33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

27 Orang Gila ata Hilang Ingatan Masuk DPS

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Kota Magelang meminta KPU untuk mencermati warga yang tidak waras atau gila yang masih masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018. Pasalnya, Panwaslu menilai sebanyak 27 orang warga yang tidak waras atau hilang ingatan masih tercantum dalam DPS.
“Dari catatan Panwaslu, ada 27 warga Kota Magelang yang masuk dalam kategori tidak waras, gila atau hilang ingatan. Kami sudah mengkroscek dan mendatangi serta mencatatnya. Kami juga sudah memberikan catatan serta rekomendasi kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk mencoretnya,” kata Ketua Panwaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu, Selasa (27/3).
Perempuan yang akrab disapa Yayuk ini menegaskan, sebelum uji publik DPS, pihaknya sudah memberikan rekomendasi dan meminta KPU agar bisa mencoret 27 warga yang gila karena telah kehilangan hak pilihnya.
Sementara, Komisioner KPU Kota Magelang Divisi Perencanaan dan Data Iwandono Indarto menjelaskan, pihaknya tidak serta merta bisa mencoret 27 warga yang gila sesuai catatan Panwaslu. Nama mereka kemungkinan tetap akan tercantum dalam DPS karena proses pencoretan akan sulit. “Kami harus memastikan bahwa yang bersangkutan memang tidak waras atau hilang ingatan dengan dibuktikan keterangan dari dokter atau rumah sakit kejiwaan. Kami tidak bisa hanya berdasar pada laporan lisan semata,” tutur Iwandono.
KPU Kota Magelang pada 17 Maret lalu telah menetapkan jumlah daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 89.759 pemilih. Sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT) April mendatangKPU melakukan uji publik terhadap DPS sampai 2 April mendatang. “Uji publik ini serentak dilaksanakan PPS di masing-masing TPS tiap kelurahan. Uji publik ini merupakan langkah progresif yang ditempuh KPU Jateng dalam rangka mengefektifkan tahapan masa pengumuman dan tanggapan atas DPS,” beber Iwandono.
Dalam uji publik ini, KPU menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melakukan perekaman KTP-el langsung di tempat. Perekaman tersebut ditujukan pada pemilih yang saat dilakukan pencocokan dan penelitian diketahui belum melakukan perekaman. Tercatat ada 755 calom pemilih yang belum membuat KTP-el. (had/ton)

Berita sebelumyaLulusan Dilirik Perusahaan Besar
Berita berikutnyaOrkestra Anak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Selipkan Uang dalam Nasi

SALATIGA-Seorang penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Salatiga, Reza mendapatkan hukuman tidak boleh menerima kunjungan selama 14 hari. Gara-garanya, keluarga Reza ketahuan menyelipkan uang...

Fokus Pembangunan Jalan Daerah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Perbaikan dan Pembangunan Jalan menjadi fokus pembangunan Kabupaten/Kota di Jateng. Khususnya di daerah yang masuk di eks Kawedanan Semarang. Seperti Kota...

Parah, Kebocoran PAD Parkir, Omzet Rp 500 Ribu, Cuma Setor Retribusi Rp 20 Ribu

SEMARANG - Semrawutnya pengelolaan parkir di Kota Semarang selama ini tak terlepas dari ”cengkeraman” mafia swasta yang menguasai lahan parkir sejak dulu. Bahkan Pemkot...

Temukan Petasan Berbungkus LKS

DEMAK - Polres Demak melakukan razia petasan. Operasi mercon yang dipimpin Kabagops Kompol Sutomo ini menyisir sejumlah wilayah. Yaitu, wilayah Kecamatan Mijen, Karangawen, Mranggen...

Sudah Ada sejak 1960-an, Hanya Muncul saat Ramadan

RADARSEMARANG.COM - Saat ini, agaknya jarang ada anak muda yang tahu teng-tengan. Padahal zaman dulu, lampion ‘Jawa’ ini sangat terkenal. Terutama saat bulan Ramadan...

Nasib KSP Mitradana Tunggu 42 Hari

SEMARANG - Nasib Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitradana yang memiliki kantor di Semarang dan Salatiga terancam pailit akibat digugat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), yang...