Optimalisasi Media Visual Pembelajaran Bahasa Jerman

spot_img

RADARSEMARANG.COM – BELAJAR bahasa asing, utamanya bahasa Jerman, banyak caranya. Saat ini sudah merebak cara pembelajaran bahasa Jerman yang efektif dan menyenangkan. Karena itu, di sekolah-sekolah yang mengajarkan bahasa Jerman kepada siswa-siswinya, membuat guru dituntut untuk kreatif, juga inovatif.
Tak sedikit siswa yang beranggapan bahwa belajar bahasa Jerman itu sulit. Artinya, jauh lebih mudah mempelajari bahasa Inggris. Untuk kasus seperti ini, seorang guru bahasa Jerman, musti memberi motivasi kepada anak didiknya untuk meyakinkan bahwa belajar bahasa Jerman sangat menyenangkan. Belajar bahasa Jerman juga sangat berguna, seiring kemajuan teknologi—karena salah satu pertimbangannya—posisi Jerman sebagai negara yang maju di bidang industri dan teknologi.
Bagaimana sebaiknya belajar bahasa Jerman? Siswa-siswi SMA yang mempelajari bahasa asing ini, bisa memanfaatkan ruang multiguna/laboratorium bahasa, menggunakan komputer/audio visual. Ini cukup efektif untuk mempelajari empat aspek keterampilan berbahasa Jerman dan aspek pendukungnya. Yaitu, struktur dan kosa kata (strukturen dan wortschstz).
Caranya, siswa diberikan CD yang berisi satu paket materi pembelajaran yang sudah dicantumkan standar kompetensinya; kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, materi, indikator, soal, dan kunci jawaban. Dan, semua bisa diulang-ulang jika siswa belum berhasil menyelesaikan soal atau belum paham materi yang sesuai dalam silabus tersebut.
Media visual—dalam hal ini fokus pada CD berupa gambar dan kosakata bahasa Jerman serta pembentukannya dalam kalimat—akan mampu menjembatani dua kutub. Yakni, opini bahwa bahasa Jerman itu sulit dan kemauan mempelajarinya. Untuk itu, guru diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas belajar mengajar secara optimal, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan dan memotivasi peserta didik secara optimal. Yaitu, dengan tidak lagi mengandalkan metode ceramah yang selama ini mendominasi pembelajaran di kelas.
Lantas, apa manfaat belajar bahasa Jerman menggunakan dengan media visual? Bagi penulis, pembelajaran struktur dan kosa kata bahasa Jerman dengan mengoptimalkan media visual, mampu menunjukkan adanya berbagai perubahan. Antara lain, terkait dengan guru, mereka (guru) menjadi lebih kreatif dalam memilih tema dan materi pelajaran.
Kedua, guru mampu mengembangkan dan menyajikan materi yang ada dalam buku paket menjadi lebih menarik. Ketiga, interaksi pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, tetapi proporsional terdistribusi dalam interaksi guru dengan siswa. Serta siswa satu dengan siswa yang lain. Lalu, terkait dengan siswa? Pertama, siswa menjadi aktif belajar
sendiri, siswa lebih bersemangat dan senang, serta siswa merasa rileks tetapi serius. Meski belum semua siswa mandiri dan kritis, namun semangat belajar mereka akan lebih baik. Kaitan lainnya, lebih merangsang siswa untuk memperhatikan dan mereka termotivasi untuk mempelajari, dibandingkan tanpa media. Sebab, mereka akan jauh merasa lelah, tegang, takut, ngantuk, bosan dan tidak menarik. (*/isk)
Guru Bahasa Jerman SMA 1 Magelang

Author

Baca juga:   Keberhasilan BDR Tergantung Kerjasama Orang Tua dan Guru

Populer

Lainnya