33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Peserta Termuda, Sisihkan 3.000 Kartun dari 34 Negara

Hannani, Siswi SMP Negeri 17 Semarang Juara Lomba Kartun di Tiongkok

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Hannani Trisiima Anjani baru saja memenangi kontes kartun internasional di Tiongkok. Siswi kelas IX SMP Negeri 17 Semarang ini mendapatkan Bronze Award kategori pelajar dalam ajang Cartoon Competition on Environmental Protection 2017. Seperti apa?
AFIATI TSALITSATI
“ALHAMDULILLAH bangga bisa bawa nama baik sekolah dan orangtua,” kata Hannani, mengawali perbincangan dengan Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (25/3).
Hannani menceritakan, kontes tersebut telah dibuka sejak Desember 2017 lalu. Tema yang diusung adalah perlindungan terhadap lingkungan. Ia menjadi pemenang mengalahkan 3.000 karya dari 34 negara. Karyanya menampilkan sebuah tank yang mengeluarkan air bersih yang di depannya terdapat sejumlah orang sedang mengantre.
“Idenya dari negara-negara yang sering kekurangan air. Saya juga kepikiran sama negara yang sering perang. Akhirnya saya gabungnya isu kekeringan dan perang jadi karya kartun,” kata gadis 15 tahun ini.
Hannani yang tinggal di Jalan Cempaka No 25 RT 11 RW 7 Srondol Wetan, Banyumanik ini bersyukur atas capaiannya ini. Sebelumnya, karya Hannani, telah beberapa kali masuk dalam final lomba internasional. Dari semuanya, ini kali pertama karyanya menang.
Selain menjuarai, Hannani juga menorehkan catatan lain dalam kontes ini. Dari daftar 50 besar kategori pelajar, Hannani termasuk peserta paling muda di antaranya. Peserta lainnya kebanyakan berstatus mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia. “Orangtua bersyukur dan bangga karena jerih payah terbayar atas prestasiku,” ujar Hannani.
Prestasi yang diraih oleh Hannani ini tidak lepas dari dukungan orangtua, termasuk bimbingan dari sekolah, khususnya guru seni rupanya, Suratno. Bahkan, di SMP Negeri 17 Semarang secara khusus membentuk ekstrakurikuler kartun.
Suratno mengatakan, ia terus berupaya mengembangkan pembelajaran kartun di sekolahnya. Kegiatan tersebut dikembangkan bersama Gold Pencil dan perwakilan Union of World Cartoonists (UWC) Indonesia. Ia berharap sekolah lainnya bisa ikut menyelenggarakan.
“Saya jelas bangga kalau generasi muda lebih maju. Sebagai guru, kalau muridnya lebih berhasil itu paling menyenangkan dalam hidup,” ujar pemenang First Prize SICACO 2017 Korea itu.
Kepala SMP Negeri 17 Semarang, Drs Hariyanto MM,  merasa bangga atas prestasi anak didiknya. Menurut Hariyanto, di sekolah Hannani termasuk siswa berprestasi. Nilai akademiknya terbaik di sekolah. Hari meminta agar Hananni mempertahankan prestasinya. Baik prestasi akademik maupun hobinya dalam menggambar kartun.
“Makin bangga karena Hannani juga juara di tingkat Internasional. Jelas membawa nama Semarang dan Indonesia. Ini bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adik kelasnya,” katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sindikat Penadah Mobil Leasing Ditangkap

BATANG - Sirojudin, 36, warga Dukuh Sidayu RT 003 RW 001 Desa Sidayu, Kecamatan Bandar Batang, ditangkap petugas Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Atas dugaan...

Persyaratan Agar Adopsi Anak Legal

RADARSEMARANG.COM - Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Saya sudah menikah selama 12 tahun, namun belum dikaruniai anak. Saya ingin mengadopsi anak yang...

Berbagi dengan Santri

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Kota Magelang memberikan bantuan kepada santri di Boarding School SMA Muhammadiyah 2 Kota Magelang. Bantuan...

Tak Layak Jalan, Bus PO Taruna Ditilang

UNGARAN–Satu unit bus PO Taruna ditilang oleh petugas gabungan yang melakukan razia uji kelayakan jalan angkutan umum khususnya bus di Terminal Bawen, Rabu (14/6)...

Pemkot Atur Ojek Online

SEMARANG - Ratusan perwakilan operator transportasi konvensional dan transportasi online dipertemukan di Gedung Moch Ichsan Lantai 8 Balai Kota Semarang, Kamis (23/3). Ini sebagai...

ASN Wajib Berseragam Batangan Tiap Tanggal 8

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sejak tanggal 8 Februari 2018, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang wajib mengenakan baju daerah khas Batang...