33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

PGK Janjikan Pedagang Dapat Kios Bagus

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Empat orang saksi yang merupakan pedagang diperiksa dalam perkara penipuan yang menjerat Direktur PT Pagar Gunung Kencana, Sartono Sutandi, 73, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (19/3).
Para saksi yang diperiksa diantaranya, Sri Suhartiningsih, Harno, Thomas Susanto dan Bambang Yuwono. Di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Lasito, para saksi mengakui dipanggil terdakwa ke rumahnya di Ruko Citarum Blok F No.4 Kelurahan Bugangan Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, untuk membicarakan perihal komplek pertokoan Kanjengan.
“Dua kali saya ketemu. Pertama 11 Agustus 2017 di rumah terdakwa. Kami bertiga, saya, Thomas dan Bambang. Membahas terkait Kanjengan yang mau dibongkar. Saya tanya. Terus dijawab terdakwa, nanti dia yang membangun,” kata saksi Sri Suhartiningsih.
Ia mengaku percaya dengan terdakwa karena ada surat yang ditandatangani Wali Kota Semarang. Ia juga mengaku memberikan kompensasi uang ke terdakwa. Istri seorang anggota polisi itu mengaku, sebelumnya mendapat kios dari Sartono dengan menyewa selama 30 tahun.
Sama halnya dengan kesaksian, saksi Harno, 37, pedagang sembako dan Thomas Susanto 75 dan Bambang Yuwono, dua pemilik toko emas.”Kami sewa dari terdakwa. Ada 20 tahun, 30 tahun dengan status HGB,” sebut saksi.
Atas keterangan itu, terdakwa mengaku tak keberatan. Sidang kemudian kembali ditunda, dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
Dalam dakwaanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng, Jumadi menjelaskan, kasus terjadi pada hari Jumat 11 Agustus 2017 di Ruko Citarum. Sartono mengundang sejumlah pedagang, Sri Suhartiningsih, Bambang Yuwono, Tjomas Susanto datang ke rumahnya membicarakan perihal komplek pertokoan Kanjengan. Kepada mereka, terdakwa memberitahukan perihal pembongkaran dan pembangunan komplek pertokoan Kanjengan.
“Terdakwa mengatakan, jika bisa menyediakan uang Rp 1.155.000.000, Sri Suhartiningsih, Bambang Yuwono, Thomas Susanto maupun pedagang di Blok C dan Blok D akan diberikan kios bagus dan layak di Kanjengan,” sebut jaksa.
Lebih meyakinkan, terdakwa memperlihatkan Surat Wali Kota Semarang tanpa nomor tertanggal 18 Juli 2014 yang ditandatangani Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi perihal pembongkaran dan membangun kembali bangunan komplek pertokoan Kanjengan.
“Dirinya mengaku diberikan kuasa Pemerintah Kota Semarang,” ungkapnya.
Karena percaya dengan kata-kata terdakwa, mereka lalu bersedia memenuhi permintaan uang Rp 1.155.000.000. Harapannya, mereka mendapatkan kios yang bagus dan layak sebagaimana yang dikatakan terdakwa.
“Surat tanpa nomor  tertanggal 18 Juli 2014 yang ditandatangani Wali Kota Semarang sendiri ternyata tidak benar, karena Wali Kota Semarang tidak pernah membuat dan menandatangani surat tersebut,” kata jaksa.
Atas perbuatannya, Sartono dijerat pasal 378  KUHP dan Pasal 263 ayat (2) KUHP. Sartono oleh penyidik Polda Jateng tidak ditahan. Dia lalu ditahan jaksa dengan tahanan kota sejak tanggal 13 Februari lalu. Saat di persidangan, tahanannya dialihkan menjadi tahanan rumah. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kabar Bunuh Diri Keliru Lokasi

JawaPos.com - Sebuah video tentang pemuda yang bunuh diri sedang viral. Kabar itu menyebar di berbagai grup WhatsApp sejak Selasa, 5 Maret 2019. Dalam...

Wajib Fokus di Pekan Krusial

SEMARANG – Pekan ke-13 babak penyisihan Grup 4 saat ini akan menjadi pekan yang cukup krusial bagi beberapa tim baik untuk menjaga kans lolos...

Larva Lalat untuk Urai Sampah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sampah yang dihasilkan Pasar Rejowinangun Kota Magelang tergolong tinggi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Sri Retno Murtiningsih menyebutkan,...

Waspadai Area Rawan Pungli

MUNGKID—Bupati Magelang Zaenal Arifin berjanji bakal menindak tegas pelaku pungli di lingkup Pemkab. Sebab, pungli hanya merusak mental masyarakat. “Praktik pungutan liar yang terjadi di...

165 Makam Mulai Dibongkar

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Pembongkaran dan pemindahan makam untuk proyek Jalan Tol Semarang-Batang di Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong diwarnai aksi protes warga. Pasalnya, pembongkaran dinilai tidak sesuai...

Desak TPP Rp 2,6 T Dikaji Ulang

SEMARANG – DPRD menilai anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS Pemprov Jateng terlalu besar. Sebab, dalam APBD 2017, anggaran untuk TPP PNS mencapai Rp...