuk menjadi universitas yang mendunia melalui prestasi dan karya.
Bukti sahih meningkatknya budaya akademik di UNNES adalah akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dengan akreditasi, organisasi dan kultur akademik UNNES dianggap unggul dan patut menjadi rujukan perguruan tinggi lain.
Jumlah program studi terakreditasi A ini, juga semakin meningkat. Hingga akhir tahun 2017 saja, jumlah prodi terakreditasi A telah mencapai 40 persen. Ini dapat dibaca sebagai pengakuan terhadap komitmen UNNES menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Budaya akademik, prestasi, dan karya merupakan modal UNNES dalam menyiapkan diri menjadi universitas bereputasi internasional atau mendunia. Kesadaran itulah yang mendorong Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman terus melakukan perubahan pada universitas yang dipimpinnya.
Dia menyadari bahwa tantangan perguruan tinggi semakin besar. Apalagi dalam era saat ini, prestasi tak hanya menjadi bukti, tapi juga menjadi juru bicara paling vokal untuk menempatkan UNNES diakui kiprahnya secara internasional. “Kesungguhan UNNES menjadi universitas yang mendunia ditunjukkan dengan dijadikannya tahun 2018 sebagai tahun internasionalisasi,” kata Prof Fathur.
Pada tahun ini, berbagai modal sosial dan inteleketual yang dimiliki UNNES diarahkan untuk mendorong universitas menjadi aktor yang penting secara global. Secara filosofis, Prof Fathur berpendapat, tahun internasionalisasi berangkat dari kesadaran bahwa manusia Indonesia adalah bagian dari masyarakat dunia. “Kesadaran ini telah tumbuh sejak Indonesia dirancang oleh sejumlah pendiri bangsa. Hubungan antarbangsa dan antarnegara merupakan keniscayaan untuk menghadapi berbagai tantangan bersama,” ucapnya.
Dalam draf awal Pancasila yang disampaikan Soekarno untuk pertama kali, internasionalisme (dan kemanusiaan) hadir sebagai prinsip yang mengatur hubungan Indonesia dengan masyarakat dunia. Dengan prinsip internasionalisme, bangsa Indonesia mengakui hubungan antarbangsa sebagai keniscayaan.
Sementara dalam dunia pendidikan, internasionalisme merupakan keniscayaan karena ilmu pengetahuan dipersepsikan sebagai objek yang universal. Ilmu pengetahuan bahkan objek yang sangat cair sehingga kerap menerobos batas teroterial dan politik. “Ilmu pengetahuan menghubungkan satu manusia dengan manusia lain, menghubungan lembaga pendidikan satu dengan lembaga pendidikan lain,juga menghubungkan bangsa satu dengan bangsa lain,” ujarnya.
Dalam konteks seperti itulah internasionalisasi UNNES dicanangkan. Sebagai lembaga pendidikan, UNNES memandang bahwa dirinya tidak terpisah dengan lembaga keilmuan lain di berbagai negara. Secara kronologis, internasionalisasi merupakan kelanjutan dari prestasi tahun-tahun sebelumnya. Artinya, untuk menjadi universitas bereputasi internasional, tradisi inovasi dan reputasi yang dibangun pada tahun sebelumnya tetap harus dijaga dan ditingkatkan.
“Tahun internasionalisasi juga merupakan periode yang tidak terpisahkan dari rencana UNNES menjadi perguruan tinggi mandiri pada tahun 2019. Capaian masa lalu, tantangan masa kini, dan visi pada masa depan merupakan lintasan waktu yang tidak dapat dipisahkan,” pungkasnya. (den/adv)

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman. (ISTIMEWA)
Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman. (ISTIMEWA)

Internasionalisasi UNNES, Bersanding dan Bersaing
INTERNASIONALISASI UNNES pada tahun 2018 dilakukan dalam dua kerangka besar, yaitu bersaing dan bersanding. Internasionalisasi sendiri dipahami sebagai target penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi yang digunakan agar bisa bersanding dan atau bersaing dengan perguruan tinggi lain di dunia.
Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman mengatakan semangat bersanding adalah semangat berkolaborasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat dan alam semesta. “Dalam posisi ini, UNNES menempatkan diri sebagai partner bagi perguruan tinggi lain mengatasi masalah-masalah global secara bersama-sama,” katanya.
Sementara semangat bersaing adalah semangat berprestasi dalam usaha terus meningkatkan kualitas diri. Bersaing di sini tidak bermakna negatif untuk saling mengalahkan, tetapi justru bermakna positif yaitu terus mengembangkan diri. “Semangat bersaing diperlukan karena permasalahan dunia semakin kompleks sehingga harus dijawab dengan solusi yang lebih canggih,” tambahnya.
Ia menjelaskan, agar bisa bersanding sekaligus bersaing, UNNES telah menetapkan sembilan target strategis. Kesembilan target tersebut adalah (1) ranking dan rating internasional, (2) akreditasi internasional, (3) kelas/rombel internasional, (4) mahasiswa asing/internasional, (5) mobilitas internasional dosen dan mahasiswa, (6) riset dan publikasi internasional, (7) buku internasional, (8) reputasi dan prestasi internasional mahasiswa, dan (9) pusat unggulan inovasi dan HKI.
“Sembilan target besar itulah dirinci menjadi target-target operasional yang lebih teknis. Unit-unit tertentu bertanggung jawab meraih target pada bidang-bidang tertentu yang spesifik. Oleh karena itu, capaian itu ditentukan oleh kerja keras dan komitmen semua pihak,” paparnya.
Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES ini menerangkan, perubahan besar yang dilakukan UNNES berangkat dari keyakinan bahwa perubahan adalah keniscayaan. Dalam proses berubahan itu ada tiga tipe subjek, yaitu aktor pengubah, aktor adaptif, dan aktor yang dipaksa berubah. Sebagai lembaga pendidikan yang aktif dan senantiasa bergairah, UNNES harus menjadi aktor pengubah. Dalam kapasitas ini, UNNES menjadi aktor yang menginisiasi perubahan dan menentukan ke arah mana perubahan dilakukan.
“Untuk mempersiapkan diri menjadi aktor pengubah, pembenahan telah dan akan terus dilakukan UNNES dalam berbagai bidang. Pembenahan yang paling kasat mata adalah peningkatan fasilitas pembelajaran yang terus-menerus dilakukan. Tetapi di luar itu, aspek-aspek metastruktur juga terus dibenahi,” jelasnya.
Setelah semangat berinovasi dan kesadaran reputasi dibentuk, pelayanan prima terus dijaga. UNNES juga terus mewujudkan good governance university antara lain dengan menetapkan diri masuk dalam zona integritas. “Bersamaan dengan itu, prestasi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan juga terus ditingkatkan,” tegasnya. (den/adv)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...