33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Curi Motor di Semarang, Dijual ke Karimunjawa

Penadah Motor Seorang PNS

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Sebanyak tujuh anggota sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) lintas daerah diringkus aparat Polrestabes Semarang. Barang bukti yang diamankan sebanyak 40 unit sepeda motor, yang sebagian besar disita dari para penadah di Kepulauan Karimunjawa, Jepara.
Tujuh tersangka tersebut, satu di antaranya adalah eksekutor, yakni Saiful Anam, alias SFL, 23, warga Sumberrejo, Mranggen, Demak. Tersangka dibekuk di rumahnya, Jumat (23/3) siang lalu. Tersangka lainnya, Karnawi, 48, warga Ungaran, Kabupaten Semarang yang tinggal di Desa Kemujan RT 05 RW 02 Karimunjawa, Jepara. Dalam sindikat ini, pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini berperan sebagai penadah motor curian dari tersangka Saiful Anam, yang dijual di Karimunjawa.
Lima tersangka lainnya, yakni Daniel, 32, warga Tembalang; Moch, 35, warga Mranggen, Demak; Arif, 40, warga Semarang Selatan; Hari, 41, warga Semarang Barat, dan JRM, 40, warga Desa Sumur, Kecamatan Cuwak, Pati. Lima tersangka juga penadah motor curian dari Saiful, yang kemudian dijual lagi ke  Pati, Kudus, Grobogan, Demak, dan Kendal.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (26/3), menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, Saiful Anam  menggunakan kunci leter T.  Sasaran utama di wilayah Kecamatan Tembalang yang banyak bertebaran kos mahasiswa dan rumah makan. Ia menjalankan aksi kejahatan sejak Agustus 2017 hingga Februari 2018.
“Tujuh bulan beraksi dengan sasaran sepeda motor yang dipaekir di depan rumah makan, teras rumah atau di pinggir jalan,” bebernya.
Selain menangkap ketujuh tersangka, pihaknya mengamankan 40 unit sepeda motor. Barang bukti tersebut diamankan di Demak, Jepara, Kudus, Pati, termasuk di Karimunjawa. “40 motor itu sudah dijual ke panadah. Harga jualnya mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta per unit,” jelasnya.
Sebelum tertangkap, tersangka Saiful sempat beraksi di Perumahan Klipang, Sendangmulyo, Tembalang pada Jumat (2/2) sekitar pukul 19.00. Saat ini, polisi masih memburu Pak Pri, 28, warga Mranggen, Demak, dan Bothok, 32, warga Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Pati, yang diduga anggota sindikat pencurian motor ini.
Tersangka Saiful mengaku, sebelum melakukan pencurian, dia keliling naik motor bersama rekannya pada malam hari. Setelah mendapatkan sasaran, langsung dieksekusi menggunakan kunci leter T alias kunci palsu.
“Seminggu 2 kali (mencuri) pakai kunci T. Kemudian saya tawarkan kepada bapak ini (Karnawi),” katanya.
Tersangka Karnawi mengaku, sudah mengenal Saiful kurang lebih satu tahun lalu, dan membeli hasi curiannya kurang lebih 14 sepeda motor dalam kurun waktu tiga bulan. Ia juga mengakui sering mendapat tawaran motor hasil curian dari Saiful, yang kemudian dijual ke Karimunjawa dengan keuntungan Rp 300 sampai Rp 500 ribu per unit.  (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Seminar Nasional di Polines

RADARSEMARANG.COM - SEMINAR Nasional dengan tema “Implementasi K3 Dalam Bidang Kontruksi Demi Terwujudnya Zero Accident” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Politeknik Negeri Semarang pada...

Masuk Masa Tenang, Ratusan APK Ditertibkan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Memasuki masa tenang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah Tahun 2018 yang dimulai tanggal 24 sampai 26 Juni, Satuan Polisi Pamong...

Pabrik Popok Bayi “Mamamia” Terbakar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pabrik pampers PT Aman Indah Makmur di Kawasan Industri Candi Blok 9 No 9, Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan, Semarang ludes terbakar....

Waspadai Kedatangan Simpatisan Teroris

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Keberadaan dua narapidana teroris di Lapas Kelas IIA Kota Magelang, menjadi perhatian khusus Polres Magelang Kota menjelang perayaan Natal dan Tahun...

Ajak Siswa Sulap Limbah Styrofoam Jadi Keramik Cantero

RADARSEMARANG.COM - Styrofoam/stereofoam/polystyrene foam merupakan limbah tak ramah lingkungan karena tidak biodegradable. Keberadaannya di lingkungan mamunculkan masalah baru seperti polusi dan banjir. EPA (Enviromental...

Berharap Perubahan Regulasi

SEMARANG – Setelah diluncurkan pekan lalu, regulasi kompetisi Liga 2 hingga kini tampaknya masih menimbulkan pro dan kontra. Terutama terkait penggunaan lima pemain di...