33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Wali Kota Hendi Turun Tangan Awasi Pembangunan Kota Lama Semarang

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasca dicoretnya Kota Tua Sawahlunto dan Kota Tua Jakarta dari daftar sementara Warisan Budaya Dunia UNESCO, Kota Lama Semarang sebagai satu-satunya masih masuk dalam daftar sementara Warisan Budaya Dunia Unesco, berupaya keras agar penataan kawasan tidak merubah nilai historis yang terdapat dalam kawasan tersebut. Tak tanggung-tanggung, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berkomitmen untuk turun tangan langsung mengawasi pembangunan Kota Lama Semarang yang sedang berjalan.
Selasa (27/3), Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut mendatangi direksi keet project revitalisasi Kota Lama yang terletak di Jalan Kp. Sleko, Kota Semarang. Di sana dirinya meneliti masterplan Kawasan Kota Lama Semarang yang dibagi dalam tiga zona.
Zona pertama terdiri dari Jalan Tawang, Merak, Garuda, Branjangan, Nuri, Cendrawasih, Kedasih, Srigunting, Sleko, Kutilang, Mpu Tantular, Kasuari, dan Merpati. Sedangkan Zona dua terdiri dari Jalan Kenari, Pinggir Kali Semarang, Perkutut, Lentjen Suprapto, Suari, Kepodang, Sendoro, Gelatik, serta Jurnatan. Dan untuk zona ketiga terdiri dari Kolam Retensi Mberok serta Kolam Retensi Bubakan.
“Di Kota Lama kita berusaha keras mempertahankan kelestarian bangunan-bangunan cagar budaya ini dengan mengawasi sekaligus merawat bangunan-bangunan yang ada,” jelas Hendi.
“Untuk itu kami perlu dukungan dari masyarakat, yang harus melaporkan apabila ada bangunan-bangunan cagar budaya yang coba dibongkar, dirusak, atau bahkan mau diganti dengan konstruksi yang berbeda dengan bentuk awalnya”, tegasnya.
Terkait project penataan Kawasan Kota Lama Semarang sendiri, Hendi sendiri optimis pengerjaannya dapat selesai di tahun 2018 ini. “Project ini dikerjakan dua tahun anggaran dengan nilai Rp 156 miliar, dan tahun anggaran yang pertama sudah dimulai pada bulan November tahun lalu, jadi targetnya Desember 2018 bisa diselesaikan,” terangnya.
“Untuk itu hari ini saya cek mulai dari rencana drainase yang akan menggunakan U ditch, kemudian juga terkait ducting untuk membebaskan Kota Lama dari kabel-kabel di atas karena akan kita tanam di bawah, dan seterusnya,” tandasnya.
Selanjutnya berkaca dari dicoretnya Kota Tua Sawahlunto dan Kota Tua Jakarta karena tidak mampu melengkapi data historis, Hendi terus berusaha untuk mendapatkan peta asli Kawasan Kota Lama Semarang yang masih tersimpan di Belanda.
“Hari ini dalam proses penyerahan, dan kami juga sedang menyiapkan tempat khusus yang steril untuk menyimpan peta tersebut agar kemudian tidak rusak setelah diserahkan kepada kami,” ungkap Hendi.
“Untuk itu nanti tanggal 10 April ada tenaga ahli dari Belanda yang akan datang ke Semarang untuk membahas terkait peta tersebut,” tandasnya. (*zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tradisi Idul Adha Perantau Madura, Pulang demi Nyambung Bheleh

Idul Adha adalah panggilan pulang untuk para perantau Madura di mana pun berada dan apa pun pekerjaannya. Entah demi silaturahmi dengan keluarga besar atau...

Penuhi Verifikasi Faktual, PKB Siap Ikut Pemilu 2019

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Demak, kemarin melakukan verifikasi faktual terhadap partai peserta pemilu 2019. Parpol yang telah diverifikasi adalah PKB,...

Pengamat : Petahana Bisa Tumbang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jateng memang santer disebut kandang banteng, karena basis terbesar Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Meski begitu, petahana yang diusung partai berlogo banteng moncong...

Rekahan Meluas hingga Kebun Kopi

UNGARAN - Penurunan tanah di Desa ‎Candi Garon, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang semakin meluas. Setidaknya rekahan tanah sudah menjalar hingga ke lahan perkebunan kopi...

Salurkan Air Bersih Dengan Armored Water Canon

SEMARANG – Sudah enam bulan wilayah Rowosari, Kecamatan Tembalang, krisis air bersih. Kemarau panjang membuat sumber air di wilayah tersebut mengering. Merasa empati dengan...

Global Elektronik Gelar Diskon Besar-besaran

SEMARANG - Dalam rangka menyambut hari belanja online, Global Elektronik Selasa (12/12) menghadirkan berbagai kemudahan transaksi, dan penawaran menarik. Selain itu juga digelar korting...