33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Antusiasme Guru Mengikuti Pelatihan Sagusabu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – APA itu Sagusabu? Ini memang sebuah akronim dari program Satu Guru, Satu Buku. Artinya, seorang guru sebisa mungkin diminta menghasilkan karyanya berupa satu buku. Tujuannya, memotivasi para guru untuk menghasilkan buku. Program ini diwadahi oleh media guru yang didukung oleh Direktorat Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam hal ini, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).
Target utama kegiatan Sagusabu, tidak hanya guru. Tapi juga kepala sekolah dan pengawas sekolah. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan, siswa yang berminat pun, boleh mengikuti. Hingga saat ini, sudah ratusan—bahkan ribuan buku—yang telah dihasilkan di media guru lewat Sagusabu. Buku-buku tersebut telah diarsipkan di Perpustakaan Nasional dan sudah sudah ber-ISBN.
Sagusabu juga sudah melahirkan banyak guru berprestasi di kancah nasional. Selain buku cetakan, versi buku digital pun sudah dibuat. Buku yang dihasilkan beragam jenisnya. Di antaranya, novel, puisi, memoar, buku pengayaan, diktat, dongeng, dan lainnya.
Peserta pelatihan Sagusabu diikuti oleh 119 guru, baik guru PAUD, TK, SLB, SD, SMP, SMA, SMK, MAN, dan P4TK. Perguruan tinggi, bahkan siswa SD yang mempunyai antusiasme untuk menulis pun, mengikuti pelatihan. Siswa yang dimaksud sudah menghasilkan sebuah buku, meski belum sepenuhnya jadi. Tapi, sudah masuk ke bagian editor. Inilah yang mendorong penulis dan peserta lain untuk mengikuti jejaknya: menulis sebuah buku.
Tentu masih banyak peserta lain yang menghasilkan karya buku. Target pelatihan ini, setiap peserta, dalam satu bulan, harus sudah dapat menghasilkan buku. Pelatihan diikuti oleh guru dari berbagai daerah. Seperti Klaten, Jogja, Wonosari, Sleman, Bantul, Wonosobo, Kebumen, Magelang, Salatiga, Cilacap, bahkan dari luar Jawa, seperti Bangka Belitung, Padang, dan lainnya. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari di gedung Penerbit Erlangga, Jalan Gedong Kuning No.132, Kota Gede, Yogyakarta.
Ya, menulis tidak harus menunggu waktu luang, di mana ada kesempatan dapat digunakan untuk menulis. Ide bisa datang kapan saja. Jangan sampai ide hilang sebelum sempat ditulis. Awalnya, untuk memulai menulis, sangatlah sulit. Jangankan untuk menulis, untuk menuangkan atau menemukan ide saja, sulit—meski sebenarnya seseorang mempunyai banyak ide—, tapi belum tahu bagaimana cara menuliskan ide tersebut.
Demikian juga yang dialami oleh penulis. Tetapi dengan mengikuti pelatihan dan melatih diri untuk menulis, tentu akan membantu seseorang terbuka wawasannya untuk bisa menulis. Mari bersama-sama belajar menulis. (*/isk)
Guru Perikanan SMK Negeri 1 Salam, Kab. Magelang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Teguh Setyo Budi, Agen BTPN Wow! di Pringapus, Kabupaten Semarang

Para agen BTPN Wow! mulai menikmati tambahan penghasilan seiring bertambahnya volume transaksi serta jumlah nasabah yang dilayani. Salah satunya Teguh Setyo Budi, pedagang kelontong...

Cegah Ruwet, Pakai Sistem Barcode

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Program mudik motor gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baik menggunakan truk maupun kereta api (KA) terus dievaluasi. Mulai dari lokasi penempatan sepeda...

Caleg PDIP Demak Ikuti Psikotes

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Calon legislatif (caleg) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Demak, Kamis (21/6) secara resmi menjalani psikotes. Terdapat 200 soal yang harus dikerjakan masing-masing caleg. Ketua DPC...

Jalan Satu Arah Bertambah Lagi

PETUGAS Dinas Perhubungan Kota Semarang dibantu kepolisian memasang rambu-rambu di Jalan Basudewo yang akan diberlakukan satu arah mulai hari ini. Sebelumnya, sejumlah jalan protokol...

Penjualan Daihatsu Naik 3 Persen

SOLO - Manajemen Daihatsu optimistis mampu melampaui target pangsa pasar penjualan sebesar 16 persen hingga akhir 2017. Hal itu melihat kondisi pasar otomotif nasional...

Kandaskan PSIR, Persibat Jauhi Degradasi

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pada pertandingan terakhir di paruh pertama Liga 2 Indonesia, Persibat Batang akhirnya sukses menjauhi zona degradasi, setelah mengandaskan tamunya PSIR Rembang di...