33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Dua Siswi SD Kakak-Adik Dicabuli

Pelaku Masih Tetangga Korban

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Kasus pencabulan menimpa kakak beradik, N dan D, anak di bawah umur yang tinggal di Sumurboto, Banyumanik. Pelakunya, Supriono, 37, pria yang bekerja sebagai sopir, warga asal Dusun Plumpung Lor RT 06 RW 01 Kelurahan Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
Kasus ini terungkap berawal saat ibu korban, SU, mencurigai perilaku anak perempuannya yang tidak seperti biasanya saat pulang sekolah Kamis (22/3) sekitar pukul 14.00 lalu. SU lalu menginterogasi putrinya. Saat itu, N mengaku telah dinodai Supriono, sopir yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Tak hanya N yang masih duduk di bangku SD kelas 6, adiknya, D, yang masih kelas 2 SD, juga mengaku telah dicabuli Supriono.
Bak disambar petir di siang bolong, SU pun kaget bukan kepalang. Ia langsung menceritakan kepada suaminya, SM. Tak terima kedua putrinya jadi korban pencabulan, SM pun mendatangi Mapolsek Banyumanik guna melaporkan perbuatan Supriono.
Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak cepat. Tersangka Supriono berhasil dibekuk di sebuah rumah kos di Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kamis (22/3) lalu.
Kapolsek Banyumanik, Kompol Retno Yuli, mengatakan, kasus itu baru diketahui ibu korban setelah mengetahui perilaku N yang tidak wajar. Diduga kecanduan berhubungan seksual, N kerap memainkan jari di kemaluannya.
“Ketahuannya baru tanggal 22 Maret lalu. Korban saat di rumah perilakunya aneh. Lebih banyak diam. Terkadang bermain dengan kemaluannya sendiri, memasukkan jarinya, sempat diketahui ibunya. Begitu di-dedes sama ibunya, korban menangis. Akhirnya, korban mengaku pernah beberapa kali dinodai Supriono,”ungkapnya.
Pengakuan korban, ia dinodai pelaku di tempat kosnya, tidak jauh dari rumah korban.
“Korban mengaku setiap dinodai, mulutnya ditutupi gak boleh teriak. Biasanya pas pulang sekolah sore hari, dipanggil diajak ke kos pelaku. Setelah ngobrol, terus dinodai,” bebernya.
Menurut  Retno, aksi bejat Supriono sudah dilakukan berkali-kali. “Kalau sama yang kelas 6 SD sudah sampai 10 kali. Kalau yang kelas 2 SD sudah 2 kali. Aksi bejat itu dilakukan sejak kelas 1 SD, dan kelas 5 SD,” terangnya.
Retno membeberkan, pihak keluarga korban mengenal akrab tersangka. Tersangka sendiri bekerja sebagai sopir pribadi di Banyumanik. “Orangtua korban kenal dengan tersangka, bahkan sering ngobrol. Tapi gak tahunya dia (tersangka) sangat kurang ajar,” ujar Retno kesal.
Tersangka sendiri diketahui telah berkeluarga dan memiliki anak perempuan yang masih berusia satu tahun. Namun istri dan anaknya tinggal di Madiun.
Terkait adanya korban lain, saat ini masih dalam proses pendalaman.
Dikatakan, setiap berangkat sekolah, korban sering bersalaman dengan tersangka. Saat itu, tersangka sempat memperlihatkan sesuatu dari handphone. Ternyata itu video porno. “Orangtuanya mengira itu diperlihatkan foto anaknya,” katanya.
Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 76e jo 81 (2) Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 287 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama 9 tahun penjara. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemilik Genset Bisa Kena Pidana

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Banyak pemilik genset yang kurang mengetahui bahwa kepemilikan genset harus dilengkapi dengan Izin Operasi (IO) dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi tenaga operator...

Sambut Imlek, Bagi-Bagi Kue Keranjang

SEMARANG - Jelang tahun baru Imlek, sebanyak 211 siswa sekolah Kuncup Melati Semarang kemarin (17/1) menerima kue keranjang dari Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee...

ATCS Belum Optimal 

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Operasional Area Traffic Control System (ATCS) belum bisa dilakukan secara optimal karena pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menyerahkan aset ATCS kepada...

Menilik Kemandirian MIN Sumurrejo Gunungpati

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Summurejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mempunyai cara unik untuk menggalang dana yang mendukung kegiatan belajar mengajar (KBM). Yakni dengan menawarkan...

Targetkan Pertumbuhan Kredit 23 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT BPR Artha Mranggenjaya  (BPR  AMJ) tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang cukup signifikan. Salah satu upayanya...

SMP Selalu Ranking, Kini Hanya Bisa Duduk di Rumah

Wahyu Tri Pujiati, 18, remaja asal Dukuh Diwek, Desa Kaliputih, Kecamatan Selomerto, Wonosobo, hanya bisa duduk memandangi pelajar SMA yang lalu lalang di depan...