33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Berbagi Inspirasi dalam Mendekorasi Rumah Sendiri

Lebih Dekat dengan Komunitas Home Decor Lovers Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Penataan interior yang tepat menjadikan hunian kian nyaman ditinggali. Seni mendekorasi rumah pun menjadi salah satu hobi yang menyenangkan. Komunitas Home Decor Lovers Semarang menjadi salah satu wadah bagi mereka. Seperti apa?
NURUL PRATIDINA
PENATAAN interior agar hunian terasa lebih nyaman ditinggali bukan perkara mudah. Ada rasa dan seni yang dikombinasikan di sini.  Sewa jasa desainer interior bisa jadi pilihan, namun juga ada kepuasan saat mendekorasi rumah sendiri. Seperti yang dirasakan oleh para anggota Komunitas Home Decor Lovers (HDL) Semarang
Salah seorang anggota HDL Semarang, Fransiska Anggun Wisudhatama, mengungkapkan, komunitas ini berawal dari kesamaan hobi mendekorasi rumah. Kali pertama terbentuk di Jakarta pada Mei 2017, khusus region Semarang terbentuk Agustus 2017.
“Awalnya dari mereka yang suka mendekor rumah berkumpul jadilah HDL, dan kami rata- rata mendekor rumah sendri, tanpa jasa interior design,”ujarnya.
Sejumlah kegiatan pun digelar. Di antaranya, kopdar yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Dengan agenda bertemu dengan para member dan diselipi mini seminar terkait dekorasi rumah. Mereka yang ahli dalam interior design pun dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
“Dalam mini seminar ini kesempatan untuk bertanya sesuai tema yang diangkat. Salah satunya tema Indian. Ya, komunitas ini dengan berbagai kegiatannya diharapkan dapat menjadi sarana untuk menginspirasi ibu-ibu dalam mendekorasi rumah,”katanya.
Meski bernama HDL Semarang, lanjutnya, anggota komunitas ini tidak hanya berdomisili di Semarang saja, tapi juga dari Blora, Pemalang, Pati, dan kota-kota lainnya. Tema dekorasi rumah pun beragam, tergantung selera masing-masing. Mulai dari scandinavian, shabby, vintage dan lain-lain. “Meskipun selera dekorasi berbeda, tapi kami saling berbagi dalam komunitas HDL,”ujarnya.
Ibu dua anak ini termasuk dalam yang memilih nuansa vintage untuk dekorasi rumahnya. Berbekal Pinterest dan Google, dia berkreasi menciptakan hunian sesuai impiannya. Di rumahnya, ia lebih banyak bermain dengan tanaman.
“Karena pada dasarnya saya suka berbenah dan menata rumah. Buat kesibukan saat pas sampai rumah. Selain itu, menata sendiri juga lebih hemat,”katanya.
Karena menata sendiri, Anggun pun memiliki berbagai pengalaman menarik. Mulai dari memanjat dinding dan bermain paku. Sedangkan perabotan jadul yang dipajang di rumah berawal dari ketidaksengajaan. “Saat jalan ke suatu tempat dan tidak direncanakan malah nemu,”ujarnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

9,5 Persen Kasus AIDS, Menjerat Para Remaja

SEMARANG-Pencegahan tindak kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan dinilai masih belum optimal. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng, hingga Maret 2017 terdapat 13.547...

Cepat Merespons Pengaduan Pelanggan

PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, serius meningkatkan performa pelayanan kepada pelanggan, dengan memberikan respons cepat terhadap keluhan/komplain pelanggan melalui kanal-kanal komunikasi, baik yang resmi...

SMK Kesdam IV/Diponegoro Cetak Lulusan Profesional Dan Berkarakter

RADARSEMARANG.COM - Tahun 2018 ini, SMK Kesdam IV/Dipomegoro meluluskan 130 orang siswa dengan rincian untuk program keahlian Keperawatan sebanyak 83 orang dan Analis Kesehatan...

Dua Rumah Terbakar, Ratusan Juta Melayang

BATANG - Dua rumah di Jalan RE Martadina Dukuh Karangasem Kelurahan Karangasem Utara Kecamatan Batang Kabupaten Batang mengalami kebakaran, Selasa siang (16/5) kemarin, sekitar pukul 11.00....

Kerja Harus Selesai Maksimal

RADARSEMARANG.COM - BAGI Miranti Januarizky, protokoler di Pemerintahan Kota (Pemkot) Semarang, pekerjaan itu harus dijalani dengan sepenuh hati dan selesai dengan maksimal. Meski bidang...

Pemkot Tak Berdaya

SEMARANG - Penambangan galian C liar di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang termasuk kategori tindakan eksploitasi alam yang sudah dalam kondisi parah. Meski sudah berlangsung...