31 C
Semarang
Selasa, 1 Desember 2020

Bahas Raperda, Banyak Dewan ’Bolos’

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Rapat paripurna DPRD Demak yang membahas persetujuan terhadap Raperda dan pencabutan tiga Perda kemarin tidak semulus yang diharapkan. Sebab, banyak kursi anggota dewan yang kosong melompong.
Rapat paripurna tersebut hanya dihadiri 18 anggota dan 3 unsur pimpinan dewan. Meski demikian, berdasarkan daftar hadir, tercatat ada 37 anggota dari total 50 anggota dewan. Wakil Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet yang memimpin paripurna tersebut mengatakan, mendasarkan absensi tersebut, rapat paripurna tetap quorum. Kendati demikian, patut disayangkan karena kehadiran tersebut tidak maksimal sehingga banyak kursi yang kosong.
Paripurna dihadiri Bupati HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto. Adapun Raperda yang disetujui adalah Raperda tentang sistem perencanaan dan penganggaran daerah, Raperda tentang perubahan atas Perda Kabupaten Demak Nomor 7 tahun 2011 tentang penyelenggaraan menara telekomunikasi dan retribusi menara telekomunikasi.
Lalu, Raperda tentang perubahan atas Perda Kabupaten Demak Nomor 4 Tahun 2012 tentang retribusi jasa umum serta Raperda tentang perubahan atas Perda Kabupaten Demak Nomor 6 Tahun 2012 tentang retribusi perizinan tertentu. Slamet mengatakan, berdasar hasil rapat konsultasi pimpinan bersama pimpinan pansus A dan B, pimpinan Badan Pembentukan Perda dan Ketua  ketua fraksi menyetujui 4 raperda tersebut.
Adapun, Perda yang dicabut adalah raperda tentang pencabutan Perda Kabupaten Demak Nomor 2 Tahun 2008 tentang urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemkab Demak, Raperda  tentang pencabutan Perda Nomor 3 Tahun 2009 tentang retribusi izin gangguan  dan Raperda tentang pencabutan  Perda Kabupaten Demak Nomor 11 Tahun 2009 tentang izin pengeboran air tanah, pemakaian atau pengusahaan air tanah atau air permukaan tanah.” Kemudian, untuk penggilingan padi keliling diberikan dispensasi untuk beroperasi,” kata Slamet dari Fraksi PDI Perjuangan ini. (hib/bas)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...