33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Sampangan Kembangkan Pengaduan Warga Online

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang mengembangkan sistem pengaduan warga elektronik guna mempercepat penanganan terhadap berbagai permasalahan. Sistem bernama Aspirasi, Usulan, dan Harapan (Asupan) tersebut banyak dimanfaatkan warga untuk melaporkan kondisi infrastruktur yang rusak kepada Kelurahan.
Melalui sistem tersebut, warga kerap memotret kondisi jalan, jembatan, saluran, maupun talud yang rusak. Foto tersebut lantas dikirimkan melalui aplikasi disertai nama, dan lokasi infrastruktur yang rusak. Tak hanya itu, Sampangan juga memiliki aplikasi surat pengantar RT/RW elektronik. Dengan permohonan online tersebut, warga tak harus datang ke Ketua RT/RW untuk mengurus surat-surat.
Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan warga Kelurahan Sampangan dikenal inovatif. “Selain inovasi surat pengantar RT/RW berbasis online, disini  ada pengembangan UMKM brambang goreng, dan bandeng presto. Selain itu ada sistem pilah dan pengolahan sampah,” ujarnya saat menghadiri Penilaian Pemilihan Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat tingkat Jateng 2018 di Kelurahan Sampangan, Senin (19/3).
Selain itu lanjutnya warga Sampangan juga dikenal gemar bergotong royong di bidang kemasyarakatan, ekonomi, lingkungan, maupun sosial budaya. Kelurahan Sampangan tahun ini menjadi salah satu finalis Pelaksana Terbaik Gotong Royong Masyarakat tingkat Jateng 2018 untuk tingkat Kelurahan. Finalis lainnya adalah Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang dan Kelurahan Pesurungan Kidul, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.
Untuk kategori desa, finalisnya Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Desa Plumbon, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, dan Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. “Kami menargetkan Sampangan meraih juara pertama,” kata Ita, panggilan akrab Hevearita.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil  (Dispermadesdukcapil) Jateng, Agus Suranta mengatakan dalam penilaian, pihaknya berharap ada model-model gotong royong yang menarik dan inovatif. “Penilaiannya sesuai panduan, namun kami berupaya mencari yang inovatif misalnya dari sisi lingkungan hidup. Juga pengembangan ekonomi kreatif,” katanya.
Dia mengaku terkesan dengan Kelurahan Sampangan. Sebab meski lokasinya di tengah kota, semangat gotong royong warganya masih terjalin dengan baik. “Bahkan ada pemilahan dan pengolahan sampah komunal. Warga yang bergotong royong usianya bervariasi dari tua sampai muda,” katanya. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dorong Peningkatan Hasil Pertanian

RADARSEMARANG.COM, SURUH – Pemerintnah desa Medayu terus mendorong peningkatan hasil pertanian dari para petani desa Medayu. Sebab, pertanian dinilai menjadi salah satu sektor yang memang...

Disabilitas Intelektual Dikucuri Rp 2 Juta

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Sebanyak 355 penyandang disabilitas intelektual di sembilan kabupaten akan menerima dana stimulan Rp 2 juta dari Kemensos RI. Kabupaten tersebut adalah...

Tinggi, Kekerasan Anak di Sekolah

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Tindak kekerasan terhadap anak, masih tinggi. Dari 1.000 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi sepanjang 2016, 84 persen di antaranya terjadi...

Dua Bulan, Sudah 39 Bencana Terjadi

SEMARANG – Sepanjang 2016, Basarnas Jateng mencatat sedikitnya 216 kejadian bencana dengan jumlah korban 2.737 orang yang didominasi kecelakaan air baik yang terjadi di...

Calon Independen Harus Penuhi 6,5 Persen Dukungan

CALON Gubernur Jawa Tengah melalui jalur perseorangan (independen) memang harus berjuang keras untuk memenuhi persyaratan administrasi. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah,...

Giliran Jalan Pekunden, Dijadikan Satu Arah

SEMARANG–Untuk mengurangi kepadatan lalulintas di Jalan Pandanaran Semarang yang merupakan pusat oleh-oleh sekaligus perkantoran, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan Satlantas Polrestabes Semarang kembali memberlakukan...