33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Pemasangan APK Terkendala Bambu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemasangan alat peraga kampanye (APK) untuk dua pasangan calon (paslon) yang berlaga di bursa Pilgub Jateng 2018, terkendala jumlah bambu. Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota sedang mencicil memasang spanduk dan umbul-umbul di tingkat desa dan kecamatan. Diperkirakan, pemasangan APK bisa klir 100 persen pada minggu pertama April mendatang.
Kepala KPU Jateng, Joko Purnomo menjelaskan bahwa APK sudah mulai didistribusikan ke sejumlah daerah. Sengaja tidak diserentakan, sembari menunggu ketersediaan bambu sebagai alat untuk memasang dan menancapkan spanduk serta umbul-umbul. “Kalau APK yang baliho, sedang proses. Kalau sudah siap, bisa langsung dipasang,” jelasnya, Jumat (23/3).
Untuk spanduk, kata Joko, butuh 8 bambu per desa/kelurahan. Padahal total ada 8.559 desa/kelurahan di Jateng. Sementara umbul-umbul, harus disediakan 48 bambu di setiap kecamatan. Totalnya ada 573 kecamatan di Jateng. “Kan banyak banget kebutuhan bambunya. Makanya distribusi dan pemasangannya tidak bisa serentak,” lanjutnya.
Mengenai titik-titik pemasangan spanduk dan umbul-umbul, Joko mengaku tidak tahu persis. Yang jelas, teknis pemasangannya sudah dipasrahkan ke KPU kabupaten/kota. Hanya saja, dia menjelaskan, tidak semua umbul-umbul dan spanduk paten dipasang di titik tertentu saja. KPU akan menyisakan sebagian untuk diserahkan ke tim pemenangan paslon. Sejumlah APK itu bisa dipasang di mana saja, tergantung keinginan tim pemenangan.
“Nanti KPU akan koordinasi dengan tim pemenangan. Bisa di lokasi saat ada kampanye atau di mana pun. Masang umbul-umbul dan spanduk itu semi permanen. Bambunya tinggal ditancapkan di tanah. Bisa dibawa muter-muter, dipindah-pindah,” terangnya.
Sementara itu, Tim Pemenangan Paslon Sudirman Said-Ida Fauziah, Sriyanto Saputro meminta KPU Jateng untuk segera memasang APK. Sudah sebulan lebih masa kampanye, APK yang difasilitasi KPU belum dipasang.
“APK ini sudah sangat terlambat. Bahkan dilematis ketika APK yang diproduksi tim pemenangan masing-masing paslon, dibredel. Mungkin tidak masalah, kalau KPU memang sudah memasang APK sebagaimana mestinya,” ucap Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng ini.
Pihaknya sudah mengecek keberadaan APK di setiap kabupaten/kota, hingga tiap daerah. Dari pengamatannya, belum ada satupun APK resmi dari KPU yang sudah dipasang. “Seharusnya ada 5 baliho di kabupaten/kota, spanduk di dua titik per desa atau kelurahan, dan 20 titik umbul-umbul di kecamatan,” tuturnya.
Menurutnya, keterlambatan ini bisa memengaruhi atmosfer pesta demokrasi. Sosialisasi di bulan pertama masa kampanye jadi kurang maksimal. “Kami merasa sangat dirugikan. Kenapa sampai seperti ini? Apa karena produksinya disentraliasi? Kan bisa disebar, jangan hanya di satu titik, biar cepat,” tandasnya. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dukung Pemerintah, PGN Rela Tekan Laba

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Laba PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN yang turun dalam lima tahun terakhir mendapatkan sorotan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI....

Khusus umat, Bayarnya Cukup Mendoakan Saja

Saban Jumat, Wateg Ibu Tia di bilangan Klipang Raya, Sendangmulyo mematok harga santapan berupa doa. Konsumen tidak perlu merogoh kocek sepeserpun, asal makan di...

200 Pengguna SKTM Dicoret

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Sebanyak 200 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) wilayah I dicoret dalam Penerimaan Peserta Didik Baru...

Diterjang Banjir, 2 Bocah Hanyut

TEMANGGUNG - Dua bocah hanyut di aliran sungai Galeh di Dusun Tlahab Desa Tlahap Kecamatan Kledung Temanggung Selasa (21/2) sore. Mereka yang seluruhnya warga...

Temukan Campuran Pasir Laut dan Semen Purba

Misteri situs purbakala Watu Gong, di Desa Tumenggungan, Kecamatan Selomerto menarik perhatian sekelompok peneliti independen. Tim dari Institut Teknolgi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya datang...

Perkuat Kembali Komoditas Kelapa di Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Di wilayah Kabupaten Demak dulu merupakan salah satu daerah penghasil buah kelapa. Namun, kejayaan komoditas itu meredup seiring dengan makin langkanya pohon kelapa....