33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Kartu Tani Semrawut, Pupuk Sulit

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPRD menyorot persoalan tata kelola pupuk bersubsidi dan kartu tani yang semrawut di Jateng. Kondisi ini membuat alokasi pupuk berkurang dan petani semakin menderita. Sebab, produktivitas hasil panen yang didapatkan semakin menurun.
Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Ma’ruf mengatakan bahwa sebelumnya petani mendapat jatah pupuk sesuai usulan yang masuk dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Yakni paket teknis untuk tanaman padi per hektare dialokasikan 550 kg pupuk majemuk. “Ternyata dalam sistem di kartu tani, hanya muncul alokasi 275 kg,” katanya.
Ia menambahkan, sementara untuk tanaman jagung usulan RDKK sesuai paket teknis 750 kg pupuk majemuk. Tetapi dialokasi di kartu tani hanya 413 kg. Kondisi ini membuat masyarakat Jateng yang mayoritas petani menjadi was-was. “Kesimpulannya, dengan kartu tani produktivitas hasil panen terancam menurun. Ini sangat ironi,” ujarnya.
Dewan juga mendapatkan keluhan dari sejumlah petani di Jateng. Banyak yang merasa kesulitan untuk bisa menembus pupuk bersubsidi dengan kartu tani. Tidak hanya itu, banyak juga petani yang belum menerima kartu tani. Padahal, program tersebut sudah bertahun-tahun dicanangkan Gubernur Jateng. “Dari pengamatan dan kondisi di lapangan, kartu tani menyulitkan petani dan sangat tidak efektif. Awas kartu kuning dari petani untuk pupuk subsidi,” tegasnya.
Para petani juga mengeluh jarak Bank Mitra kartu tani yang sangat jauh dengan pengecer pupuk di suatu desa. Bahkan, untuk menembus pupuk 50 kg senilai Rp 110 ribu, petani harus mengisi uang di bank mitra yang jaraknya 7 km. “Jelas ini membutuhkan tambahan dana dan waktu,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudi Sancoyo meminta agar Pemprov Jateng melakukan inovasi di sektor pertanian. Bagaimanapun juga, Jateng selama ini sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Hal itu harus terus dipertahankan, di tengah kondisi lahan pertanian yang semakin berkurang. “Harus ada upaya kongkret agar pertanian masih tetap menjadi unggulan di Jateng,” katanya.
Sebenarnya Pemprov Jateng sudah melakukan gebrakan dengan adanya kartu tani. Tetapi sampai sekarang masih belum bisa maksimal, karena belum bisa berjalan di seluruh wilayah. Padahal, kartu tani bisa membantu untuk pupuk bersubsidi. “Harusnya Pemprov bisa lebih kreatif. Program yang dicanangkan harus dijalankan dengan maksimal,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Telusuri Keterlibatan Oknum Polisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah memastikan akan memantau penanganan kasus dugaan penyelundupan BBM jenis solar dengan kapal kayu di Pelabuhan...

Tujuh Siswi SMK 3 Menari di Malaysia

MAGELANG—Tujuh siswi SMKN 3 Kota Magelang yang tergabung dalam Tim Duta Promo Budaya, Rabu (6/9) besok, akan berangkat ke Malaysia. Mereka dan tampil pada...

Kecam Trump dan Israel

SEMARANG - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel menuai kecaman dari umat muslim. Sejumlah aksi demonstrasi dilakukan...

1.500 Orang Ikuti Gebyar Prolanis

MAGELANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Magelang mengajak peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang tergabung dalam Klub...

Perlu Pembatasan Penggunaan Air Tanah

SEMARANG – Persoalan semakin menipisnya cadangan air tanah harus disikapi secara serius. Sebab, jika tidak ketersediaan air akan terus berkurang dan berdampak pada penurunan...

Berjalan Lancar

Meski terkendala faktor cuaca, proyek pembangunan Pasar Johar Baru terus dikerjakan. Pemkot Semarang menargetkan pasar bisa selesai di awal tahun 2020 dari rencana semula.