33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Promosi Kampung Wisata, Gelar Festival Lukis Payung

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Masyarakat Dukuh Mranggen Desa Kuthoharjo Kecamatan Kaliwungu menggelar lomba melukis di atas payung yang dikemas dalam Festival Kampung Mranggen, Minggu (25/3). Dalam kesempatan tersebut, ditampilkan pula aneka ragam budaya lokal, seperti tari-tarian, drum blek, musik rebana serta makanan khas Kampung Mranggen dan lainnya.
Antusiasme warga sangat tinggi memeriahkan acara tersebut. Mereka berduyun-duyun mengunjungi kampung di bawah pemakaman umum Bukit Jabal Auliya, Kaliwungu itu.
Insiator Kampung Ragam Warna dan Festival Kampung Ragam Warna Mranggen, Sri Wijayanti Yogi mengatakan jika festival tersebut untuk mempromosikan Dukuh Mranggen sebagai kampung wisata yang telah ia bina selama empat bulan terakhir.
Ia melihat warga Dukuh Mranggen sangat kompak dan bersemangat untuk menjadikan kampung wisata. Apalagi warganya memiliki ciri khas yang menjadi potensi kampung. Seperti seni lukis, sastra puisi, teater, tari, drumblek dan seni musik lainnya. “Selain itu didukung produk home industry seperti krupuk, tempe, ceriping dan sebagainya. Masyarakatnya juga sangat kompak dan ramah dalam melayani pengunjung yang masuk,” katanya, kemarin (25/3).
Sedangkan ide untuk membuat Kampung Ragam Warna tidak lain karena ia melihat Kaliwungu ini akan menjadi daerah yang akan banyak dikunjungi. Yakni dengan adanya Kawasan Industri Kendal (KIK) serta potensi wisata baik alam dan religi yang ada di Kaliwungu.
“Saya melihat 60 persen lebih anak-anak dan pemuda di Mranggen ini pandai melukis. Lalu mengapa tidak untuk membuat kampung ragam warna. Jadi mereka menjadikan dinding dan jalan-jalan sebagai media lukis, saya carikan sponsor untuk cat dan perlatan lukis lainnya,” tandasnya.
Sedangkan lukis payung diakuinya sebenarnya sudah lama ada di Kaliwungu. Namun beberapa tahun terakhir ini tidak ada lagi geregetnya. “Nah dengan Festival Lukis Payung ini kami harapkan bisa menghidupkan lagi tradisi lukis payung di Kaliwungu,” tambahnya.
Camat Kaliwungu, Dwi Cahyono mengaku kagum dengan kekompakan dan kebersamaan warga di Dukuh Mranggen. Ia mengaku terharu karena anak-anak sampai orang tua ikut mengecat kampungnya menjadi aneka warna yang indah. “Lukis payung juga demikian, anak-anak sampai orang tua bahkan ibu-ibu sambil menggendong anaknya, ikut melukis,” tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Pesanan Terus Meningkat

RADARSEMARANG.COM - Pengrajin tempat sampah dari drum bekas mengecat tempat sampah pesanan pelanggan di Jalan Barito, Kota Semarang, kemarin. Pesanan tempat sampah terus meningkat...

Laba Grup Astra Tumbuh 11 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Laba bersih PT Astra Internasional Tbk (Grup Astra) hingga semester I tahun ini mencapai Rp 10,4 triliun. Jumlah tersebut meningkat 11...

Wihaji Dapat Penghargaan dari Kemenhub

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA - Atas dedikasinya melayani masyarakat dalam penyelenggaraan  angkutan mudik Lebaran 2018, Pemerintah Kabupaten Batang mendapatkan apresiasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan memberikan...

Agni Rajagopal

Dulunya anak miskin sekali. Tidak mampu sekolah. Pun hanya untuk SMA. Tamat SD ia merantau ke kota. Ke Madras --sekarang disebut Chennai. Ia kerja...

Veteran Dapat Diskon 75 Persen

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang memberikan keringanan membayar pajak bumi dan bangunan perkotaan dan pedesaan (PBB-P2) hingga 75 persen kepada para veteran. Kebijakan ini...

Distributor Pupuk Ludes Terbakar

KENDAL—Sebuah toko distributor pupuk di Jalan Raya Kaliwungu Nomor 296, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, ludes dilalap si jago merah, Sabtu (10/6). Tidak ada...