14.9 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Pernah Perbaiki Motor Milik Mantan Presiden BJ Habibie

Herman Ngadihartanto, Spesialis ‘Hidupkan’ Mesin Moge Jadul

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

RADARSEMARANG.COM – Bagi Herman Ngadihartanto, sepeda motor mungkin adalah sebagian dari nafasnya. Ya, selain hobi menunggangi motor gede (moge), Herman juga memiliki usaha bengkel khusus moge jadul, Gold Rush Garage. Di tangannya, motor tua yang harusnya hanya menjadi pajangan bisa kembali mengaspal. Bahkan ia sempat memperbaiki motor milik mantan Presiden BJ Habibie. Seperti apa kisahnya?
ADENNYAR WYCAKSONO
KEAHLIAN Herman Ngadihartanto dalam memperbaiki motor tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi bagi para pecinta motor gede di atas 250 cc dengan tahun pembuatan 1950-an sampai 1980-an. Tangan dingin Herman mampu menyulap motor renta dimakan zaman, bisa kembali ‘hidup’.
“Awalnya sih dulu otodidak, bongkar motor sendiri, memperbaiki apa yang rusak kemudian dirangkai lagi. Kebetulan saat itu tahun 1992 saya masih SMA,” kata Herman membuka pembicaraan dengan Jawa Pos Radar Semarang.
Bengkel yang terletak di kawasan Jangli Krajan No 308 Semarang ini tampak dipenuhi belasan moge tua, seperti Royal Enfield, Norton, Harley Davidson, BMW R 26 dan lainnya. Motor jadul itu rusak, bahkan ada yang mati total. Kebanyakan pelanggannya berasal dari Semarang dan sekitarnya. Juga warga dari luar kota. “Kalau dari mana dapat keahlian, mungkin dari orang tua yang dulu juga punya bengkel, jadi mungkin turunan juga,” candanya.
Alumnus SMA Negeri 1 Ungaran ini mengaku kali pertama memperbaiki motor tuanya, Ariel, buatan 1956 dengan kapasitas mesin 350 cc. Dari situlah ia sedikit banyak belajar tentang mesin, kelistrikan, termasuk pengapian motor tua yang masih menggunakan platina. Dari keahlianya itulah, ia kemudian menerima servis kecil-kecilan motor gede milik teman hingga usahanya besar sampai sekarang.
“Dulu bukanya di rumah Ungaran, nggak ada susahnya sih, apalagi soal teknis mesin dan kelistrikan bisa dipahami siapa saja. Asalkan ulet dan mau belajar,” tuturnya.
Entah karena jenuh atau ingin tantangan baru, pada 2000-an, Herman kembali mencoba tantangan baru, yakni bekerja di sebuah perusahaan hingga perbankan. Namun pada 2006, niatnya untuk membuka bengkel kembali muncul, karena alasan bekerja di perusahaan terikat waktu, dan tidak ada kebebasan untuk berekspresi.
“Mungkin karena memang hobinya di moge ya, jadi passion-nya di situ lebih enak otak-atik motor, karena hobi dan mendapatkan uang,” katanya.
Usaha membuka bengkel untuk kali kedua ini diwujudkan di tempat tinggalnya di Jangli, dan eksis hingga sekarang. Mayoritas motor yang diperbaiki adalah motor tua buatan Eropa yang terkenal memiliki spare part yang langka dan mahal. Bahkan dari sisi perbaikan pun masih menggunakan platina dan butuh kejelian tersendiri. “Uniknya memang di sini harus sabar, punya relasi link spare part, butuh ketelatenan khusus dibandingkan motor biasa yang plug and play. Bahkan kalau nggak ada spare part-nya harus ngakali, karena memang motor tua,” tuturnya.
Belasan tahun bergelut dengan motor gede, pria kelahiran Ungaran, 22 Desember 1974 ini punya pengalaman unik saat merestorasi motor tua Honda CF 125 CC. Saat itu, motor milik salah satu pelanggannya asal Sragen tersebut mati total. Singkat cerita, motor tersebut dibawa ke Semarang dan berhasil ia perbaiki. Belakangan baru diketahui, motor tersebut ternyata bekas tunggangan mantan Presiden BJ Habibie saat masih muda.
“Nama di suratnya BJ Habibie, memang katanya dulu punya mantan Presiden Habibie. Saya cukup bangga bisa kembali menghidupkan motor milik presiden yang saat ini katanya dipajang di museum BJ Habibe,” ucapnya.
Pengalaman unik lainnya adalah ketika ia membeli motor yang dijual warga di Medan. Saat itu, motor tersebut dalam keadaan mati total, dan sudah tidak utuh alias bongkaran. Walaupun memiliki surat lengkap, motor itu sudah ditempatkan di karung dan siap untuk dibuang.
“Saat itu saya belinya murah. Tapi, tahun 2008 lalu, motor tersebut laku Rp 35 juta. Kalau lihat kondisinya yang pretil-pretilan saya geli dan bangga bisa menghidupkan motor yang mati total. Bahkan mendapatkan untung besar dari penjualan,” ujarnya sambil tertawa.
Sebagai kolektor motor tua, Herman berharap motor jadul yang ada di Indonesia tidak punah. Alasannya, motor tua layaknya sejarah yang tidak bisa dilupakan, bahkan ia miris ketika ada motor tua yang dijual ke luar negeri demi mendapatkan keuntungan.
“Banyak kan motor tua yang direstorasi, ada juga yang bisa jalan di luar negeri. Namun sangat langka ditemui di Indonesia, padahal harganya super mahal kalau dijual. Saya sih ingin motor tua tetap eksis. Selain itu ada kemudahan mendapatkan surat-surat kendaraan yang hilang. Misalnya cek fisik dan lainnya agar tidak bodongan,” harapnya. (*/aro)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...