Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan NU  

  • Bagikan
SOSIALISASI : Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Drs H Fathan Subchi bersama Ketua Lazisnu Demak, Zayinul Fata di sela sosialisasi bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI : Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Drs H Fathan Subchi bersama Ketua Lazisnu Demak, Zayinul Fata di sela sosialisasi bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) di Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Drs H Fathan Subchi terus berupaya mendorong kemandirian ekonomi perempuan warga Nahdlatul Ulama (NU), utamanya di Kabupaten Demak. Dengan ekonomi yang mandiri, tingkat kesejahteraan masyarakat nahdliyyin juga akan meningkat.
Demikian disampaikan Fathan Subchi di sela sosialisasi bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang berlangsung di Balai Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang. Sosialisasi yang mengusung tema peran PIP dalam meningkatkan pertumbuhan usaha mikro dan koperasi di Indonesia ini dihadiri sejumlah tokoh. Yaitu, Direktur Kerjasama Penyaluran Pembiayaan Kementerian Keuangan, Nur Hidayat; Ketua Lazisnu Kabupaten Demak, Zayinul Fata; Direktur Artha Melati, Hj Imronah; dan Ketua PAC Fatayat Bonang, Hj Sumarni.
Fathan menegaskan, sudah saatnya perempuan NU dapat berdikari atau mandiri dalam perekonomian. “Kalau ekonomi bisa mandiri, maka posisi perempuan NU akan semakin kokoh dan kuat dalam mengedukasi masyarakat lainnya,” kata wakil rakyat dari dapil Demak, Kudus dan Jepara ini.
Menurutnya, perempuan NU harus tangguh dari segi ideologi maupun ekonomi. Dengan demikian, akan berdampak luas pada kualitas sumberdaya ekonomi masyarakat di Indonesia. Ketua Lazisnu Demak, Zayinul Fata menambahkan, acara sosialisasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap ekonomi mikro dan koperasi bagi masyarakat. “Karena itu, kami dorong dan support kemajuan ekonomi perempuan NU (Fatayat) ini dengan belajar tentang investasi dan hal terkait lainnya,” ujar Sekretaris DPC PKB Demak ini.
Dengan adanya sosialisasi itu, diharapkan ada tindak lanjut pendirian BMT atau koperasi Fatayat NU Kecamatan Bonang. Direktur Kerjasama Penyaluran Pembiayaan, Nur Hidayata mengatakan, program pembiayaan ultra mikro tidak ada kaitannya dengan perbankan. “Pembiayaan ultra mikro hanya digunakan untuk modal usaha dan tidak diperbolehkan selain itu,” katanya.
Direktur Koperasi Artha Melati, Imronah menyampaikan, bahwa kunci merintis koperasi adalah harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. “Selain itu, harus dipersiapkan dengan baik agar usaha yang dikelola berjalan lancar dan berkembang pesat,” katanya. (hib/sct/ida)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *