33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Memasuki tahun politik, Wali Kota Yuliyanto berharap agar semua tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa bersikap netral, meskipun setiap organisasi maupun kelompok mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Termasuk dalam situasi demokrasi dan politik tahun ini.
“Hal ini sangat penting, apalagi kita akan menghadapi tahun politik. Jangan sampai kita condong ke satu calon untuk dukung mendukung dan dimanfaatkan oleh salah satu calon sehingga akan menimbulkan keresahan di kemudian hari,” papar Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, saat membuka acara sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama tahun 2018 di Ruang Plumpungan Lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (21/3).
Yuliyanto mengingatkan melalui sosialisasi ini, diharapkan akan ada kepahaman antara Pemerintah dengan tokoh agama dalam bingkai rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga akan menambah wawasan, pengetahuan, cakrawala berfikir untuk terus mempertahankan, melestarikan, dan memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi bermasyarakat.
Menurutnya, hadirnya kesadaran memahami dan menghormati sesama, antar pemuka agama dan tokoh masyarakat di Kota Salatiga, bisa menjadi satu modal untuk menciptakan kesatuan yang utuh dalam menjaga keharmonisan masyarakat. “Kita contohkan di Kota Salatiga ada banyak
etnis datang dari sabang sampai merauke. Karena kota ini terkenal dengan pluralismenya maka menjadi daya tarik sendiri. Bukan hanya nyaman saja, akan tetapi kondisi masyarakatnya juga mempunyai toleransi yang tinggi,” imbuhnya.
Menurutnya, masyarakat Salatiga sangat mudah menerima perbedaan yang ada. Oleh karenanya setiap umat beragama harus terus mewujudkan rasa persaudaraan, saling memberi kasih sayang, saling mencintai satu sama yang lain baik dalam keluarga, pertemanan maupun kelompok.
Sementara itu, menurut Kepala Bidang Ketahanan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Atiek Surniati mengatakan bahwa toleransi antar dan inter umat beragama harus selalu ditingkatkan untuk menjamin kerukunan, kebersamaan dan keharmonisan
dalam masyarakat.
Terlebih lagi keberadaan kerukunan, ketentraman ini nantinya akan sangat mendukung terciptanya situasi aman dalam gelaran pilkada tahun 2018. Sebagai informasi, dalam pilkada serentak 2018, akan berlangsung di 17 provinsi dan 39 kota serta 15 kabupaten se-Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah sendiri akan melibatkan 7 Kota/ Kabupaten untuk pemilihan kepala daerah dan pilkada untuk pemilihan gubernur. Atiek menambahkan bahwa keberadaan para tokoh agama disini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran beragama, bermasyarakat, dan saling menghormati didalamnya. (sas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

UIN Walisongo Juara II Lomba Debat

SEMARANG – Tim mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Belum lama ini UIN Walisongo menyabet Juara II lomba...

Dinas Perdagangan Perlu Evaluasi Konsep

KOTA SEMARANG – Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan segera mengevaluasi konsep penataan pedagang Pasar Peterongan di bangunan baru. Menyusul masih adanya...

Pak Min Ndredeg saat Pembelinya Gubernur Ganjar

Parimin, pemilik Warung Bakso Asri harus melewati perjalanan panjang sebelum akhirnya sukses berbisnis bakso saat ini. Pria yang akrab disapa Pak Min ini pernah...

Memanusiakan Orang dengan Masalah Kejiwaan

Komunitas muda-mudi yang tergabung dalam Griya Schizofren Surakarta, menyadarkan kepada kita bahwa orang dengan masalah kejiwaan (ODMK), tidak seharusnya dijauhi, ditakuti, apalagi dimusuhi. Mereka...

KSP Jateng Mandiri Terancam Pailit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Belum juga usai perkara gugatan melawan Bareskrim Mabes Polri, Dit Reskrimsus Polda Jateng dan Reserse Polrestabes Semarang, kali ini eks Ketua Koperasi Simpan...

Bimbingan Belajar, Makanan Pendamping Siap Saji

Bimbingan belajar atau Bimbel, termasuk salah satu dari berbagai jenis lembaga kursus pelatihan (LKP) sebagaimana disebutkan dalam UU Sisdiknas 2003. Sesuai undang-undang tersebut, LKP...