33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Belajar Aksara Jawa, Belajar Budaya

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN Aksara Jawa merupakan salah satu Kompetensi Dasar Pelajaran Muatan Lokal Bahasa Jawa SMP. Kompetensi Dasar menulis dan membaca Akasara Jawa termasuk materi yang sulit menurut para siswa. Materi yang sulit menimbulkan kurangnya motivasi belajar. Lebih jauh lagi akan berakibat rendahnya nilai perolehan pada materi tersebut.Oleh karena itu, guru hendakanya peka terhadap situasi pembelajaran dan mencari penyebabnya.
Berdasarkan pengamatan penulis selama pembelajaran di kelas, kesulitan belajar membaca dan menulis aksara Jawasecara umum disebabkan karena  siswa kurang hafal wujud-wujud aksara Jawa. Selain itu juga siswa kurang memahami tata cara atau aturan penulisan aksara Jawa. Sehingga siswa kurang minat mempelajari aksara Jawa. Hal tersebut memperparah pembelajaran Bahasa Jawa.
Penyebab lain kurangnya motivasi belajar akasara Jawa adalah pertanyaan yang muncul pada diri para siswa yakni apa manfaat mempelajari akasara Jawa bagi kehidupan? Kenyataannya pada zaman sekarang aksara Jawa sudah tidak digunakan sebagai sarana komunikasi tertulis. Kirim SMS maupun WA menggunakan tulisan Latin. Demikian pula dalam berkirim surat, mengggunakan tulisan Latin.
Aksara Jawa dianggap ketinggalan zaman, kuno, dan tradisional. Sementara pada dunia kerja  sudah menggunakan piranti serba moderen. Misalnya, seorang dokter memeriksa pasien menggunakan komputer. Instansi-instansi pemerintah apa saja menggunakan komputer.
Belajar angka Jawa menurut para siswa juga tidak ada hubungannya dengan ilmu hitung. Angka Jawa tidak bermanfaat pada kehidupan seperti halnya Matematika, misalnya untuk berdagang, perbankan, pasar, pertanahan, dan sebagainya. Piranti yang digunakan untuk berhitung minimal mengguanakan kalkulator, dan juga komputer. Semua itu tidak menggunakan aksara Jawa maupun angka Jawa.
Kenyataan tersebut tidak salah apabila para siswa hanya berpedoman pada manfaat praktis terhadap akasara Jawa maupun angka Jawa. Disinilah guru berperan penting untuk memberikan penjelasan kepada para siswa. Guru hendaknya bisa menggugah, memberikan semangat dengan menyampaikan manfaat pembelajaran aksara Jawa.
Belajar aksara Jawa tidak sekadar belajar piranti komunikasi. Belajar angka Jawa bukan belajar berhitung  seperti halnya Matematika. Aksara Jawa merupakan identitas budaya masyarakat Jawa.Aksara Jawa dan angka Jawa itu adalah kebudayaan Jawa. Maka sejatinya mempelajari aksara Jawa adalah mempelajari kebudayaan Jawa.
Aksara Jawa merupakan salah satu kebudayaan masyarakat Jawa dari sejumlah budaya Jawa yang lain, misalnya: wayang kulit, rumah adat, seni musik ( gamelan ), bahasa Jawa             ( unggah-ungguh ), filosofis Jawa, seni tarian, keris, kepercayaan ( kejawen ), hitungan Jawa, kalender Jawa, yang semua itu menunjukkan hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat Jawa. Budaya Jawa sebagai budaya daerah sangat mendukung kekayaan budaya Nasional.
Melalui pembelajaran Aksara Jawa guru hendaknya bisa membuka wawasan para siswa untuk selalu menerima perkembangan zaman. Namun demikan para siswa tidak seharusnya meninggalkan budaya Jawa yang sudah dimiliki sejak zaman nenek moyang.
Diluar pembelajaran di kelas, pemerintah daerah juga sudah menampakkan dukungan terhadap eksistensi aksara Jawa, walaupun hanya sebatas sebagai simbol kedaerahan. Penulisan nama-nama jalan, gedung-gedung pemerintah, gedung-gedung pertemuan, sudah banyak yang ditulis dengan aksara Jawa. Sehingga, masyarakat Jawa secara luas masih dapat mengenal aksara Jawa.
Manfaat lain mempelajari aksara Jawa pada masa sekarang adalah untuk kepentingan penelitian naskah-naskah Jawa kuna. Banyak pula karya sastra lama yang ditulis dengan tulisan tangan yang disebut dengan manuskrip. Tentunya karya sastra tersebut mengandung nilai-nilai luhur yang perlu diketahui oleh masyarakat Jawa masa sekarang.Peneliti naskah-naskah kuna yang bertuliskan aksara Jawa perlu menguasai perihal aksara Jawa.
Menjadi tenaga profesional sebagai transliterator ( alih akasara)  dari aksara Jawa ke aksara Latin juga merupakan manfaat mempelajari aksara Jawa. Tidak semua orang yang berkepentingan dengan aksara Jawa menguasai aksara Jawa. Transliterator berperan sebagai penyedia jasa alih aksara.
Marilah kita cermati bahwa mempelajari aksara Jawa bukanlah hal yang sia-sia. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh. Tidak selayaknya memikirkan manfaat pembelajaran hanya menomorsatukan segi keuntungan secara ekonomis. Ada yang lebih berharga sebagai bangsa atau masyarakat Jawa yang beradab. Yakni mengapresiasi hasil budi daya dan pemikiran para pendahulu kita. Budaya Jawa yang adi luhung jangan sampai hilang tak berbekas.
Pembelajaran akasara Jawa merupakan sarana untuk melestarikan kebudayaan Jawa. Mempelajari aksara Jawa tidak berarti ketinggalan zaman. Sebagai generasi penerus seyogyanya memiliki kebanggaan terhadap nilai-nilai budaya Jawa. Dengan demikian diharapkan para pemuda Jawa tidak hilang Jawanya. (tj3/aro)
Guru SMP Negeri 1 Ulujami Pemalang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...