33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Belajar Matematika Asyik  dengan “Think Pair Share”

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MATEMATIKA merupakan salah satu meteri pembelajaran yang sering kali membuat siswa tidak tertarik, tidak menyenangkan, membosankan bahkan memusuhi.  Terdapat beberapa penyebab dari permasalahan ini. Kurang memahami dan menguasai materi pelajaran menjadi penyebab utama kesulitan yang dihadapi siswa.  Dengan kata lain, siswa menemui kesulitan karna kosep dasar yang mereka miliki kurang. Hal lain yang menyebabkan siswa kurang tertarik belajar matematika selama ini dari belajar ceramah dan mendengarkan  adalah pilihan teknik atau metode pembelajaran guru yang monoton dan konvensional. Guru menjelaskan pembelajaran , sedang siswa memperhatikan.Alangkah lebih baik jika siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar, dan guru bertindak sebagai pendamping
Think pair share (TPS) kali pertama dikembangkan oleh Frang Lyman dan koleganya di universitas Maryland sesuai yang dikutip Arends ( 1997).  Think pair share dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Siswa belajar mencari informasi, berlatih dan bekerja dalam suatu kelompok. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Di mana salah satu ciri Think pair share adalah tiga langkah utamanya yang dilaksanakan dalam proses pembelajaran. Yakni, think (berpikir secara individu), pair (berpasangan dengan teman di kelompok), dan share (berbagi jawaban dengan pasangan lain atau seluruh kelas), memberikan kesempatan kepada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lainnya.
Langkah-langkah model pembelajaran Think pair share terdiri atas lima langkah dengan tiga ciri utama. Pendahuluan kegiatan pembelajaran adalah guru menjelaskan aturan main dan batasan waktu untuk tiap kegiatan. Memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah. Guru menjelaskan kompetensi  yang harus dicapai oleh siswa. Think guru menggali pengetahuan siswa melalui kegiatan demonstrasi. Guru memberikan lembar kerja siswa kepada seluruh siswa, dan siswa mengerjakan LKS tersebut secara individu.
Pair, siswa dikelompokkan dengan kelompoknya dan berdiskusi dengan pasangannya mengenai jawaban tugas yang telah dikerjakan. Share, satu pasang siswa dipanggil secara acak untuk berbagi pendapat kepada seluruh siswa di kelas dengan dipandu oleh guru. Penghargaan siswa dinilai secara individu dan kelompok.
Setelah semua siswa mendapatkan bagian, guru menginstruksikan kepada para siswa untuk menjawab pertanyaan atau masalah  bagian mereka secara individu. Siswa dapat diminta untuk menuliskan hasil penyelesaian mereka di  kertas yang sudah disiapkan. Pada kegiatan ini, guru juga perlu menentukan waktu pengerjaan. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat melaksanakan instruksi guru dengan efektif, dan siswa benar-benar memahami masalah yang diberikan secara menyeluruh. Dengan kata lain, mereka tidak akan membuang waktu dengan melakukan hal-hal yang tidak berarti.
Selanjutnya  guru meminta siswa untuk pair (berpasangan). Pada kegiatan ini, guru dapat memilih beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan oleh siswa secara individual, seperti mengerjakan latihan atau soal, atau menuliskan rangkuman bacaan, dan lain sebagainya. Apabila guru menginginkan memberikan latihan terkait dengan latihan soal, maka guru membagikan lembar kerja siswa kepada setiap siswa. Dan siswa diminta mengerjakannya dengan pasangannya, tanpa bantuan anggota kelompok yang lain. Apabila guru ingin mengetahui kemampuan siswa untuk meyelesaikan soal  tersebut, guru dapat menyiapkan satu lembar kerja siswa yang kosong. Selanjutnya siswa diminta menyelesaikan  kembali permasalahan tersebut di depan kelas secera individu.
Kegiatan yang terakhir adalah share (berbagi) setelah waktu yang ditentukan telah habis, dan seluruh siswa telah menyelesaikan tugas pertama mereka, guru menginstruksikan kegiatan selanjutnya yaitu share. Pada kegiatan ini, setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk membagikan informasi yang mereka dapatkan pada kegiatan sebelumnya. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah mereka di depan kelas  sesuai dengan urutan. Saat siswa secara individu menyelesaikan masalah yang mereka seleaikan di depan kelas, anggota yang lain diminta untuk mendengarkan dengan seksama, begitu seterusnya. Apabila dinilai perlu, maka kegiatan ini dapat dilakukan dua putaran.
Dalam pelaksanaan teknik ini, pembagian waktu sangatlah penting. Guru harus menerka-nerka waktu yang diperlukan pada setiap tahap kegiatan dikarenakan teknik ini merupakan satu rangkaian kegiatan. Dengan menggunakan teknik ini, setiap kegiatan yang dilaksanakan siswa adalah berarti. Guru harus mampu menggunakan berbagai macam teknik pembelajaran yang dapat menarik siswa untuk berperan aktif. Proses belajar tidak lagi pembelajaran satu arah, dari guru ke murid, tetapi pembelajaran segala arah, siswa dapat belajar dari guru, dari teman, dari lingkungan, dari siapapun dan dari apapun. Oleh karena itu, guru harus sensitif dan responsif terhadap perubahan di lingkungan siswa.   (tj3/aro)
Guru SMP Negeri 40  Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

15 Napi Terima Remisi Natal

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 15 orang narapidana (napi) penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan, mendapat remisi pada perayaan Natal tahun 2017. Pemberian remisi...

Schreuder Salatiga Berjaya

SEMARANG - Sasana Schreuder Salatiga tampil sebagai juara umum cabang wushu sanda (pertarungan bebas) dalam Kejuaraan Terbuka Wushu Piala Rektor Unnes II yang berakhir...

Kantor Imigrasi Magelang Mulai Beroperasi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Kantor Imigrasi di Kabupaten Magelang, Selasa (3/4) kemarin, resmi dioperasionalkan. Hal itu tidak disia-siakan Plt Sekda Kabupaten Magelang, Eko Triyono, untuk memperpanjang paspor...

Mading Sebagai Sarana Penumbuh Minat Tulis Siswa

RADARSEMARANG.COM, SAMPAI saat ini, kadang saya masih mendapati tantangan ketika memberikan tugas kepada murid-murid untuk menulis, baik fiksi ataupun nonfiksi. Mereka kerap kali menyahut, begitu...

Ulama Pesantren Kumpul di IAIN

SALATIGA - Fakultas Ushuluddin Adab dan Humniora Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar pertemuan ulama pesantren wilayah Kota Slatiga dan Kabupaten Semarang. Pertemuan...

IAIN Mengkaji Problem Umat Islam

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Identitas, eksistensi, retorika umat Islam dan kondisi mutakhir umat Islam di tengah - tengah masyarakat, baik sebagai mayoritas atau minoritas, saat...