33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Manfaatkan Limbah Pertanian, Harga Mencapai Rp 5 Juta

Muhammad Nur Husaini, Seniman Diorama Desa Wisata Kandri

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Suasana pedesaan dengan berbagai aktivitas warganya, seperti mencari rumput, mencari kayu, hingga menggelar tradisi sedekah bumi, tergambar jelas dalam sebuah diorama karya Muhammad Nur Husaini. Warga Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, itu mampu menyulap sampah kayu dan dedaunan menjadi sebuah karya seni yang begitu artistik. Seperti apa?
Nur Wahidi, Kandri
Siang itu, Nur Husaini terlihat duduk, sibuk mengutak utik sebuah ranting pohon yang dipadukan dengan kulit pohon dan jerami. Di sekelilingnya terdapat hasil karya yang sudah jadi. Kebanyakan diorama yang dia buat bertemakan pedesaan. Seakan menggambarkan suasana dan aktivitas di Desa Kandri.
“Desa Kandri merupakan salah satu Desa Wisata di Kota Semarang. Warga di sini banyak yang menjual cenderamata dan makanan. Dari situ saya mulai berfikir bagaimana membuat sebuah cenderamata untuk wisatawan setelah berkunjung di desa ini,” terangnya.
Nur Husaini mulai melihat potensi yang cukup melimpah di lingkungan sekitarnya. Seperti kulit pohon mahoni, daun pisang kering, ranting pohon, hingga jerami. Kebetulan ia memiliki jiwa seni yang cukup tinggi.
“Dari situ saya mulai memiliki ide untuk membuat diorama dengan nuansa pedesaan. Yang pasti suasana Desa Kandri,” terangnya.
Karyanya pun mendapat respon positif dari wisatawan yang berkunjung ke Desa Kandri. Diorama dijual mulai harga Rp 50 ribu hingga Rp 5 juta. Tergantung besar-kecilnya diorama, termasuk tingkat kesulitannya.
“Memang untuk membuatnya agak rumit dan memiliki tingkat kesulitan. Semakin sulit, harganya semakin mahal,” imbuhnya.
Hasil karya tersebut selain dijual di rumah, diorama ini juga dipasarkan melalui media sosial dan ajang pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Di sini kan desa wisata edukasi seperti mengenalkan pertanian, persawahan, makannya itu biar berkesinambungan saya menciptakan patung karakter orang sini,” ungkapnya
Proses kreatif para pelaku usaha kecil dalam bidang kerajinan tangan ini disambut positif oleh pemerintah kota semarang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah kota Semarang.
Mereka para pelaku usaha kerajinan tangan difasilitasi dalam mendapatkan Ijin Usaha Kecil Mikro (IUKM) guna memudahkan pemerintah dalam pembinaan dan mengurus pinjaman modal dengan pihak perbankan.
“Dinas Koperasi menyediakan sejumlah galeri UMKM untuk menjual produk mereka,” kata  Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Setyawati, kemarin.
Litani mengatakan, guna meningkatkan taraf hidup para pelaku usaha kecil kerajinan tangan Dinas Koperasi dan UMKM terus melakukan pendampingan mulai dari pelatihan manajemen keuangan hingga pelatihan meningkatkan kualitas produk agar memiliki nilai jual yang tinggi.
“Kami selalu melakukan pendampingan, agar usaha mereka bisa bernilai jual tinggi, dengan begitu mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” tambahnya. (*/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...