32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Dies Natalis ke-53, UNNES Ciptakan 5 Rekor Leprid

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Dies Natalis ke-53 Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun ini sungguh spesial. Sebab, kampus di kawasan Sekaran, Gunungpati ini berhasil memecahkan lima rekor sekaligus dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Yang terbaru adalah rekor pergelaran wayang kulit spektakuler kolaborasi gagrak Surakarta dan gagrak Jogjakarta pertama di Indonesia. Sertifikat rekor terbaru ini akan diserahkan oleh Direktur Leprid, Paulus Pangka, di sela pergelaran wayang kulit nanti malam (29/3).
Penanggung jawab Dies Natalis UNNES ke-53, Dr Wahyono MM, mengatakan, sampai April mendatang, total akan ada lima kegiatan yang masuk dalam rekor Leprid. Sebelumnya, UNNES berhasil memecahkan rekor Senam Goyang Konservasi yang diikuti 10.573 peserta dengan iringan gamelan secara langsung.  Dua rekor baru yang berhasil diraih UNNES lainnya adalah servis gratis selama 24 jam nonstop, dan konsistensi melakukan servis gratis selama 16 tahun berturut-turut oleh mahasiswa Fakultas Teknik UNNES.
“Rekor keempat akan dipecahkan saat pergelaran wayang spektakuler Kamis (29/3) malam besok (malam ini, Red) adalah rekor keempat yang diperoleh. April nanti rencananya kami juga akan memecahkan rekor pergelaran tari pada perayaan Hari Tari Sedunia yang merupakan rekor kelima,”katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (28/3).
Ia menjelaskan, pemecahan rekor Leprid pada bidang seni kali ini mencoba mengkolaborasikan pergelaran wayang kulit dengan gagrak Surakarta dan Jogjakarta. Dua gagrak wayang tersebut, mempunya karakter dan basic yang berbeda, namun coba disatukan di dalam satu panggung.
“Dua dalang dengan gagrak Surakarta, yakni Ki Sigit Ariyanto, dan gagrak Jogjakarta Ki Seno Nugroho akan coba berkaloborasi. Gamelan masing-masing dalang akan membawa plus dengan sinden, keduanya akan bermain dalam satu panggung,” jelas pria yang juga Dekan Fakultas Ekonomi UNNES ini.
Pergelaran wayang tersebut rencananya akan dihadiri oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan terbuka untuk umum. Lakon yang diusung, yakni Mangunggaling Mustikaning Jagad. Lakon ini diamini dari filosifi Pancasila, dan target UNNES mengejar internasionaliasi, namun tetap di bawah bingkai NKRI dengan pilarnya Pancasila. “Nanti akan dijabarkan, sekaligus untuk meningkatan rasa nasionalisme generasi muda yang kian pudar,” tuturnya.
Direktur Leprid, Paulus Pangka SH, menerangkan, jika pihak UNNES memang pantas mendapatkan rekor dan penghargaan. Pasalnya, kampus UNNES dianggap memberikan inspirasi untuk Indonesia, bahkan masyarakat dunia.
“Penghargaan tersebut diharapkan bisa menggugah insan Indonesia untuk lebih berprestasi dalam bidang masing-masing. Selain itu, memberikan insipirasi dan inovasi agar lebih berprestasi,” katanya. (den/bis/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here