33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

Utang Malaysia

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Tumben ini terjadi. Seumur-umur baru kali ini utang luar negeri Malaysia diributkan.
Mungkin karena di sana juga segera Pemilu. Mungkin juga karena baru sekarang ini hutang Malaysia mencapai 50 persen dari GDP.
Belum pernah rationya sebegitu tunggi. Jauh lebih tinggi dari hutang Indonesia.
Mungkin juga ribut-ribut di sana itu sekedar karena ketularan keributan di Indonesia.
Waktu berobat di Singapura bulan lalu saya nyeberang ke Johor Bahru. Sambil menunggu jadwal dokter berikutnya. Sebulan lalu isu utang itu belum jadi kehebohan.
Yang ramai saat itu juga sama dengan yang lagi ramai di Indonesia: kehadiran proyek Tiongkok yang sangat masif. Dan dampaknya bagi perkembangan sosial.
Saya sempatkan keliling kota-kota baru di Johor Bahru. Seperti Iskandar City dan Forest City. Untuk menangkap suasana kebatinan di sana: mengapa proyek-proyek semacam itu jadi isu.
Sangat menarik. Tapi kali ini topiknya hutang Malaysia. Bukan proyek Tiongkok di sana.
Berapa sih sebenarnya utang Malaysia yang diributkan itu?
Untuk ukuran kita jumlahnya tidak sampai sebesar ujung jari kelingking: 684 miyar ringgit. Kalikanlah 3.500. Hanya Rp 2.000 triliun.
Besar juga ya? Dan itu mencapai 51 persen GDP.
Size ekonomi Malaysia memang jauh lebih kecil dari Indonesia. Meski rata-rata pendapatan rakyatnya hampir empat kali lipat lebih tinggi dari pendapatan rakyat Indonesia. Data terakhir, 2016, income per capita rakyat Malaysia adalah 11.000 dolar AS.
Di Malaysia perdebatannya bukan hanya soal besaran utang. Tapi juga bagaimana menyelesaikannya.
Mahathir Muhamad misalnya. Tokoh sentral oposisi saat ini, menunjukkan bukti. Pada zaman pemerintahannya bisa membangun begitu maju Malaysia. Tanpa utang yang menggunung. Tanpa proyek dari Tiongkok.
Kini tokoh yang sudah berusia 92 tahun itu memang ingin come back. Kalau Koalisi Harapan yang dipimpinnya menang pemilu Mahathir akan jadi perdana menteri lagi. Partai Tionghoa masuk dalam koalisi ini.
Mempersoalkan utang termasuk strategi mengalahkan koalisi UMNO yang kini memerintah. Dengan perdana menteri Najib Razak, putra Tun Razak yang legendaris.
Meski kini Mahathir turun tangan sendiri belum tentu Pakatan Harapan menang. Sang petahana telah mencengkeram semua kehidupan begiti dalamnya.
Kasus korupsi yang begitu besarnya, yang terbongkar sejak dua tahun lalu masih belum bisa menggoyahkan Najib. Rakyat Malaysia begitu permisif terhadap korupsi.
Misalnya sopir taksi di Johor Bahru ini. Ketika soal korupsi itu saya bicarakan dengannya sang sopir bersikap begini: Najib itu orang baik. Istrinyalah yang rakus.
Lantas dia menceritakan soal istri Najib panjang lebar.
Dia akan tetap pilih UMNO. Mahathir dianggap sudah terlalu tua. Juga tidak bersih-bersih amat.
Meski pers di Malaysia sangat tidak bebas toh masih banyak ocehan di media sosial. Termasuk dalam wujud humor.
Misalnya ini:
Najib dan Mahathir masuk toko roti. Tidak beli apa-apa.
Sampai di luar Najib membanggakan diri. Bisa mencuri tiga roti tanpa ketahuan. Dia tunjukkan ke Mahathir tiga roti di dalam sakunya.
Mahathir mencela Najib. Mengapa harus mencuri.
Dia ajak Najib masuk toko roti lagi. Ingin menunjukkan bagaimana bisa dapat tiga roti tanpa mencuri.
Sampai di dalam, Mahathir bicara dengan pemilik toko. Disaksikan Najib. “Tolong beri saya tiga roti. Akan saya tunjukkan keajaiban tiga roti Anda,” ujar Mahathir.
Pemilik toko memberikan tiga roti itu. Mahathir memakannya satu persatu.
Habis. Tidak tampak ada keajaiban.
“Mana keajaibannya?” tanya penjual roti.
“Lihat! Tiga roti yang saya makan tadi sudah pindah ke saku teman saya ini!” (dis)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sileri Waspada, Dieng Tetap Buka

BANJARNEGARA—Status waspada sejak Kamis (14/9) malam, pukul 23.00, diberlakukan pada kawah Sileri  di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Saat ini, area kawah Sileri...

Potongan Mayat Tercecer di Jalan Lingkar Weleri

KENDAL—Kejadian menggemparkan warga terjadi di Jalan Lingkar Weleri. Warga menemukan tubuh yang terpotong dan tercecer sepanjang jalan hingga 50 meter. Kondisi tubuh sebagian besar...

Gaji Nunggak, Buruh Demo

TEMANGGUNG—Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Temanggung berunjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten...

Bocah 10 Tahun Tenggelam di Waduk Buatan

SEMARANG-Waduk buatan di sekitar Perumahan Bukit Kencana Jaya Meteseh Tembalang, memakan korban. Seorang anak kecil berusia 10 tahun ditemukan tewas tenggelam di dalam waduk...

Dijemput di Kantor BPN, Windari Resmi Tersangka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dari empat orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang...

Perolehan Medali Jateng Masih Seret

SEMARANG - Posisi Jawa Tengah (Jateng) masih tertinggal pada klasemen sementara  gelaran Pekan Olahraga Nasional (Popnas) XIV/2017. Sebagai tuan rumah, Jateng tertinggal dari Provinsi...