33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Memasuki tahun politik, Wali Kota Yuliyanto berharap agar semua tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa bersikap netral, meskipun setiap organisasi maupun kelompok mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Termasuk dalam situasi demokrasi dan politik tahun ini.
“Hal ini sangat penting, apalagi kita akan menghadapi tahun politik. Jangan sampai kita condong ke satu calon untuk dukung mendukung dan dimanfaatkan oleh salah satu calon sehingga akan menimbulkan keresahan di kemudian hari,” papar Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, saat membuka acara sosialisasi peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan umat beragama tahun 2018 di Ruang Plumpungan Lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (21/3).
Yuliyanto mengingatkan melalui sosialisasi ini, diharapkan akan ada kepahaman antara Pemerintah dengan tokoh agama dalam bingkai rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga akan menambah wawasan, pengetahuan, cakrawala berfikir untuk terus mempertahankan, melestarikan, dan memperkuat rasa persaudaraan dan toleransi bermasyarakat.
Menurutnya, hadirnya kesadaran memahami dan menghormati sesama, antar pemuka agama dan tokoh masyarakat di Kota Salatiga, bisa menjadi satu modal untuk menciptakan kesatuan yang utuh dalam menjaga keharmonisan masyarakat. “Kita contohkan di Kota Salatiga ada banyak
etnis datang dari sabang sampai merauke. Karena kota ini terkenal dengan pluralismenya maka menjadi daya tarik sendiri. Bukan hanya nyaman saja, akan tetapi kondisi masyarakatnya juga mempunyai toleransi yang tinggi,” imbuhnya.
Menurutnya, masyarakat Salatiga sangat mudah menerima perbedaan yang ada. Oleh karenanya setiap umat beragama harus terus mewujudkan rasa persaudaraan, saling memberi kasih sayang, saling mencintai satu sama yang lain baik dalam keluarga, pertemanan maupun kelompok.
Sementara itu, menurut Kepala Bidang Ketahanan Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Atiek Surniati mengatakan bahwa toleransi antar dan inter umat beragama harus selalu ditingkatkan untuk menjamin kerukunan, kebersamaan dan keharmonisan
dalam masyarakat.
Terlebih lagi keberadaan kerukunan, ketentraman ini nantinya akan sangat mendukung terciptanya situasi aman dalam gelaran pilkada tahun 2018. Sebagai informasi, dalam pilkada serentak 2018, akan berlangsung di 17 provinsi dan 39 kota serta 15 kabupaten se-Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah sendiri akan melibatkan 7 Kota/ Kabupaten untuk pemilihan kepala daerah dan pilkada untuk pemilihan gubernur. Atiek menambahkan bahwa keberadaan para tokoh agama disini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran beragama, bermasyarakat, dan saling menghormati didalamnya. (sas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pantai Istambul Dikembangkan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak melalui gabungan dinas dan instansi berupaya mengembangkan kawasan wisata baru, yaitu pantai Istambul di Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah. Pantai...

PKK Tirto Tiga Besar Lomba IVA Test

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Upaya Pemkab Pekalongan untuk menekan angka kematian pada ibu hamil dan ibu melahirkan, dan mencegah kanker serviks melalui IVA test telah...

Ada 18 Nama Calon Kepala Daerah Bermasalah, KPK Tegaskan100% Itu HOAX

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah terkait dengan beredarnya 18 nama calon kepala daerah dalam sebuah dokumen PDF Lantaran diduga melakukan tindak pidana...

Hormati Jasa Para Tokoh Pendahulu

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Ziarah dan tabur bunga ke makam pendiri, tokoh dan ulama Wonosobo menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Wonosobo,...

Ingin Tahu Cerita Relief, Cukup Unduh Aplikasi

MUNGKID--Wisatawan Candi Borobudur kini bakal dimudahkan mengetahui cerita tentang relief Candi Borobudur. Pengelola meluncurkan aplikasi Chattra Borobudur e-Guide. Direktur Utama PT TWCB, Edy Setijono mengatakan,...

Sedang Bajak Sawah, Tersambar Petir

KEBUMEN - Seorang petani yang bernama Saryono, 42, warga Desa Banyurata, Adimulyo, nyaris meregang nyawa setelah tersambar petir saat membajak sawah dengan menggunakan traktor,...