33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

SDM Keuangan Syariah Masih Rendah

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sumber Daya Manusia (SDM) keuangan syariah dinilai masih menjadi pekerjaan rumah industri keuangan di Indonesia. Perkembangan industri pun belum dapat diimbangi dengan perbaikan SDM. Padahal, industri keuangan syariah di Indonesia sebenarnya sudah mulai membaik dengan banyaknya sektor keuangan syariah. Namun, perbaikan ini justru belum diimbangi dengan SDM syariah yang berkualitas.
Deputi Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah 1 OJK Rina Cakti Yuliani mengatakan, selama ini masyarakat akan memilih bekerja di bank jika berkaitan dengan industri keuangan. SDM yang ada sejauh ini masih menjadi hal yang perlu didorong sehingga mampu berada sebagai pemain syariah yang profesional.
“Padahal banyak lho prodi syariah, industri juga ada, tetapi dimana ini tidak ketemunya? Ya karena masyarakat umum tahunya lebih ke bank dan karena memang bank syariah lebih populer,” ujarnya dalam talkshow Industri Keuangan Non Bank Syariah bertajuk “Meningkatkan Literasi di Kalangan Akademisi dan Masyarakat terhadap Produk Keuangan Syariah”, di FEB Undip, kemarin.
Rina menjelaskan selain pengaturan dan pengawasan, salah satu tugas OJK adalah melakukan pengembangan. Salah satu caranya dengan mengenalkan dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Dalam kesempatan tersebut, Rina juga menggandeng sejumlah industri keuangan non bank.
“Kita bawa IKNB Syariah antara lain Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), Asuransi Syariah dan Pegadaian Syariah. Tidak bisa semua karena tidak semuanya juga berhubungan langsung dengan masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, membawa pelaku industri keuangan non bank dalam acara tersebut menjadi ajang untuk memberikan pemahaman secara nyata pada mahasiswa. Artinya, pihaknya membuka wawasan selain mengenalkan produk IKNB juga bidang pekerjaan yang sebetulnya luas.
“Banyak lho, ada DPS, underwriter, akuntansi syariah juga ada. Inilah yang kita inginkan ke dunia mahasiswa supaya lebih terbuka wawasan tentang prospek kerja di dunia syariah,” tegasnya.
Sementara itu, Kaprodi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip Darwanto mengatakan dilaksanakannya kegiatan ini menyikapi masih rendahnya literasi masyarakat terkait keberadaan industri keuangan non bank syariah. Sehingga Prodi Ekonomi Islam FEB menyambut baik upaya OJK dalam meningkatkan literasi melalui talkshow ini.
“Harapannya jika selama ini mahasiswa mengetahui informasi dari buku mengenai IKNB syariah, maka melalui kegiatan ini mereka mendapatkan informasi lebih mendalam dan praktik di lapangan dari para praktisinya,” tandas Ketua Forum Dosen Ekonomi Bisnis dan Islam (Fordebi) wilayah Jawa Tengah itu. (tsa/adv/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...