33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Kades Jambearum Diminta Mundur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Puluhan warga desa Jambuarum, Kecamatan Patebon melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Bupati Kendal. Mereka menuntut supaya Kepala Desa (Kades) setempat yaitu Kades Sri Purwanti dicopot jabatannya.
Tuntutan tersebut menurut pengunjuk rasa lantaran kades cantik yang sudah terpilih dua periode itu diduga melakukan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2015-2017. Selain itu juga ada dugaan penjualan beras miskin (raskin) yang sedianya diberikan kepada warga yang kurang mampu.
Dengan membentangkan spanduk dari  bungkus karton, warga menyatakan mosi tidak percaya kepada Kades Sri Purwanti. Spanduk berisikan tuntutan agar Inspektorat Kendal memeriksa kasus penggunaan Dana Desa (DD) serta pelaksanaan pembangunan desa. Selain itu juga bertuliskan kecaman terhadap Kades agar tidak semena-mena terhadap rakyat kecil.
Koordinator aksi, Mulyanto, mengatakan selama tahun 2015 hingga 2017 banyak pengadaan barang dan jasa serta pembangunan yang tidak sesuai dengan perencanaan. “Pembangunan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam perencanaan,” katanya, kemarin (23/3).
Ia mencontohkan dengan pembangunan rehab kantor Balai Desa di 2016. Bahwa untuk rehab tersebut telah dianggarkan tapi sampai sekarang belum juga dilaksanakan. “Kami ingin tahu, dananya itu larinya kemana dan digunakan untuk apa,” tandasnya.
Selain itu terjadi kasus penjualan raskin yang diduga dilakukan Kades Sri Purwanti. Yakni beras jatah dari Pemerintah untuk warga miskin bukannya dibagikan tapi dijual dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi. “Alasannya karena beras tidak diambil, padahal warga tidak diberitahu kalau raskin sudah ada di balai desa,” katanya.
Mulyanto mengatakan warga pernah melayangkan surat kepada Bupati Kendal, Mirna Annisa untuk menghentikan sementara Kades dan Perangkat desanya serta menurunkan tim dari inspektorat untuk memeriksa Kades.
Bayu Adi, Ketua pemeriksa kasus Kades Jamberarum menjelaskan pihaknya telah melakukan pemeriksaan kepada Kades tersebut pada bulan Februari lalu dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut telah selesai dibuat. “Kami telah memeriksa yang bersangkutan atas masalah yang telah disampaikan para warga. Hasil Laporan telah disampaikan kepada Bupati,” ujarnya.
Memanggapi hal tersebut, Kades Sri Purwanti mengaku jika permasalahan DD sudah dilakukan pemeriksaan oleh inspektorat dan hasilnya tidak ada masalah. Sedangkan untuk raskin, pihaknya tidak tahu menahu. Karena beras miskin diurusi oleh panitia tersendiri. “Saya hanya data saja, raskin itu dibagikan oleh panitia desa bersama bulog. Jadi Kades tidak tahu menahu perihal penjualan beras itu karenaa bukan kewenangan Kades,” tuturnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sudah Habis Rp 50 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembangunan penguatan bangunan Pasar Johar Cagar Budaya tahap pertama dinyatakan telah selesai 100 persen. Dalam pembangunan tahap pertama ini Pemkot Semarang melalui Dinas...

Raperda Hiburan Butuh Masukan Tokoh Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) hiburan hingga kini masih terjadi pro dan kontra. Setidaknya ini terlihat dalam hearing antara Pansus A...

Bukan Slogan, Sudirman Praktikkan Kemajemukan

TEGAL–Sudirman Said pulang kampung ke tanah kelahirannya di Desa Slatri, Brebes, Jawa Tengah pada Kamis-Jumat (5-6 Oktober 2017) kemarin. Ini memang bukan mudik pertama, sejak...

Sebarkan Virus Peduli Lingkungan

KINI kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin tinggi. Buktinya salah satu komunitas di Kota Semarang yaitu Komunitas Peduli Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat...

Mahasiswa Disiapkan Hadapi Era Milenial

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Era milenial berkembang dengan sangat cepat. Jika tidak bisa beradaptasi maka dikhawatirkan bakal tergilas oleh zaman. “Generasi milenial memiliki ciri khas sangat...

Khawatir Ada Penggelembungan 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Bangunan KUD Usaha Mina yang berada di Pasar Tambaklorok, terdampak pelebaran jalan Kampung Bahari dibongkar, Rabu (7/3). Sedikitnya terdapat 23 bangunan...