32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Kinerja Perbankan Syariah Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Industri perbankan syariah di Jawa Tengah sudah mulai menunjukkan peningkatan. Hal ini terlihat baik dari pertumbuhan aset, pembiayaan, maupun dana pihak ketiga.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, aset perbankan syariah di Jawa Tengah pada 2017 lalu mencapai Rp 24,7 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 8,23 persen bila dibanding tahun sebelumnya. Kemudian pembiayaan mencapai Rp 18,6 triliun atau meningkat 12,71 persen dibanding tahun sebelumnya. Begitu juga dari sisi dana pihak ketiga yang mencapai Rp 20,5 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 19,75 persen bila dibanding tahun sebelumnya.
“Meskipun secara komposisi masih lebih rendah dibandingkan perbankan konvensional, namun dari segi aset, pembiayaan dan penghimpunan DPK menunjukkan kinerja perbankan syariah yang cukup baik,” ujarnya disela peluncuran Pusat Informasi, Kajian dan Pengembangan Ekonomi Syariah (PIKES) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, kemarin.
Dengan melihat kondisi tersebut, menurutnya diperlukan strategi khusus agar perbankan syariah dapat lebih meningkat lagi. Dalam rangka peningkatan kinerja Lembaga Keuangan Syariah (LKS) terdapat dua sisi yang harus dibenahi. Yaitu Lembaga Keuangan Syariah dan masyarakat sebagai pengguna jasa keuangan syariah.
“Pembenahan Lembaga Keuangan Syariah dapat dimulai dari perbaikan manajemen, produk keuangan yang ditawarkan dan sistem ekonomi syariah yang digunakan,” katanya. Selain itu, pembenahan dari sisi masyarakat harus dilakukan terhadap dua golongan masyarakat yaitu masyarakat kurang mampu yang unbankable, dan masyarakat yang belum mengerti sistem keuangan syariah.
Persentase masyarakat yang kurang mampu dan unbankable di Jawa Tengah masih cukup tinggi yaitu sebesar 12,23 persen pada tahun 2017. Oleh karena itu, lanjutnya, perlu adanya peningkatan kapasitas usaha bagi masyarakat yang kurang mampu dan unbankable. Antara lain UMKM, petani dan masyarakat umum termasuk juga pesantren dan panti asuhan.
“Adapun peningkatan kapasitas bagi masyarakat yang belum mengerti sistem keuangan syariah dapat dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi mengenai sistem ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya. (dna/ric)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here