33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Kinerja Perbankan Syariah Meningkat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Industri perbankan syariah di Jawa Tengah sudah mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat baik dari pertumbuhan aset, pembiayaan, maupun dana pihak ketiga.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, aset perbankan syariah di Jawa Tengah pada 2017 lalu mencapai Rp 24,7 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 8,23 persen bila dibanding tahun sebelumnya. Kemudian pembiayaan mencapai Rp 18,6 triliun atau meningkat 12,71 persen dibanding tahun sebelumnya. Begitu juga dari sisi dana pihak ketiga yang mencapai Rp 20,5 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 19,75 persen bila dibanding tahun sebelumnya.
“Meskipun secara komposisi masih lebih rendah dibandingkan perbankan konvensional, namun dari segi aset, pembiayaan dan penghimpunan DPK menunjukkan kinerja perbankan syariah yang cukup baik,” ujarnya disela peluncuran Pusat Informasi, Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, kemarin.
Dengan melihat kondisi tersebut, menurutnya diperlukan strategi khusus agar perbankan syariah dapat lebih meningkat lagi. Dalam rangka peningkatan kinerja Lembaga Keuangan Syariah (LKS) terdapat dua sisi yang harus dibenahi. Yaitu Lembaga Keuangan Syariah dan masyarakat sebagai pengguna jasa keuangan syariah.
“Pembenahan Lembaga Keuangan Syariah dapat dimulai dari perbaikan manajemen, produk keuangan yang ditawarkan dan sistem ekonomi syariah yang digunakan,” katanya. Selain itu, pembenahan dari sisi masyarakat harus dilakukan terhadap dua golongan masyarakat yaitu masyarakat kurang mampu yang unbankable, dan masyarakat yang belum mengerti sistem keuangan syariah.
Persentase masyarakat yang kurang mampu dan unbankable di Jawa Tengah masih cukup tinggi yaitu sebesar 12,23 persen pada tahun 2017. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu adanya peningkatan kapasitas usaha bagi masyarakat yang kurang mampu dan unbankable. Antara lain UMKM, petani dan masyarakat umum termasuk juga pesantren dan panti asuhan.
“Adapun peningkatan kapasitas bagi masyarakat yang belum mengerti sistem keuangan syariah dapat dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi mengenai sistem ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya. (dna/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tegakkan Disiplin, Bisakah Guru Dihukum?

RADARSEMARANG.COM - Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Saya sehari-hari menjadi guru di SMK negeri. Beberapa hari lalu ada guru di salah satu...

Unnes Laporkan Penyebar Isu Plagiasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) melaporkan dugaan isu plagiasi yang beberapa waktu lalu menyerang Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman. Tindakan tegasi ni...

Seluruh Jaminan Kesehatan Langsung Dibayar Negara, Keluarga Dilatih Keterampilan

KESULITAN yang dihadapi keluarga penderita thalasemia asal Kabupaten Magelang, akhirnya tertolong usai audiensi dengan anggota DPRD setempat. Mereka yang salama ini membayar jaminan kesehatan...

3 Parpol Rapatkan Barisan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah parpol di Jateng makin serius memunculkan poros tengah dalam Pilgub Jateng 2018 nanti. Mereka mencoba memunculkan sejumlah tokoh nasional yang...

Satu Keluarga Positif Difteri

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wabah penyakit difteri kembali menyerang Kota Semarang. Lima orang suspect difteri ditemukan di Kota Atlas. Dari lima orang itu, seorang di...

Kartini Harus Jadi Motivasi

WONOSOBO–Peringatan Hari Kartini dijadikan momentum oleh organisasi perempuan Wonosobo, dengan menggelar 21 kegiatan. Kegiatan didominasi pemberdayaan dan peran perempuan dalam proses pembangunan masyarakat, sekaligus...