33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Belasan Ibu Menyusui Kejang dan Muntah

Diduga Keracunan Jamu Keliling

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Warga dua desa di Kecamatan Mungkid dan Mertoyudan Kabupaten Magelang dibuat geger, Senin (26/3). Belasan ibu dalam masa menyusui mengalami sakit hampir bersamaan dengan gejala kejang-kejang dan muntah-muntah.
Informasi yang dihimpun Radar Kedu, jumlah korban mencapai 11 orang. Mereka berasal dari Desa Treko Kecamatan Mertoyudan dan Desa Senden Kecamatan Mungkid. Saat ini mereka mendapat penanganan intensif di RSUD Muntilan.
Para ibu menyusui (busui) ini diduga keracunan jamu yang dijual keliling oleh Saswati, 58. “Pas minum jamu itu belum merasakan apa-apa, tapi setelah tiga jam kepala pusing, badan lemas, mual dan muntah-muntah. Saya sudah tidak bisa apa-apa, dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Lusia Arfiani, 23, salah seorang korban, Selasa (27/3).
Dari data di RSUD Muntilan, 10 korban keracunan lainnya adalah Santi Rahmawati, Dias Tri Yuliani, Napsiah, Haryanti, Saidah, Ida Riwayati, Anik Trianingsih, Indah Saputri, Sarwati yang merupakan warga Desa Senden, Kecamatan Mungkid. Satu lagi atas nama Maesaroh, warga Desa Treko, Kecamatan Mertoyudan.
Direktur RSUD Muntilan M Syukri mengatakan, kesebelas korban tersebut sudah dibawa ke RSUD Muntilan dan tengah menjalani perawatan intensif oleh tim medis. Rata-rata korban yang merupakan ibu menyusui ini mengalami gejala keracunan mulai dari mual, muntah dan kejang-kejang
“Dari kemarin kami mendapatkan banyak pasien berdatangan, yang diduga mengalami keracunan jamu uyub tersebut. Tim medis langsung menangani korban dibawa ke IGD,” tutur Syukri.
Kendati sudah mendapatkan perawatan medis, tetapi seluruh korban dalam kondisi lemah, dan belum sepenuhnya pulih. “Setelah kami periksa tanda dan gejala yang dialami oleh pasien, kami menduga keracunan yang dialami pasien adalah akibat intoksikasi jamu,” ujar dr Syamsul, dokter penyakit dalam yang menangani korban keracunan di RSUD Muntilan, Magelang.
Intoksikasi yang dimaksud ini adalah gejala keracunan yang disebabkan masuknya obat atau zat kimia tertentu ke dalam tubuh melalui mulut, kulit ataupun saluran napas dalam. Syamsul mengatakan, berdasarkan keterangan pasien, mereka sebelumnya mengonsumsi jamu uyub yang kerap dikonsumsi ibu menyusui.
Kasus ini kemudian ditangani oleh Polres Magelang. Penjual jamu sudah dimintai keterangan dan barang bukti diamankan di Mapolres Magelang. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Jamin Lulusan MTs

KAJEN – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2018, telah ditetapkan Rp 2,3 triliun. Angka tersebut mendekati target dari Bupati...

Jlamprang Kultur Bakal Meriah

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Dalam rangka memeriahkan tradisi peringatan Syawalan setelah hari raya Idul Fitri, berbagai kegiatan budaya akan digelar di Kota Pekalongan, salah satunya...

Alumni Poin Penting dalam Akreditasi

MAGELANG–Tim Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melaksanakan visitasi ke Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)...

Buang Sengkala, Doakan Indonesia Aman

SEMARANG - Ratusan umat Tao dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti ritual Ciswak di Kelenteng Thay Siong Kiong, Jalan Hasanudin B-72 Semarang, Selasa (22/8)....

Projected Motion Media Meningkatkan Pemahaman Broken Home

RADARSEMARANG.COM - Penerapan kurikulum 2013 di tingkat SMA sudah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu, tetapi banyak mengalami kesulitan dalam penerapan pembelajaran. Kurikulum 2013 menuntut...

Sekolah Gratis SMA/SMK Kian Tak Jelas

”Memang dituntut keseriusan dari Pemprov Jateng, jangan sampai mengganggu proses pendidikan dan pelayanan siswa.” Ngasbun, Pakar dan Pengamat Pendidikan Kota Semarang SEMARANG - Peralihan...