Peran yang Terlupakan

spot_img

RADARSEMARANG.COMPEMERINTAH  dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya, telah membangun sarana dan prasarana pendidikan sebagai bentuk perwujudan pemenuhan tanggung jawab pembangunan fisik di bidang pendidikan dan menyelenggarakan proses pendidikan melalui berbagai lembaga pendidikan. Sementara sekolah telah melakukan pelayanan berupa proses pembelajaran, bimbingan, dan pengarahan yang bermuara pada kepentingan peserta didik. Bagaimanakah peran orang tua berkaitan dengan pendidikan putra-putrinya?
Ada kejadian nyata, yang mungkin juga banyak terjadi di berbagai sekolah. Suatu hari, seorang wali  kelas melakukan home visit ke rumah siswa  bermasalah. Siswa yang dimaksud jarang masuk sekolah. Ketika bertemu guru, orang tua siswa bercerita bahwa
setiap hari, anaknya selalu berangkat ke sekolah. Saat berpamitan, si anak juga mengenakan seragam.
Kepada guru yang mendatangi rumahnya,  orang tua siswa sama sekali tidak percaya bahwa  anaknya jarang masuk sekolah. Ia bahkan menyalahkan guru wali kelas, yang tidak mengerti  sikap anaknya. Orang tua itu tetap mengklaim, anaknya  sebagai sosok yang rajin bersekolah. Ia bahkan berani menyalahkan pihak sekolah. Si orang tua merasa sudah menitipkan anak sepenuhnya, tapi sekolah justru tidak memberikan pelayanan optimal.
Maka, guru wali kelas itu pun balik bertanya kepada orang tua siswa.  “Kalau saya kurang paham dan mengerti sifat  anak bapak, ya mohon maaf. Karena saya jadi wali kelas anak Bapak, belum genap dua tahun. Sementara bapak yang menjadi orang tua putra Bapak  kan paling tidak sudah hampir 17 tahun. Seharusnya Bapak lebih paham dong tentang anak Bapak. Kenyataannya demikian, Pak. Putra Bapak jarang sekali sampai ke sekolah.”
Sepenggal kisah di atas, tentu  membuat prihatin kita semua. Ironis memang, ketika orang tua sibuk dengan pekerjaan dan karier, sementara tanggung jawab terhadap anak diabaikan. Ini hanya salah satu dari berbagai peristiwa yang menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua terhadap putra-putrinya, masih kurang. Di mulai dari keluarga, pendidikan yang baik di keluarga, akan membawa dampak positif bagi anak di kemudian hari.
Apa yang seharusnya dilakukan oleh kita, di dunia pendidikan? Tanggung jawab utama pendidikan anak adalah dari keluarga terlebih dahulu. Maka, pada  dunia pendidikan, peran keluarga menjadi fundamental dalam membentuk karakter, mental, moral, dan kepribadian anak; serta mempersiapkan masa depan mereka.
Sementara peran sekolah adalah menerima anak didik yang dititipkan ke sekolah dengan memberdayakan potensi serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah dengan seoptimal mungkin. Sehingga menjadi generasi yang cerdas, baik cerdas intelektual, cerdas emosional, cerdas spiritual, maupun sosial.
Dari beberapa kondisi di atas, maka sudah seharusnya sebagai orang tua, kita ikut berperan aktif dalam ikut mendidik anak-anak kita, baik selama di rumah maupun pada saat anak belajar di sekolah. Orang tua perlu memantau keberadaan anak-anaknya ke sekolah dan berkomunikasi intens dengan pihak sekolah. Sehingga tujuan kita memberikan pendidikan pada anak-anak kita demi masa depan mereka, betul-betul akan dapat tercapai seperti yang kita harapkan. Semoga. (*/isk)
 Guru SMK Negeri 1 Windusari, Kab. Magelang

Author

Baca juga:   Tingkatkan Keterampilan Berbicara dengan Teknik 4B

Populer

Lainnya