33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Tantangan Jadi EO

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – TERJUN di dunia Event Organizer (EO) membuat Dinda Joice dituntut kreatif dan perfectionis. Ia harus bisa mendapatkan klien dengan konsep-konsep yang ditawarkan. Tak jarang ia harus memeras otak untuk bisa mendapatkan konsep yang cemerlang. ”Kreatif itu penting, karena kita memang harus pintar ngedealin dengan klien. Jadi, harus bisa membuat konsep semenarik mungkin,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Selain harus pintar membuat konsep, kemampuan negosiasi juga penting untuk dimiliki. Alumnus S2 Public Speaking UNS Solo ini menjelaskan, negosiasi dengan vendor merupakan hal yang sudah pasti ia lakukan. ”Dan  saya senang, karena dari sini saya justru memiliki teman yang banyak,” kata pemilik Din’s Procuction ini.
Terlebih ia sangat senang ketika event yang dikerjakan dapat berjalan lancar. Karena tak jarang, untuk menuju event berlangsung sukses, ia harus menghadapi hal-hal sulit. Termasuk mengendalikan temperamen saat menghadapi timnya. ”Misalnya saja ketika ada kesalahan sedikit saja pasti saya ngomel-ngomel. Karena saya memang pengin agar event berjalan lancar,” ujarnya.
Diakui, menjadi EO memiliki banyak tantangan. Salah satunya, berpikir bagaimana caranya agar hari esok bisa mendapat event lagi. Tak jarang, ia harus merangkul semua orang dari berbagai lapisan untuk bisa menyalurkan jasa merancang kegiatan yang berkesan.  ”Harus dengan semua orang. Bahkan kalau perlu harus turun ke pasar. Jadi, kalau sewaktu-waktu ada yang mau bikin dangdutan pun, kita buatkan,” katanya.
Perempuan kelahiran Bandung ini memiliki prinsip, jika mau kaya, maka harus mau kerja keras. Dinda sendiri biasa kehujanan, kepanasan bahkan tidak tidur untuk meng-handle Din’s Production. ”Dari EO ini, sudah bisa buat nyicil rumah,” ucapnya sambil tersenyum. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jateng Dilanda Banjir 37 Kali

SEMARANG - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang (DPUSDATR) Jateng, Prasetyo Budhie Yuwono membeberkan, sejak Januari hingga 20 Februari 2017,...

Waspada Banjir Bandang Susulan

MUNGKID—Potensi banjir bandang susulan bisa saja terjadi  di kawasan lereng gunung Telomoyo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Sebab, belakangan ditemukan kembali bendungan alami yang terbentuk...

Banyak Hotel Salah Isi SPT Elektronik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang terus melakukan sosialisasi pajak di sektor hotel dan restoran. Untuk mendukung dan memermudah hal tersebut salah...

Diduga Tewas di Tangan Suami

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tewasnya Sri Rahayu, 39, warga Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Tengaran, menimbulkan pertanyaan bagi keluarga. Pihak keluarga menemukan kejanggalan atas tewasnya...

Suka Memodifikasi Baju yang Dibeli

MENDALAMI dunia desain busana bisa lewat segala cara. Seperti yang dilakoni Anggia Restu Maulida. Gadis kelahiran Semarang, 21 September 1994 yang menyimpan obsesi menjadi...

Pengusaha Minimarket Harus Taat Aturan

UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemkab Semarang untuk tidak memperpanjang izin minimarket berjejaring yang berada di luar jalan Nasional. Hal itu sesuai...