33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

600 PKL Barito Belum Dipindah

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 133 bangunan semi permanen PKL Barito yang berdiri di bantaran Banjir Kanal Timur (BKT) di wilayah Kelurahan Kaligawe, Semarang, dibongkar. Sedikitnya dikerahkan tiga eskavator untuk meluluh-lantahkan bangunan milik para pedagang.
Di ruas tersebut, tidak ada protes dari warga. Sebab, sebelum bangunan tersebut diratakan tanah, para pedagang terlibat untuk membongkar peralatan dan barang dagangannya sendiri.
Sebelumnya warga juga telah mendapat sosialisasi terkait dengan keberadaan bangunan yang menempati lahan milik Pemkot Semarang tersebut. Bahkan sejak kurang lebih seminggu lalu, Dinas Perdagangan telah membongkar sejumlah bangunan yang tidak ditempati.
“Mereka sepakat membongkar bangunan sendiri, kemudian pindah ke tempat relokasi di Pasar Klitikan Penggaron. Totalnya ada 133 bangunan yang diratakan hari ini (kemarin),” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di sela-sela kegiatan pembongkaran, Rabu (21/3).
Ini merupakan bagian pembongkaran tahap pertama. Selanjutnya nanti Dinas Perdagangan akan melanjutkan sosialisasi kepada pemilik bangunan liar di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo.
“Kami targetkan, pertengahan April nanti sudah dibongkar semuanya. Total PKL di bantaran BKT kurang lebih sebanyak 2 ribu orang, saat ini masih menyisakan kurang lebih 600-an yang belum dipindahkan,” katanya.
Salah satu pedagang, Suyuti, mengaku berusaha menyelamatkan barang dagangan maupun perlengkapan kios yang bisa digunakan. “Saya ambil semua barang yang bisa diselamatkan untuk keperluan kios nanti, sebelum dirobohkan backhoe. Ini sudah diberikan tenggat waktu oleh Dinas Perdagangan untuk membongkar sendiri agar tidak hancur,” katanya.
Sedangkan sejumlah pedagang Barito yang belum dibongkar berada di Blok A hingga Blok H di Kelurahan Karangtempel, menaungi sebanyak 500 pedagang berbagai macam usaha onderdil mobil, ban, velg, dan besi. Perbatasannya mulai Jembatan Kartini hingga Jalan Majapahit. Kelompok pedagang Blok A hingga H tersebut sebelumnya melakukan penolakan. Mereka meminta agar tidak direlokasi.
“Kami berkomitmen tidak akan menghalang-halangi proyek Banjir Kanal Timur. Dari awal, kami mengharapkan Blok A hingga Blok H tidak direlokasi, karena tidak terdampak secara langsung. Kami meminta kepada pemerintah, untuk bisa dipertahankan tempat kami,” pinta Ketua Paguyuban Pedagang Karya Mandiri Barito Blok A-H, Rahmat Yulianto.
Para pedagang, kata dia, membutuhkan solusi yang tepat selain langkah relokasi di Pasar Klitikan Penggaron. Sebab, ada banyak pertimbangan yang merugikan pedagang, apabila direlokasi. Misalnya lapak di Pasar Klitikan Penggaron hanya ada dua jenis ukuran, yakni seluas 2×3 meter persegi dan 3×3 meter persegi. “Sedangkan kebutuhan pedagang di Barito saat ini kurang lebih 3×9 meter persegi,” katanya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...