33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Pemkot Susun Draf MoU Stadion

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Keputusan manajemen PSIS Semarang yang akan memakai Stadion Moch Soebroto Kota Magelang sebagai homebase PSIS Semarang dalam mengarungi Liga 1 Indonesia Baru 2018 langsung disikapi Pemkot Magelang dengan menyusun draf MoU dan perjanjian kerja. Pasalnya, MoU itu akan mengatur tentang pemakaian stadion selama semusim.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang, Yonas Nusantrawan Bolla, Rabu (21/3) kemarin membenarkan bahwa saat ini pihaknya tengah membuat draf memorandum of understanding (MoU) dan perjanjian kerja (PK).

Pembuatan draf, menurut Yonas, dilakukan bersama dengan Bagian Hukum dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). “Kami tengah membahas draf MoU dan PK yang nantinya akan disepakati bersama dengan manajemen PSIS Semarang,” kata Yonas.

Yonas menjelaskan, dalam draf tersebut akan mengatur tentang taris sewa serta pengenaan pajak tiket pertandingan. Yonas menyebutkan, pihak manajemen PSIS Semarang sudah mengajukan keringanan agar tidak sampai pajaknya sebesar 35 persen.

“Namun, soal pajak ini bukan kewenangan kami. Kewenangannya ada di BPKAD,” beber Yonas.

Yonas mengakui bahwa jadi tidaknya Stadion Moch Soebroto sebagai homebase dari PSIS Semarang mewarnai pemberitaan, mulai dari tidak lolos verifikasi dari PT LIB sampai pembatalan sebagai kandang PSIS.

“Terus terang, kami belum pernah mendapat surat resmi terkait itu semua baik dari PT LIB maupun PSIS. Artinya, stadion kita masih berpeluang dan pekan lalu PSIS Semarang menemui ke kami untuk membicarakan kelanjutan kerja sama,” papar Yonas.

Yonas sendiri mengaku bahwa ada keluhan terkait akses jalan masuk ke stadion yang dinilai kurang. Namun demikian, Yonas menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membuat rekayasa lalu lintas.

“Solusi masalah jalan masuk dengan rekayasa dan kita punya empat ruas jalan masuk stadion. Soal keamanan penonton di tribun selatan, kami juga sudah buat pagar pengaman di barisan teratas. Itu yang bisa kami lakukan sekarang,” ungkap Yonas.

Kabid Cipta Karya DPU-PR, Puji Hartono mengungkapkan, hari Selasa (20/3) lalu, tim dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) datang ke stadion untuk melakukan verifikasi ulang. Tim verifikasi, menurut Puji, langsung meninjau lapangan dan telah memberitahu kepada pihak pengelola stadion.

“Hanya saja, untuk hasil verifikasi ulangnya bagaimana, belum keluar. Sambil menunggu itu, kami juga sekarang masih menunggu pemberitahuan dari manajemen PSIS Semarang terkait apakah stadion kita ini memenuhi syarat atau belum,” pungkas Puji. (had/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Dorong Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang menambah jumlah guru besar atau profesor menyusul dikukuhkannya Prof Dr Slamet Riyadi sebagai guru besar bidang...

Gringsing-Weleri Titik Macet

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Titik rawan kemacetan arus mudik 2018 di jalur tol Kendal-Batang diperkirakan berada di Gringsing-Weleri. Pasalnya, Jembatan Kalikutho belum bisa dilalui untuk jalur...

Mempercantik Gedung di Kota Lama

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah pekerja membersihkan benalu dan mengecat gedung Marba di Kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (22/12). Pemilik gedung di Kota Lama semakin sadar...

Lebih Dekat dengan Sketsa Pulang Kerja

RADARSEMARANG.COM - Menjalani hobi diyakini memiliki dampak yang cukup positif dalam menyegarkan pikiran. Kini, tak sedikit yang meluangkan waktu untuk kembali mengembangkan hobi. Seperti...

Tukang Pijat Incar Pelajar

SEMARANG – Pengedar obat penenang ilegal (pil koplo) berhasil dibekuk aparat Polsek Gunungpati. Pelaku bernama Istuhri, 26, alias Datuk. Sasaran pelaku adalah pelajar dan...

Dikenal Dukun Pijat Laris

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Praktik aborsi yang dilakukan dukun bayi Yamini, 57, warga Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang ternyata tidak banyak diketahui oleh warga...