Polda Telisik 30 Pengguna Aplikasi “Tuyul”

  • Bagikan
Kombes Pol Lukas Akbar Abriari
Kombes Pol Lukas Akbar Abriari

RADARSEMARANG.COM, SEMRANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mensinyalir adanya penggunaan aplikasi ilegal Grab online di wilayah Kota Semarang. Setidaknya terdapat 30 an ghost driver online atau “Tuyul”.
“Di Semarang ada 30 driver yang menggunakan aplikasi itu. Tapi setelah ada yang tertangkap tiarap semua,” ungkap Direskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, kemarin.
Hal tersebut merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan terhadap hacker Grab online, bernama Tommy Nur F, 32, warga Brebes yang ngekos di daerah Karangrejo, Gajahmungkur. Serta tujuh tersangka lain R Benny Rahmansyah, 46, Ahmad, 33, Jahidin 28, Ibnu, 30, Hidayat, 35, Ivon, 28 dan Kubro, 36, yang semua datang dari Jakarta.
“Menurut pengakuan tersangka ada 30 an ghost driver. Ini masih terus kita pantau,” tegasnya.
Terkait adanya hacker lain, termasuk tujuh ghost driver yang telah ditangkap, Lukas mengaku belum ada tersangka lain. Meski begitu, pihak kepolisian akan terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap para tersangka, guna mengungkap adanya pelaku lain.
“Kalau yang hacker belum ada, masih satu (Tommy Nur F). Kalau sementara ini yang di hack hanya Grab. Ya mungkin lain ada, tapi tidak melapor,” ujarnya.
Lukas mengakui, aplikasi-aplikasi online tersebut rawan diretas orang tak bertanggungjawab jika tidak rutin di update. Sehingga harus segera dibenahi.
“Kalau sebuah program tidak sering di update ya tentunya akan ditemukan lubangnya,” ujarnya.
Menanggapi kasus lain yakni Skimming atau pembobolan data kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) oleh hacker, Lukas mengakui sampai sejauh ini belum ada laporan.
Meski begitu, Lukas mengakui sudah mendapat perintah dari Mabes Polri untuk mengantisipasi kasus skimming ini jangan sampai melebar, khususnya di wiliayah hukum Polda Jateng.
“Kemarin Bank Indonesia (BI) dan Mabes Polri sudah berkoordinasi untuk menyertakan chip di setiap kartu. Jadi dengan adanya chip itu tidak mudah di-copy alat skimmer, mungkin itu solusinya,” tandasnya. (mha/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *