33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Tetaplah Mungkid Jadi Ibu Kota Bernuansa Pedesaan

HUT Ke-34 Kota Mungkid

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Di usianya yang ke-34 tahun, Kota Mungkid terus berbenah. Berbagai sarana, prasarana, maupun fasilitas publik untuk aktivitas masyarakat Kabupaten Magelang, intens dibangun.
RADARSEMARANG.COM – ANDAI drh Soepardi masih hidup, tentu beliau akan bangga melihat perubahan wajah desa-desa yang sekarang menjadi komponen pembentuk Kota Mungkid. Tumbuh sesuai harapannya hingga di usia 34 tahun.
Ismail Saleh, mantan Menteri Kehakiman pada masa itu, tentu tidak berani berseloroh lagi seperti dulu: “Kota kok (isinya) sawah semua!” Berkat perjuangan Soepardi—yang ketika itu menjabat bupati—ibu kota kabupaten dapat dipindah ke Kota Mungkid.
Soepardi saat punya pandangan jauh ke depan. Ia ingin Kota Mungkid beda dengan ibu kota kabupaten lainnya yang glamour dan berkonsep perkotaan. Soepardi ingin, Kota Mungkid, seperti kondisi saat ini: adem, asri, banyak pepohonan, juga dikelilingi area persawahan dan sungai.
Saat proses pemindahan, Soepardi tidak sempat menyaksikan. Tuhan memanggilnya pada 16 Agustus 1983. Atau, tujuh bulan sebelum momen bersejarah tersebut. Namun, semangat untuk membangun dan memajukan daerahnya, bisa menginspirasi para penerusnya. Juga bagi masyarakat di kabupaten ini.
Kini, Kota Mungkid terus berbenah. Menjadi sentra pemerintahan dan pendidikan. Fasilitas juga sudah makin komplet. Di antaranya, ruang publik bernama lapangan Drh. Soepardi, stadion, dan lainnya. Meski terus meningkatkan kualitas tata kota, konsep dasar sebagai kota pedesaaan terus dijaga.
Perekonomian di Kota Mungkid juga semakin berkembang. Jalan utama, yakni ruas Soekarno Hatta, sangat luas. Nol lubang, bersih, dan indah. Di sepanjang jalan, sudah berdiri dua SPBU, Museum H. Widayat, kolam renang Karet (kolam renang terbesar di Kabupaten Magelang), Masjid Agung An-Nuur dan Vihara.
Tak ada mal dan plaza, kecuali warung kelontong, warung makan, dan kios-kios usaha. Suasana kota yang semula hanya hidup selama jam kantor hingga sore hari saja, kini mulai bergeliat hingga malam. Sunyi dan senyapnya malam, justru menjadi daya tarik, alternatif singgah dari kebisingan kota.
Ketika Drs. H. Hasyim Afandi menjabat sebagai bupati, dia pernah bercanda dengan koleganya dari Jakarta. “Seandainya Bapak pernah datang ke kota ini 20 tahun silam, pasti tidak akan tersesat. Karena jalannya ya masih ini saja (Jl Letnan Tukiyat),” kata Hasyim.
Mantan Bupati Magelang Ir. Singgih Sanyoto saat masih menjabat juga menyampaikan, Kota Mungkid akan tetap seperti ini. Kota dengan konsep desa. Menurutnya, hal ini justru menjadi blessing in disguise (berkah terselubung).
Bupati Magelang Zaenal Arifin sebelum cuti masa kampanye menuturkan, Kota Mungkid akan terus mempertahankan diri sebagai kota dengan konsep ndeso. Konsep penataan dan perkembangannya akan terus mempertahankan dasar awal tersebut.
Kata Zaenal, Kota Mungkid akan terus didorong untuk berkembang menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, dan kebudayaan. Dia bermimpi Kota Mungkid akan berdiri pusat-pusat studi pendidikan dan kebudayaan, perkembangan agama dan ruang-ruang publik. Untuk perkembangan perekonomian, Pemkab Magelang sesuai roadmap yang ada, fokus pada sepanjang jalur utama Magelang-Jogjakarta. Mulai dari Kecamatan Mertoyudan, Muntilan, hingga Salam.
Perkembangan industri difokuskan pada sisi selatan, khususnya Kecamatan Tempuran dan Salaman. Di sana, banyak berdiri pabrik-pabrik besar untuk menopang dunia perindustrian. Imbasnya, serapan daya tampung tenaga kerja lokal sangat tinggi. Pemerintah Kabupaten Magelang juga mulai membuka diri untuk terus melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Pembangunan manusianya, juga pembangunan infrastrukturnya. (adv)

Berita sebelumyaTrump
Berita berikutnyaTiket KA Lebaran Terjual 25 Persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dini Minta Perkuat Payung Hukum Guru

SEMARANG- Maraknya kasus guru yang terjerat persoalan hukum gara-gara menegakkan disiplin kepada siswanya, menimbulkan keprihatinan banyak pihak. Padahal guru bukanlah profesi yang mudah. Di...

Panwas Beri Teguran Keras Kadus

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Pelanggaran kampanye oleh perangkat desa kembali terjadi pada proses Pilkada Magelang 2018. Kali ini dugaan pelanggaran dilakukan oleh Kepala Dusun (Kadus) Slokopan...

Insya Allah Aku Lilo, Madrid

Saya lemes saat nulis ini. Bahkan sudah lemes sejak menit ke 30-an final Piala Champions itu. Lemes. Kesel. Kasihan. Pasrah. Akhirnya…. tawakkal billah…. barang...

No Handphone No Gadget, Gaptek atau Peduli Anak?

DEWASA ini perkembangan teknologi begitu pesat, handphone dan gadget menjadi barang biasa yang “wajib” dimiliki setiap orang. Didukung dengan mudahnya fasilitas internet, seakan dunia...

Festival Kuliner Taman Kasmaran

RADARSEMARANG.COM - Penari dari sanggar Sobokarti saat membawakan tarian Gambang Semarang di pelataran Taman Kasmaran, Semarang, Minggu (11/3). Festival Kuliner digelar di Taman Kasmaran...

Rp 36 Miliar Telah Cair

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Dana Desa tahap I senilai Rp 36,8 miliar telah masuk ke rekening kas daerah Kabupaten Wonosobo. Pencairan dana itu merupakan tahap...