30 C
Semarang
Rabu, 21 April 2021

Terjun ke Dunia Hukum karena Keluarga

Bob Horo

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM – Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peribahasa tersebut layak disematkan kepada Bob Horo. Pemilik Bob Horo & Partners yang bergerak di bidang advokasi, legal konsultan dan legal auditor perusahaan ini mengaku terjun ke dunia hukum karena pengaruh keluarga besarnya.
Keluarga Bob, begitu nama sapaannya, banyak yang bekerja sebagai pengacara, advokat, hingga di kejaksaan tinggi. “Keluarga memang semua orang hukum, jadi saat kumpul apa yang dibicarakan pasti masalah hukum. Sampai akhirnya saya ikut serta terjun di dunia hukum namun dengan fokus dan bidang berbeda, yakni korporasi,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.
Sebagai pengacara muda, pria kelahiran 6 Maret 1987 ini menilai jika fokus bisnis yang ia jalani yakni bidang korporasi memang sengaja dibidik karena belum banyak yang menggarap sektor tersebut. Padahal di luar negeri dan kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, bisnis yang ini termasuk profesi yang diandalkan karena mencegah perusahaan terkena masalah. Misalnya masalah aset, dokumen, keternagakerjaan, hak kekayaan intelektual, perizinan dan yang lainnya.
“Bila yang lain baru keluar kalau ada masalah, saya lebih fokus agar tidak terjadi masalah. Istilahnya mirip asuransi yang meminimalisir masalah terjadi dimana perusahaan mendapatkan pengamanan hukum,” tuturnya.
Sebelum mendirikan bisnis tersebut, suami dari Michele Pfeiffer Santoso ini sempat meniti karir dan ikut bekerja di event organizer saat kuliah. Dalam meniti kariernya pun tidak instan. Ia harus mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum Undip, bahkan mengikuti magang pengacara senior agar jam terbangnya bertambah. Dirasa cukup, ia pun memberanikan diri mendirikan Kalingga Law Office pada tahun 2012, yang saat ini berganti nama menjadi Bob Horo & Partners.
“Awal-awal dulu tentu sulit karena sebagai pengacara muda, tentu dianggap sebelah mata. Selain itu, pemilik perusahaan di Indonesia belum sadar akan pentingnya corporate lawyer,” ucapnya.
Saat ini, Bob Horo & Partners sendiri sudah memiliki dua kantor cabang, yakni di Semarang dan Jakarta dan memiliki puluhan klien perusahaan berskala nasiona, bahkan ia pun memiliki rekanan di Singapura. Walaupun bisa dibilang sukses, ia masih rendah hati dan mengaku masih terus menimba dan terus belajar untuk lebih bermanfaat bagi orang lain.
“Obesinya tentu menjadi lawyer hukum yang paling dinamis, bukan terbesar namun saya ingin punya perwakilan di setiap propinsi yang ada di Indonesia juga,” harapnya.
Selama menjalani karirnya, ia mengaku memiliki berbagai pengalaman unik. Misalnya saja mendapatkan tekanan dan ancaman, karena budaya dan kesadaran hukum masyarakat bisa dibilang masih rendah. Ada beberapa orang yanh menganggap jika hukum atau keadilan bisa dibeli dengan uang dan dikendalikan. “Banyak yang seperti ini, namun kalau kita bekerja sesuai dengan kode etik dan tetap idealis serta untuk kepentingan klien saja sih. Bisa dibilang sudah kayak makanan sehari-hari,” candanya.
Bob pun mengaku tidak pernah memilih klien. Sebab baginya memberikan pendampingan adalah hal yang melekat bagi semua lawyer. Beberapa kali ia sempat memiliki klien yang benar-benar tidak mampu membayar. Baginya tidak semua perkara atau masalah hukum bisa diselesaikan dengan bayaran. Ia pun menganggap profesinya sebagai panggilan hati. “Bagi saya itu panggilan hati, apalagi roda itu berputar. Siapapun enggan terkena masalah, dan harus tetap diberikan pendampingan,” tuturnya.
Kini walaupun menjadi pengacara muda yang sukses dan bisa bilang senior, Bob tak lupa membagikan ilmunya kepada juniornya. Ia kerap melakukan bimbingan kepada para mahasiswa untuk mencetak pengacara handal di masa depan. Bahkan ia juga didapuk untuk memberikan bimbingan kepada calon perserta kompetisi peradilan semu yang diselanggarakan tingkat nasional. “Semuanya harus ditularkan, stigma lawyer hanya menangani hukum pidana dan perdata pun bisa hilang karena pekerjaan atau profesi. Ini bisa berati sangat luas dan masuk ke segala bidang,” pungkasnya. (adennyar wycaksono/ric)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here